Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kementerian Kesehatan Cetak Dokter Spesialis Jantung untuk Daerah Terpencil, Dukung Pendidikan Dokter Spesialis Khususnya untuk Putra Daerah

Hendra Eka • Senin, 9 Desember 2024 | 11:30 WIB
Ilustrasi organ jantung, organ yang dapat terserang penyakit akibat kadar kolesterol yang tinggi (Dok. Freepik/pch.vector)
Ilustrasi organ jantung, organ yang dapat terserang penyakit akibat kadar kolesterol yang tinggi (Dok. Freepik/pch.vector)

JawaPos.com – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam penanganan penyakit jantung. Hal itu disampaikan saat kunjungan ke Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo, Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk meninjau hasil operasi bedah jantung terbuka, Sabtu (7/12). ’’Selain alat, yang paling penting adalah SDM, terutama dokternya. Kehadiran alat seperti cath lab harus didukung dengan dokter spesialis jantung pembuluh darah,” ujar Budi dalam rilis Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Mulai dari Menjaga Kesehatan Jantung hingga Mencegah Anemia, Ini Lima Manfaat Kacang Almond untuk Kesehatan Tubuh

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Kesehatan membuka peluang beasiswa bagi dokter umum dan spesialis untuk melanjutkan pendidikan, termasuk di luar negeri. Program itu diprioritaskan untuk putra daerah agar dapat kembali mengabdi di daerah asal. ’’Kemenkes memberikan hingga 2.000 beasiswa setiap tahun. Fokus kami adalah mendukung pendidikan dokter spesialis, khususnya untuk putra daerah, sehingga mereka bisa memperkuat layanan kesehatan di daerah masing-masing,” tambahnya. 

Dr Hananto Adriantoro SpJP(K), anggota tim bedah jantung dari RSJPD Harapan Kita, menyoroti pentingnya sinergi antara SDM, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung seperti ruang operasi (OK) serta ICU. ’’Jika ketiga aspek ini terpenuhi, kita bisa menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular,” jelasnya. 

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Dr Iwan Dakota mengungkapkan bahwa RSJPD bersama Kemenkes terus memperluas jejaring pengampuan hingga tingkat puskesmas.

’’Ke depan, tidak hanya rumah sakit di tingkat kabupaten/kota, tapi 10.000 puskesmas di Indonesia juga akan masuk dalam jejaring layanan jantung. RS Oputa Yi Koo juga diharapkan dapat menjadi pengampu bagi 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara,” kata dr Iwan Dakota. (c6/ali)

Editor : Hendra
#budi gunadi sadikin #Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah #kementerian kesehatan (kemenkes RI)