JawaPos.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang kembali mencatatkan prestasi dalam peringkat UI GreenMetric.
Pada tahun 2024, UMN berhasil menduduki peringkat ke-128 sebagai universitas paling berkelanjutan di dunia dan peringkat 1 kampus swasta paling berkelanjutan di Jabodetabek. Capaian ini mencerminkan komitmen UMN terhadap keberlanjutan lingkungan.
Sebagai informasi, UI GreenMetric merupakan program International World Ranking University sejak 2009 yang bertujuan mendorong keberlanjutan di perguruan tinggi.
Penghargaan UI GreenMetric diketahui diadakan di Sao Paulo, Brasil, dengan melibatkan 1.477 universitas dari berbagai negara, salah satunya UMN.
Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, menegaskan bahwa peningkatan peringkat UMN di UI GreenMetric membuktikan keseriusan universitas dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.
"Peringkat UI GreenMetric yang terus meningkat ini sebagai bukti bahwa UMN adalah kampus yang berkomitmen dengan berkelanjutan. Tahun ini kita memang menargetkan untuk meningkatkan indikator yang nilainya masih rendah. Indikator UMN paling banyak adalah pengelolaan sampah dan education and research," jelasnya.
Fokus utama UMN adalah pada pengelolaan sampah serta pendidikan dan penelitian yang mendukung indikator Sustainable Development Goals (SDGs).
Untuk mendukung hal tersebut, UMN telah menjalankan berbagai inisiatif, termasuk pengelolaan limbah organik, non-organik, dan bahan berbahaya (B3) yang diarahkan untuk didaur ulang.
Selain itu, UMN juga memanfaatkan sistem informasi guna mengurangi penggunaan kertas serta menghapus plastik dan styrofoam di lingkungan kantin.
Sebagai bagian dari program internasionalisasi, UMN Tangerang turut memperluas kerja sama dengan universitas lain yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan. Inisiatif ini mempertegas komitmen UMN dalam membangun jejaring global untuk mencapai tujuan keberlanjutan.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, UI GreenMetric memiliki 6 kriteria penilaian yakni infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, serta pendidikan dan penelitian.
UMN sendiri meningkatkan 6 kriteria ini melalui langkah-langkah baru meliputi pengembangan energi terbarukan, sistem informasi untuk memantau penggunaan energi listrik, serta fasilitas seperti komposter dan eco-enzyme.
Harapannya, inovasi ini tidak hanya memperkuat reputasi global UMN, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata pada lingkungan dan masyarakat.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan, UMN diharapkan menjadi tempat inspiratif untuk belajar, berinovasi, dan menciptakan solusi bagi tantangan lingkungan global.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah