Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Bacaan Akhir Pekan: Kumpulan Fabel Menarik untuk Anak, Mulai Cerita Persahabatan Katak dan Tikus hingga Pengkhianatan Rubah dan Gagak

Salma Faiza Pratomoputri • Jumat, 27 September 2024 | 12:35 WIB

Ilustrasi fabel; cerita anak penuh dengan representasi kehidupan (Dok. freepik.com)
Ilustrasi fabel; cerita anak penuh dengan representasi kehidupan (Dok. freepik.com)

JawaPos.com - Pasti kita semua sudah tidak asing lagi dengan fabel, cerita anak-anak yang tokoh ceritanya adalah hewan. Mungkin sewaktu kecil, anda sering mendengarkan fabel yang  dibacakan orang tua atau anda membacanya sendiri dari buku-buku cerita. 

Secara istilah, fabel merupakan cerita fiksi tentang kehidupan hewan yang berkelakuan seperti manusia; bisa berpikir, berpakaian, maupun berbicara.

Meskipun begitu, fabel tidak sepenuhnya merupakan fiksi. Hal tersebut karena fabel dibuat berdasarkan representasi kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh manusia. Banyak sekali pesan moral positif yang bisa didapatkan.

Dengan begitu, diharapkan bagi siapapun yang membacanya maka akan mengambil nilai-nilai moral dan mengimplementasikannya dalam kehidupan. 

Berikut ini adalah beberapa fabel dengan berbagai pesan moral yang sudah dirangkum. Yuk segera bacakan kisah-kisah ini kepada anak-anak

  1. Katak dan Tikus 

Pada zaman dahulu kala, terdapat dua sahabat akrab, seekor Katak dan Tikus. Katak seringkali bertemu dengan Tikus di rumahnya karena mereka berbagi persediaan makanan yang disimpan Tikus.

Suatu hari, Katak meminta Tikus untuk datang ke rumahnya. Katak tersebut berkata, “Tikus, aku sering datang ke rumah kamu. Sekarang gantian aku yang akan mengundangmu ke rumahku.” tidak lama Tikus menjawab, “Rumah kamu ada di seberang sungai. Aku tidak tahu cara berenang dan takut tenggelam.” 

Katak berkata, “Tidak usah khawatir, aku punya rencana bagus buat kamu. Datang dan naik ke atas punggungku. Aku akan mengikat badanmu kepadaku dengan rumput yang kuat, kamu bisa menyeberangi sungai dengan aman.” Tikus akhirnya setuju dan mereka pun berangkat. 

Di tengah perjalanan menyeberangi sungai, Katak pun berpikir untuk memakan makanan yang dibawa Tikus. Dalam pikirannya berkata, “Jika aku membiarkan tikus tenggelam di sungai ini, aku bisa mengambil makanan yang telah dia simpan dan aku tidak perlu kelaparan dalam waktu yang lama.” dengan sengaja Katak menyelam ke dalam sungai. 

Tikus pun menyadari katak berbohong, dia pun menangis meminta tolong, “Tolong aku! Tolong!” teriak Tikus yang hampir saja tenggelam. 

Di atas langit, ada seekor Elang yang terbang dan memerhatikan Tikus yang sedang meminta tolong. Dia pun akhirnya terbang turun dan menolong Tikus. Elang itu mencengkram tikus dengan paruhnya dan mulai terbang tinggi kelangit.

Katak yang berada di sungai akhirnya melihat Tikus terbang menjauh.

Akhirnya, Katak menyadari dia telah melakukan kesalahan. Awalnya, dia hanya ingin mendapatkan banyak makanan, tetapi dia mengorbankan kepercayaan yang sudah diberikan oleh sahabat baiknya itu. 

Pesan Moral 

Cerita tentang Katak dan Tikus mengajarkan bahwa kita tidak boleh mengambil barang dari orang lain, kita tidak boleh mencuri sesuatu yang bukan milik kita. Mencuri bukanlah tindakan yang baik karena sangat merugikan dan jangan pernah mengecewakan teman yang kita miliki karena akan menyakiti hati mereka. 

