JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) ambil bagian dalam pencegahan kasus judi online (judol). Di antaranya, lewat mimbar masjid. Mereka bakal menyusun materi khotbah Jumat yang berisi mengenai bahaya judol. Harapannya, masyarakat bisa semakin berhati-hati dan tidak terjerumus dalam permainan judol.
Penyusunan naskah khotbah Jumat terkait bahaya judol itu disampaikan Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin. Dia mengatakan, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat literasi masyarakat. Selain literasi keagamaan, di masjid bisa disampaikan literasi lainnya, termasuk bahaya judol.
Kamaruddin mengungkapkan, naskah tersebut nanti diunggah di platform Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski). Para khatib atau penceramah bisa mengunduh dengan bebas. ’’Naskah-naskah keagamaan yang diunggah di Elipski banyak diunduh penceramah dan masyarakat,’’ katanya dalam acara Kepustakaan Islam Award (KIA) 2024 (23/11).
Dia berharap, dengan di-upload secara online, khatib dari penjuru Indonesia bisa mengunduhnya. Kemudian disampaikan secara efektif pada mimbar-mimbar salat Jumat. ’’Agar pesan terkait judi online dapat tersebar luas,’’ tuturnya.
Baca Juga: Syarat dan Proses Perceraian Menurut Hukum Indonesia: Melalui Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri
Kasubdit Kepustakaan Islam Nur Rahmawati mengatakan, naskah khotbah terkait bahaya judol rencananya disusun mulai bulan depan. Penyusunan melibatkan akademisi, praktisi sosial, serta para ulama. Harapannya, naskah tersebut bisa mulai dibacakan para khatib pada Januari 2025.
’’Kami berencana menyediakan 3–4 judul khotbah mengenai judi online,’’ katanya. Naskah itu tidak hanya bisa diunduh para khatib salat Jumat, tetapi juga bisa di-download penceramah, penyuluh agama, penghulu, dan masyarakat secara umum. Dengan begitu, mereka bisa saling kolaborasi mencegah maraknya kasus judol di tengah masyarakat.
Sebelumnya, upaya pencegahan judol di Kemenag juga dilakukan melalui peran kantor urusan agama (KUA). Jumlah unit Kemenag yang berada di tingkat kecamatan tersebut saat ini mencapai 5.940 KUA. Selain itu, dikawal oleh 50 ribu penyuluh agama.
’’Upaya preventif terhadap judi online juga dilakukan Kemenag di lingkungan pendidikan,’’ kata Menag Nasaruddin Umar pekan lalu.
Dia mengungkapkan, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh rektor perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag. Para rektor diajak untuk koordinasi mencari cara efektif mencegah terjadinya kasus judol di kalangan mahasiswa. (wan/c7/ali)
Editor : Hendra