Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Perang Makin Meluas, Iran dan Amerika Saling Serang Kapal di Teluk Oman dan Selat Hormuz

Ferlynda Putri Sofyandari • Minggu, 10 Mei 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi serbuan Amerika Serikat dan Israel di Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)
Ilustrasi serbuan Amerika Serikat dan Israel di Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

JawaPos.com  – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyita sebuah kapal tanker minyak dalam operasi khusus. Sementara militer Amerika mengaku telah melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran yang hendak memasuki salah satu pelabuhan Iran.

Insiden terbaru terjadi hanya beberapa jam setelah kedua negara saling baku tembak di Selat Hormuz. Situasi tersebut dinilai mengancam upaya gencatan senjata sementara yang tengah berlangsung.

Dilansir dari Al Jazeera, pada Jumat (8/5), juru bicara IRGC mengatakan kapal tanker Ocean Koi disita.

’’Angkatan laut Iran telah menyita Ocean Koi karena kapal tersebut berupaya mengganggu ekspor minyak dan kepentingan bangsa,’’ katanya.  Video pasukan Iran menaiki dan menahan kapal tersebut juga beredar.

Berdasarkan data MarineTraffic, kapal itu tercatat berbendera Barbados.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika (CENTCOM) menyatakan pihaknya telah melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran. Dua kapal ini mencoba mengakses pelabuhan Iran di Teluk Oman.

’’Pasukan AS di Timur Tengah tetap berkomitmen untuk sepenuhnya menegakkan blokade terhadap kapal yang masuk atau keluar dari Iran,’’ ujar Komandan CENTCOM Laksamana Bradley Cooper.

Beberapa jam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuding Iran menyerang tiga kapal perusak Angkatan Laut Amerika di Selat Hormuz. Namun, militer Iran justru menuduh Washington melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran dan kapal lain di kawasan tersebut.

’’Itu hanya sentuhan kasih sayang,’’kata Trump saat menanggapi bentrokan di Selat Hormuz. Trump juga membantah telah terjadi pelanggaran terhadap jeda pertempuran yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Hasil Pemutakhiran DTSEN: Penerima Bansos Triwulan II Tambah 470 Ribu Keluarga, Menteri Sosial Saifullah Yusuf Sebut Selalu Ada Perubahan Nama

Iran Tetapkan Aturan Baru di Hormuz 

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran disebut sedang menyiapkan aturan maritim baru di Selat Hormuz. Iran berencana membentuk Otoritas Selat Teluk Persia untuk mengatur lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut.

Berdasarkan aturan baru itu, setiap kapal yang hendak melintas di Selat Hormuz wajib mendapatkan izin dan koordinasi dari otoritas Iran. Kapal juga diwajibkan menyerahkan data asal negara, muatan, dan tujuan akhir, serta membayar biaya tol.

Analis pertahanan Alex Alfirraz Scheers menilai langkah Iran itu merupakan upaya menunjukkan kekuatan strategisnya di kawasan. ’’IRGC mencoba memproyeksikan kekuatan dan menunjukkan mereka memiliki pengaruh politik di kawasan,’’ ujarnya. (lyn/ai)

Editor : Hendra
#selat hormuz #teluk oman #Korps Garda Revolusi Islam Iran #iran #amerika serikat