Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mengungkap Fakta Dibalik Global Warming; Apa Saja Penyebab dan Dampaknya Pada Bumi dan Manusia

Rita Salsabilla • Rabu, 25 September 2024 | 16:35 WIB

Pemanasan Global. (Dok. JP)
Pemanasan Global. (Dok. JP)

JawaPos.com - Global Warming atau Pemanasan global merupakan istilah yang menggambarkan peristiwa kenaikan suhu rata-rata daratan bumi, lautan, udara, dan atmosfer secara bertahap.

Fenomena ini terjadi akibat adanya peningkatan karbon dioksida dan metana, serta pencemaran gas rumah kaca. Peningkatan suhu yang tidak wajar di permukaan bumi ini dihasilkan oleh radiasi sinar matahari menuju ke atmosfer bumi, yang kemudian sebagian sinar matahari ini berubah menjadi energi panas dalam bentuk sinar infra merah yang diserap oleh udara dan permukaan bumi. 

Global warming sudah menjadi salah satu isu lingkungan yang darurat untuk dihadapi di dunia pada saat ini. Isu ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia yang merasakan dampak dari fenomena ini.

Global warming ini bukan hanya mengancam kehidupan manusia, tetapi hewan dan tumbuhan bahkan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu mari kita ungkap fakta dibalik penyebab dan dampak yang diakibatkan dari global warming di bawah ini:

Penyebab Global Warming

Aktivitas manusia menjadi salah satu penyebab utama terjadinya global warming, terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Pembakaran bahan bakar ini yang menyebabkan hasil emisi karbon dioksida dan akhirnya memperburuk efek rumah kaca. Selain itu, terdapat beberapa penyebab utama lainnya yang menyebabkan global warming ini terjadi, diantaranya:

  1. Meningkatnya Efek Rumah Kaca

Gas rumah kaca terjadi akibat adanya pembakaran minyak bumi, seperti bahan bakar batu bara serta pembakaran gas alam yang dilakukan secara terus menerus. Efek rumah kaca ini yang akhirnya menjadikan panas yang berada di bumi tidak dapat dipantulkan ke luar angkasa, tetapi malah terperangkap di atmosfer. Namun, pada faktanya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di bumi sebagai penyeimbang suhu. Akan tetapi dapat berakibat fatal jika gas atau panas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akibatnya akan terjadi perubahan iklim yang sangat mengancam bagi makhluk hidup di bumi.

Baca Juga: Lima Universitas Swasta Terbaik di Tangerang Selatan, Ada Universitas Pamulang (UNPAM) sampai Universitas Pembangunan Jaya (UPJ). Cek Biaya Kuliahnya!

  1. Polusi Sampah Plastik yang Tidak Dapat Didaur Ulang

Polusi sampah plastik yang terkena sinar matahari menghasilkan gas metana yang menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim. Sampah yang setiap hari dihasilkan manusia terutama sampah yang tidak dapat didaur ulang seperti styrofoam dan plastik juga menjadi sumber lain dari emisi CO2.

  1. Perusakan dan Pembakaran Hutan 

Hutan yang memiliki banyak pohon memiliki oksigen untuk menyerap gas karbondioksida. Jika terjadi perusakan hutan seperti penebangan pohon dan pembakaran hutan, maka pemanasan global akan semakin meningkat karena sudah tidak ada lagi oksigen yang dapat menyerap karbondioksida, dan kemampuan bumi untuk mengurangi CO2 pun berkurang.

Dampak Global Warming pada Bumi

Dampak serius yang dihasilkan dari global warming ini menjadi keresahan dan sudah dirasakan berbagai makhluk hidup di belahan dunia. Berikut beberapa dampak serius yang diakibatkan dari adanya global warming:

  1. Kenaikan Suhu Secara Global

Meningkatnya temperatur suhu bumi di beberapa wilayah mengakibatkan perubahan cuaca ekstrim seperti badai besar dan gelombang panas. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya dan angin akan bertiup lebih kencang sehingga pola cuaca menjadi sulit untuk diprediksi. Peningkatan suhu ini juga menyebabkan kepunahan berbagai spesies dan kerusakan pada organisme dan ekosistem.

Baca Juga: Ketahui Hidrofit, Tumbuhan yang Hidup di Perairan. Inilah Ciri-Ciri dan Contohnya

  1. Peningkatan Permukaan Laut

Global warming mengakibatkan mencairnya glasier sehingga permukaan air laut pun meningkat. Menurut Jurnal Nature Climate Change bahwa naiknya permukaan air laut yang ekstrim ini akan lebih sering dan meluas di seluruh dunia akibat pemanasan global. Fenomena ini mengakibatkan menyempitnya daerah daratan, potensi tenggelamnya pulau, dan berkurangnya mangrove di pesisir pantai sehingga semakin sering terjadi abrasi.

  1. Gangguan Ekosistem dan Ekologis

Global warming mempengaruhi ekosistem dan spesies yang hidup di dalamnya. Banyak spesies hewan dan tumbuhan kesulitan beradaptasi dengan perubahan iklim yang cepat dan sulit menghindar karena sebagian besar wilayah telah dikuasai manusia. Misalnya, hewan cenderung untuk bermigrasi ke atas pegunungan, dan tumbuhan akan mencari daerah baru karena habitat lamanya terlalu hangat. Akan tetapi pembangunan manusia yang akan menghalangi perpindahan ini, spesies yang bermigrasi akan terhalangi dan besar kemungkinan akan musnah.

Baca Juga: Termasuk Kategori Ovipar, Hewan-hewan ini Berkembang Biak dengan Bertelur . Ada Unggas, Ikan, juga Katak. Bagaimana Proses Reproduksinya?

Sumber: Syafitri, R., & Putri, E. (2022). Masalah Global: Global Warming Dan Hubunngannya Dengan Penggunaan Bahan Bakar Fosil. Jurnal Bakti Sosial

Editor : Hendra
#biologis #permukaan laut #suhu udara #global warming #efek rumah kaca