Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Daftar Negara dengan Polusi Udara Tertinggi di Dunia dan Dampaknya bagi Kesehatan

Sachio Julvienza Dekrita • Senin, 10 Maret 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi polusi udara. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi polusi udara. (Pexels/Pixabay)

JawaPos.com - Polusi udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan di berbagai negara di seluruh dunia, terutama karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan manusia, ekosistem, serta perubahan iklim.

Berdasarkan data terbaru, beberapa negara mengalami tingkat polusi udara yang sangat tinggi, melebihi ambang batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit pernapasan, gangguan kardiovaskular, dan bahkan kematian dini akibat paparan polutan berbahaya.

Bangladesh menempati posisi teratas sebagai negara dengan polusi udara tertinggi di dunia, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 79,9 µg/m³. Angka ini 15 kali lebih tinggi dari pedoman tahunan WHO untuk PM2.5, menunjukkan tingkat polusi yang sangat mengkhawatirkan.

Pakistan berada di urutan kedua dalam daftar negara dengan polusi udara tertinggi, dengan tingkat PM2.5 yang juga sangat tinggi. Negara ini menghadapi tantangan besar dalam mengelola kualitas udaranya, yang berdampak negatif pada kesehatan penduduknya.

India menempati posisi ketiga dalam daftar negara dengan polusi udara tertinggi, dengan tingkat PM2.5 yang signifikan. Polusi udara di India telah menjadi perhatian global, terutama di kota-kota besar seperti New Delhi.

Negara-negara Timur Tengah seperti Kuwait dan Bahrain juga termasuk dalam daftar negara dengan polusi udara tinggi. Faktor-faktor seperti industrialisasi dan kondisi geografis berkontribusi terhadap tingginya tingkat polusi di wilayah ini.

China, meskipun telah melakukan upaya signifikan untuk mengurangi polusi udara, masih menghadapi tantangan besar. Kota-kota besar seperti Beijing sering mengalami tingkat polusi yang tinggi, terutama selama musim dingin.

Indonesia juga termasuk dalam daftar negara dengan polusi udara tinggi, dengan kota-kota seperti Jakarta dan Medan sering mengalami kualitas udara yang buruk. Faktor-faktor seperti kebakaran hutan dan emisi kendaraan bermotor berkontribusi terhadap masalah ini.

Negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Chad juga menghadapi masalah polusi udara yang serius. Pembakaran biomassa dan aktivitas industri tanpa kontrol yang memadai menjadi penyebab utama tingginya tingkat polusi di wilayah ini.

Polusi udara tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Biaya perawatan kesehatan yang meningkat dan penurunan produktivitas adalah beberapa dampak ekonomi dari kualitas udara yang buruk.

Upaya global untuk mengurangi polusi udara termasuk penerapan teknologi bersih, regulasi emisi yang ketat, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Kerjasama internasional sangat penting untuk mengatasi masalah yang bersifat lintas batas ini.

Meskipun beberapa negara telah membuat kemajuan dalam mengurangi tingkat polusi udara, tantangan tetap ada. Diperlukan komitmen berkelanjutan dan inovasi untuk mencapai kualitas udara yang lebih baik bagi semua.

Dengan memahami data dan tren polusi udara global, diharapkan negara-negara dapat mengambil langkah proaktif. Tujuannya adalah melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan lingkungan yang lebih bersih untuk generasi mendatang. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#dampak #Negara #dunia #polusi udara #kesehatan