JawaPos.com – Pasar saham domestik punya modal untuk melanjutkan penguatan. Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat tajam sepanjang pekan lalu, sementara sentimen dari dalam negeri relatif positif. Namun, investor masih harus mencermati tekanan dari kenaikan obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) dan harga minyak dunia.
Praktisi pasar modal Hans Kwee mengatakan, kenaikan imbal hasil US Treasury sempat memicu kekhawatiran di pasar global. Yield yang tinggi berpotensi meningkatkan biaya pinjaman sekaligus mengurangi daya tarik aset berisiko.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent membuka peluang peningkatan pembelian kembali obligasi.
”Kebijakan tersebut dapat membantu menjaga likuiditas dan stabilitas pasar surat utang AS,” kata Hans kemarin (23/8).
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Pasar menunggu sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral di tengah inflasi AS yang masih menjadi perhatian.
”Peluang kenaikan bunga di bulan September saat ini hanya 40 persen, tetapi meningkat menjadi 72 persen untuk bulan Desember,” tuturnya.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap mitra dagang Iran.
”Ancaman tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global,” imbuhnya.
Katalis Dalam Negeri
Di dalam negeri, sentimen pasar justru relatif lebih positif. IHSG mendapat katalis dari penyampaian rancangan anggaran pemerintah 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan tetap menjaga defisit fiskal di bawah batas maksimal 3 persen.
Likuiditas perekonomian Indonesia juga masih tumbuh positif. Kondisi tersebut ditopang penyaluran kredit yang tetap tinggi dan berpotensi menjaga aktivitas ekonomi domestik.
”IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6.500 sampai level 6.373 dan resistance di level 6.551 sampai level 6.705,” ujar Hans.
Perdagangan Naik 47,9 Persen
Optimisme terhadap pasar saham domestik turut tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi di BEI. Sepanjang periode perdagangan 18–21 Agustus 2026, rata-rata volume transaksi harian melonjak menjadi 50,30 miliar lembar saham. Pada pekan sebelumnya, volume transaksi tercatat 34,01 miliar lembar saham.
”Pergerakan IHSG mengalami peningkatan 1,93 persen dan ditutup pada level 6.525,690 dari posisi 6.401,888 pada pekan sebelumnya,” kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad.
Dari sisi investor asing, aktivitas beli juga mulai terlihat. Pada perdagangan terakhir periode tersebut, investor asing mencatat net buy Rp 974,58 miliar. Meskipun demikian, secara kumulatif sepanjang 2026 investor asing masih membukukan net sell Rp 70,64 triliun.
”Arus dana asing masih menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati di tengah peluang penguatan IHSG,” pungkasnya. (mim/dio)
Pergerakan IHSG Sepekan Terakhir
Selasa (18/8): 6.449,83
Rabu (19/8): 6.394,13
Kamis (20/8): 6.501,59
Jumat (21/8): 6.525,69
Lima Saham Teraktif Perdagangan Jumat (21/8)
BUMI: Rp 1.227.466.284.000
BBRI: Rp 1.125.537.214.000
TPIA: Rp 666.931.981.000
BBCA: Rp 648.871.165.000
DSSA: Rp 641.028.070.500
Editor : Hendra
Sumber : BEI, Jawa Pos Koran