Tiga Orang Masih Dicari usai KMP Mutiara Sentosa 2, Nama Tak Ada di Manifes

Firzan Syahroni • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:53 WIB
Basarnas siap membuka kembali pencarian korban KMP Mutiara Sentosa 2 jika ada laporan valid. Tiga orang masih belum diketahui keberadaannya. (Dok. Jawa Pos Koran)
Basarnas siap membuka kembali pencarian korban KMP Mutiara Sentosa 2 jika ada laporan valid. Tiga orang masih belum diketahui keberadaannya. (Dok. Jawa Pos Koran)

JawaPos.com  – Basarnas menyatakan seluruh penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 telah dievakuasi. Namun, hingga kemarin masih ada keluarga yang mengaku kehilangan kerabat. Nama mereka tidak tercantum dalam manifes penumpang.

Kebingungan itu dialami Muhammad Jasuar Bustam, warga Takalar, bersama ibunya. Mereka masih berusaha melacak keberadaan Bustam Sanusi alias Daeng Nappa, ayah Jasuar yang bekerja sebagai sopir ekspedisi.

Jasuar memastikan ayahnya berada di atas kapal. Kepastian itu berdasarkan video terakhir yang dikirim melalui WhatsApp.

"Bapak saya, sopir asal Makassar, sekarang tidak ada kabarnya dan namanya tidak ada di manifes. Padahal, terakhir komunikasi Minggu pukul 09.00 WIB, dia mengirim video memakai pelampung," kata Jasuar kepada Jawa Pos.

Video tersebut memperlihatkan Bustam masih berada di atas kapal dengan mengenakan pelampung. Namun, saat dihubungi kembali menjelang siang, telepon selulernya sudah tidak aktif.

Keluarga sempat berharap Bustam ikut dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak. Harapan itu pupus setelah namanya tidak tercantum dalam daftar korban selamat maupun korban meninggal.

"Ibu sempat pingsan setelah tahu nama bapak tidak ada," ujarnya.

Jasuar menduga identitas ayahnya luput dari manifes karena terjadi perbedaan nama pada tiket setelah pergantian armada kendaraan secara mendadak.

Menanggapi adanya laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa penanganan kini dialihkan ke operasi siaga rutin di sekitar lokasi kejadian.

"Kita semua berharap tidak ada pengaduan keluarga yang hilang. Namun, jika ada laporan yang valid, operasi SAR khusus akan kami buka kembali," ujarnya.

Keluarga korban berharap otoritas pelabuhan memvalidasi ulang seluruh dokumen tiket. Mereka juga meminta pencarian di perairan kembali dilakukan agar ada kepastian nasib anggota keluarga yang belum ditemukan.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos, sedikitnya masih ada tiga orang yang dilaporkan belum diketahui keberadaannya. Mereka adalah Bustam Sanusi alias Daeng Nappa, sopir lintas Surabaya–Makassar; Abdul Manan, koki KMP Mutiara Sentosa 2; serta Abdurahman, sopir perusahaan logistik di Surabaya.

Jawa Pos mendatangi Posko Utama di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak kemarin (5/8). Namun, gedung tersebut sudah kembali difungsikan sebagai ruang tunggu keberangkatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, posko pengaduan kini dipindahkan ke kantor operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (APL), di Perak Timur.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, keluarga yang kehilangan kerabat dapat melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak atau Kantor KSOP.

"Posko pengaduan sudah tidak di GSN. Pelaporan bisa dilakukan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak atau Kantor KSOP," ujarnya kemarin (5/8).

Menurut dia, setiap laporan akan diverifikasi oleh KSOP bersama operator kapal.

"Kami menunggu laporan resmi yang sudah divalidasi KSOP dan pihak perusahaan kapal," jelasnya.

Nanang menegaskan, pencarian dapat kembali dilakukan apabila ada laporan resmi yang telah diverifikasi.

"Ya, kami tetap akan melakukan pencarian berdasarkan data resmi dari otoritas," katanya. (zam/oni)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Mutiara Sentosa 2 Polres Pelabuhan Tanjung Perak makassar