JawaPos.com - Pada mata pelajaran biologi atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), biasanya akan terdapat pengelompokan suatu subjek ke dalam beberapa kategori. Pengelompokan ini biasanya didasari atas kesamaan ciri-ciri, serta bertujuan untuk mempermudah kita untuk mempelajari perbedaan dan persamaan subjek tersebut.
Salah satu pengelompokan yang banyak dibahas adalah pengelompokan pada hewan. Biasanya, kita akan menemukan pengelompokan hewan berdasarkan habitatnya dan makanan yang dikonsumsi setiap hewan.
Namun, selain itu terdapat pengelompokan hewan lainnya yang biasanya dibahas pada mata pelajaran Biologi ataupun IPA, yaitu pengelompokan hewan berdasarkan proses perkembangbiakannya.
Umumnya, hewan berkembang biak dengan cara generatif, perkembangbiakan secara generatif terjadi dengan adanya perkawinan atau pembuahan pada sel telur hewan betina oleh sperma hewan jantan. Tetapi, berkembang biak secara generatif dibagi lagi menjadi beberapa jenis berdasarkan proses perkembangbiakan, yaitu vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
Dari ketiga proses perkembangbiakan tersebut, terdapat proses yang paling menarik dan unik yaitu ovovivipar. Dari namanya ovovivipar merupakan gabungan dari vivipar dan ovipar, yang artinya proses perkembangbiakan hewan ovovivipar mencakup kedua jenis yang lain.
Sederhananya, ovovivipar merupakan proses hewan berkembang biak dengan cara bertelur dan melahirkan. Umumnya, hewan ovovivipar akan mengandung telur mereka tetapi di saat melahirkan telur tidak akan ikut keluar bersama dengan anak mereka.
Proses pembuahan dan pertumbuhan telur hewan ovovivipar juga cukup unik. Proses pembuahan dilakukan terjadi secara internal hingga menjadi telur yang sempurna. Sedangkan nutrisi yang diperlukan embrio untuk berkembang tidak berasal dari plasenta induk hewan, melainkan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur.
Untuk memahami lebih dalam mengenai hewan ovovivipar, berikut ini adalah ciri-ciri hewan yang berkembang biak dengan ovovivipar:
- Umumnya telur akan menetas di dalam tubuh induk,
- Embrio akan berkembang di dalam tubuh induk dengan bantuan nutrisi yang
terdapat pada telur, - Induk Ovovivipar tidak memiliki plasenta untuk menyalurkan nutrisi kepada
embrio, - Induk akan melahirkan anaknya tanpa telur mereka,
Proses kembangbiak hewan ovovivipar memang cukup unik, dan mungkin kita jarang menemukan hewan ovovivipar di sekitar kita sehari-harinya. Namun ternyata ada beberapa hewan ovovivipar yang dapat kita temui jika kita mengunjungi Akuarium atau tempat reptil.
Berikut ini adalah beberapa hewan yang tanpa kita sadari merupakan Ovovivipar:
1. Kuda Laut
Kuda laut merupakan hewan ovovivipar yang unik. Tidak hanya bertelur dan melahirkan, keunikan kuda laut juga terdapat pada siapa yang mengandung telur mereka. Jika telur hewan Ovovivipar umumnya dikandung oleh hewan betina, telur kuda laut akan dikandung oleh kuda laut jantan.
Kuda laut jantan memiliki kantong pengeraman yang akan menjadi tempat berkembangnya telur-telur kuda laut. Proses pembuahan dilakukan secara internal dalam tubuh kuda laut jantan setelah menerima telur dari kuda laut betina.
Ketika waktunya tiba, kuda laut jantan akan melahirkan anak-anak kuda laut yang sudah tidak di dalam telur.
2. Ikan Pari
Selain kuda laut, ikan pari juga merupakan hewan ovovivipar. Bedanya dengan kuda laut, yang mengandung telur adalah ikan pari betina. Setelah dilakukan pembuahan, ikan pari betina akan mengandung telur selama 9 – 12 bulan, ketika waktunya tiba ikan pari betina akan melahirkan anak ikan pari yang sudah tidak di dalam telur.
Namun, terdapat beberapa jenis ikan pari lain yang melahirkan dengan bertelur tetapi telur akan menetas dalam waktu yang tidak lama.
3. Ikan Hiu
Predator lautan yang paling terkenal ternyata juga berkembang biak secara ovovivipar loh. Telur ikan hiu akan berkembang di dalam tubuh hiu betina, ketika waktunya sudah tiba hiu betina akan melahirkan anak hiu tanpa telur mereka.
Contohnya seperti Hiu Macan yang melahirkan anak hiu tanpa telur, jadi anak hiu macan akan berkembang di dalam tumbuh induk hiu dengan menyerap nutrisi yang terdapat dalam telur mereka.
4. Ular Derik (Rattlesnake)
Selain hewan yang tinggal di lautan, terdapat ular derik (rattlesnake) yang merupakan hewan yang tinggal di daratan dan berkembang biak secara ovovivipar. Sama seperti hewan Ovovivipar pada umunya, ular derik betina akan mengandung anakan ular derik di dalam tubuhnya selama 90 hari, dan ketika waktunya sudah tiba anak ular derik akan lahir tanpa telur.
Uniknya, ketika dilahirkan anak ular derik akan terbungkus di dalam bungkus bening seperti plastik (selaput). Ketika sudah dilahirkan, anak ular derik akan merobek selaput tipis itu dengan hidung mereka.
Sumber:L San Diego Zoo Wildlife Alliance
Editor : Hendra