JawaPos.com – Sekitar 200 tentara AS akan ambil bagian dalam Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Pasukan multinasional rencananya terdiri dari ribuan personal yang melibatkan enam negara, termasuk Indonesia
Seperti dilansir dari Associated Press, tentara AS dalam pasukan multinasional tersebut memiliki peran dalam memantau dan membantu pelaksanaan gencatan senjata di Gaza. Mereka juga ditugaskan untuk membangun ”pusat kendali bersama” sebelum berintegrasi dengan pasukan dari negara lain, meredakan konflik dengan IDF (pasukan Israel), dan kemudian membangun struktur pasukan yang tepat untuk menangani misi-misi yang telah ditetapkan.
Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Bradley Cooper akan mengawasi, mengamati, memastikan tidak ada pelanggaran maupun penyerbuan.
”Saat ini mereka (200 tentara yang akan tergabung dalam ISF, Red) sudah ditempatkan di CENTCOM,” kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam unggahan di media sosial X.
Ditempatkan di ”Garis Kuning”
Dilansir dari Anadolu Agency, salah satu pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menyebut, ISF akan menggantikan tempat pasukan Israel di Gaza yang disebut dengan ”garis kuning”. Istilah itu merujuk pada wilayah yang diperkirakan akan ditarik Israel berdasar rencana Presiden AS Donald Trump.
Namun, pejabat lainnya mengatakan bahwa pasukan AS mungkin tidak akan ditempatkan di Gaza. Penempatan pasti rencananya dibahas dalam waktu 1-2 hari ke depan.
Tahap Pertama Rencana Trump
Trump mengumumkan pada Kamis (9/10) bahwa Israel dan Hamas menyetujui tahap pertama dari rencana 20 poin yang dia susun pada 29 September lalu untuk mencapai gencatan senjata di Gaza. Seperti membebaskan semua tawanan Israel yang ditahan dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, serta penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh Gaza.
Sementara tahap kedua dari rencana Trump adalah pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa partisipasi Hamas. Juga pembentukan pasukan keamanan yang terdiri dari warga Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab dan Islam.
PERSONEL PASUKAN MULTINASIONAL
Amerika Serikat
Jumlah personel: 200
Peran utama: Pengawasan dan koordinasi dengan pusat sipil dan militer, serta dukungan logistik hingga dekonflik dengan IDF
Mesir
Belum dirinci (diperkirakan ratusan)
Pasukan utama di perbatasan Rafah, pengawasan dan distribusi bantuan
Qatar
Belum dirinci (diperkirakan ratusan)
Dukungan keamanan dan mediasi, fokus pada bantuan kemanusiaan
Turki
Belum dirinci (diperkirakan ratusan)
Kontribusi pasukan untuk stabilisasi, pelatihan polisi Palestina
Uni Emirat Arab (UEA)
Belum dirinci (diperkirakan ratusan)
Dukungan keamanan dan rekonstruksi, bagian dari koalisi Arab
Indonesia
Belum dirinci (proposal untuk ratusan)
Kontribusi pasukan perdamaian jika mandat PBB disetujui, fokus pada pengawasan dan bantuan.