  1. Bangau yang Angkuh 

Di pagi hari yang indah, terdapat seekor burung Bangau yang sedang berdiri di pinggir sungai. Bangau itu melihat seekor ikan yang berenang di pinggiran sungainya. Bangau berpikir bahwa ikan tersebut tidaklah indah, kurus, kecil seperti tidak bernutrisi.

Bangau akhirnya berkata, “Aku tidak mau makan ikan-ikan di pinggiran sungai itu. Tidak mungkin aku yang begitu cantik dan indah makan ikan yang begitu kecil dan kurus.” 

Karena telah beranggapan demikian, saat ikan-ikan kecil lewat di depannya, Bangau akhirnya mengabaikan mereka. Ia tidak tertarik mengambil satu pun. Bangau menunggu sampai ikan berukuran lebih besar berenang ke pinggiran sungai serta menurutnya cocok untuk dirinya yang begitu indah. 

Tidak lama, ada seekor ikan besar lewat. Namun, Bangau tetap tidak mengambilnya sembari berkata, “Aku tidak mau ikan yang terlalu besar untukku.” Sampai akhirnya, Bangau terus menunggu sampai matahari mulai naik ke atas langit dan hari mulai panas. Jumlah ikan yang berenang ke tengah sungai juga semakin sedikit. 

Pada saat itu, Bangau mencoba untuk mengejar mereka, tetapi Dia tidak bisa berenang seperti ikan. Dia tidak bisa menjangkau daerah tengah sungai.

Bangau pun hanya bisa memakan siput-siput yang tertinggal di pinggiran sungai dan akhirnya sampai sore hari tiba, Bangau sama sekali tidak mendapatkan ikan.

Pesan Moral 

Menjadi seorang yang terlalu pemilih terkadang justru menyulitkan diri kita sendiri karena kita tidak akan mendapatkan apapun. Kita tidak pernah tahu apa yang terbaik apabila tidak pernah mencoba pilihan yang datang ke dalam hidup kita.

Jangan pernah takut untuk mencoba karena kita tidak pernah tahu kesempatan apalagi yang akan datang untuk diri kita. Jangan mensia-siakan peluang yang ada. 

  1. Rubah dan Gagak 

Pada suatu hari, di sebuah hutan terdapat seekor Rubah yang sedang memerhatikan Gagak yang terbang dengan membawa sepotong daging di paruhnya. Gagak itu pun bertengger di atas pohon. Rubah yang sedari pagi belum makan, ingin mengambil daging tersebut. Akhirnya, Ia berjalan ke bawah pohon yang dihinggapi oleh Gagak.

“Selamat siang, Gagak yang cantik,” seru Rubah. “Kamu sangat mempesona dengan penampilan hari ini. Matamu cerah, paruhmu bersih, dan bulumu berkilau.” 

Mendengar pujian tersebut, Gagak melihat ke bawah. Merasa senang karena Rubah mengaguminya. Melihat reaksi Gagak yang bahagia, Rubah pun melanjutkan rencananya untuk kembali memuji Gagak.

“Melihat penampilanmu yang luar biasa ini, membuatku yakin suaramu pasti lebih indah daripada burung lain di hutan ini. Biarkan aku mendengar satu lagu nyanyianmu, wahai Gagak. 

Dengan perasaan tersanjung, Gagak akhirnya mengangkat kepalanya dan bersiap untuk bernyanyi. Ia melupakan daging yang ada di paruhnya. Tidak lama, daging tersebut jatuh ke tanah dan Rubah segera mengambilnya.

Namun, Gagak masih terus bernyanyi. Ketika selesai bernyanyi, Rubah sudah pergi jauh, Gagak baru menyadari keadaan yang baru saja terjadi. Ia menyesal mudah lengah karena dipuji. 

Pesan Moral 

Kita tidak boleh bersifat ceroboh dan harus tetap waspada pada saat melakukan apapun. Bisa saja, ketika lengah ada orang di sekitar yang berusaha untuk mengambil keuntungan atau mencelakai diri kita.

Maka dari itu, kita harus berhati-hati dimanapun kita berada. 

Editor : Hendra
#Fabel #bangau #gagak #katak #tikus #rubah #Cerita Anak