Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kepala Pengawas Nuklir PBB Kunjungi Jepang, Tinjau Fasilitas Penyimpanan Tanah Terkontaminasi Fukushima

Meuthia Nabila • Rabu, 19 Februari 2025 | 11:00 WIB

Pengangkatan tutup atas tangki area J9 di PLTN TEPCO Fukushima
Pengangkatan tutup atas tangki area J9 di PLTN TEPCO Fukushima
JawaPos.com - Kepala pengawas nuklir PBB tiba di Jepang pada Selasa (18/2), untuk melakukan perjalanan yang akan mencakup kunjungan pertamanya ke fasilitas penyimpanan tanah yang terkontaminasi, dalam bencana Fukushima pada tahun 2011.

Ini merupakan kunjungan resmi kelima Rafael Grossi, kepala Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency atau IAEA) ke Jepang.

Organisasi ini memantau proses yang telah berlangsung selama puluhan tahun, untuk menonaktifkan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi, yang mengalami kehancuran setelah dihantam tsunami dalam bencana nuklir terburuk sejak Chernobyl.

Para pekerja di PLTN yang rusak di pantai Timur Laut Jepang pekan lalu, mulai membongkar tangki penyimpanan air limbah untuk mengosongkan ruang bagi berton-ton puing nuklir.

Grossi akan melakukan tur ke lokasi pada Rabu (19/2), dan akan diperlihatkan tanah yang terkontaminasi yang saat ini, serta sedang didiskusikan oleh pemerintah untuk ditangani.

Sebagai bagian dari upaya dekontaminasi setelah bencana, ada sekitar 13 juta meter kubik tanah dan sekitar 300.000 meter kubik abu dari pembakaran bahan organik, dipindahkan dari wilayah Fukushima yang lebih luas.

Sebagai perbandingan, arena Tokyo Dome, tempat superstar pop Amerika Serikat Taylor Swift tampil tahun lalu, memiliki kapasitas 1,24 juta meter kubik.

Tanah tersebut disimpan di fasilitas penyimpanan sementara, dengan luas total 16 kilometer persegi (enam mil persegi).

Jepang berencana untuk mendaur ulang sekitar 75 persen, dari tanah yang dibuang dengan tingkat radioaktivitas rendah.

Menurut pemerintah Jepang dan IAEA jika bahan ini dipastikan aman, pihak berwenang ingin menggunakannya untuk proyek-proyek teknik sipil, termasuk membangun tanggul untuk jalan raya dan rel kereta api.

Tanah yang tersisa akan dibuang ke luar wilayah Fukushima, sebelum tenggat waktu 2045.

Pemerintah mengatakan, bahwa mereka berniat untuk mengkonfirmasi lokasi pembuangan tahun ini, dan gubernur daerah Fukushima dilaporkan mendesak untuk segera membuat rencana.

"Pendekatan Jepang untuk mendaur ulang dan membuang tanah serta limbah radioaktif dari kegiatan dekontaminasi... konsisten dengan standar keamanan IAEA," kata IAEA pada bulan September dalam laporan akhir tentang masalah tanah, seperti yang diberitakan Korea Times.

PLTN Fukushima dihantam tsunami besar yang dipicu oleh gempa bumi, pada bulan Maret 2011 yang menewaskan 18.000 orang.

Bagian paling berbahaya dari pembersihan PLTN Fukushima yang kompleks, yaitu memindahkan sekitar 880 ton bahan bakar radioaktif dan puing-puing dari tiga reaktor yang rusak, dengan satu sampel kecil yang diambil dengan cakar robot dan baru saja dimulai.

Selama kunjungan Grossi, para ahli dari IAEA dan negara-negara tetangga termasuk Tiongkok dan Korea Selatan, juga akan mengambil sampel air laut dan ikan untuk lebih meningkatkan transparansi, proses pelepasan air limbah yang telah diolah ke laut, kata seorang pejabat dari badan energi Jepang.

Operator PLTN TEPCO pada bulan Agustus 2023 mulai membuang 1,3 juta ton air tanah, air laut, dan air hujan yang terkumpul, bersama dengan air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor.

Pelepasan air telah disetujui oleh IAEA, dan TEPCO mengatakan bahwa semua elemen radioaktif telah disaring kecuali tritium, yang kadarnya masih dalam batas aman.

Namun, beberapa negara termasuk Tiongkok dan Rusia telah mengkritik rilis tersebut serta melarang impor makanan laut Jepang karena masalah keamanan.

Pada bulan September, Tiongkok mengatakan akan secara bertahap melanjutkan impor makanan laut dari Jepang, namun hal ini belum dimulai.

Editor : Candra Mega Sari
#fukushima #PLTN Fukushima #jepang #pbb #nuklir