JawaPos.com - Anemia dan leukemia merupakan dua penyakit yang sudah sering terdengar dalam topik pembicaraan kesehatan, terutama yang berhubungan dengan kondisi darah.
Meski terdengar sama dan sering disandingkan, anemia dan leukemia adalah dua kondisi darah yang sangat berbeda.
Secara singkat, anemia merupakan kondisi di mana tubuh manusia kekurangan sel darah merah. Sedangkan leukemia adalah kondisi terjadinya peningkatan sel darah putih di dalam tubuh. Untuk memahami lebih lanjut perbedaan di antara keduanya, mari kita bahas pengertian serta gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini.
Dokter Aldo Ferly menjelaskan anemia adalah suatu kondisi dimana sel darah atau hemoglobin berkurang. Sel darah inilah yang berfungsi untuk mengalirkan makanan atau oksigen ke seluruh tubuh.
Berkurangnya sel darah ini dapat berakibat buruk karena kebutuhan makanan atau oksigen di seluruh tubuh kita akan tidak tercukupi. Beberapa gejala yang muncul diakibatkan dari anemia di antara lain:
-
Tubuh menjadi cepat lemas dan lelah.
-
Kulit menjadi pucat.
-
Sakit kepala atau pusing.
-
Terjadi sesak napas apabila kondisi anemia sangat parah terutama apabila hemoglobin dibawah 7.
Beberapa penyebab anemia dihasilkan oleh beberapa faktor di antaranya, kekurangan vitamin maupun zat besi, dan bisa juga disebabkan oleh pendarahan akibat kehilangan darah seperti cedera atau yang lainnya. Untuk mengetahui penyebab anemia lebih dalam, dokter akan melakukan pemeriksaan parameter Hb atau hemoglobin untuk mengidentifikasi lebih lanjut faktor apa yang menimbulkan terjadinya anemia.
Di sisi lain, leukemia adalah jenis kanker darah yang mempengaruhi sel-sel darah putih. Sel darah putih ini berfungsi untuk melawan infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Terjadinya peningkatan signifikan dari kadar sel darah putih yang tidak terkendali ini mengganggu produksi sel darah normal.
Aldo juga menjelaskan bahwa peningkatan kadar sel darah putih ini dapat menyebabkan sumbatan di pembuluh darah. Selain itu, peningkatan sel darah putih yang signifikan ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi. Berikut beberapa gejala yang dirasakan ketika mengalami leukemia, di antaranya:
-
Demam yang tidak kunjung turun lebih dari dua minggu.
-
Risiko infeksi yang meningkat dan lama sembuh.
-
Nyeri tulang dan persendian.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening.
Leukemia memiliki dua jenis yaitu akut dan kronik. Belum ada penyebab pasti dari munculnya penyakit leukemia ini, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia yaitu, terpapar sinar radiasi, paparan zat kimia, herediter, dan virus. Untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan berupa gambaran sel darah tepi untuk menentukan jenis leukemia.
Editor : Hendra