JawaPos.com – Dua sesi penting dari Miss Universe 2024 telah dilaksanakan di Arena CDMX, Mexico City, Meksiko, pada Jumat (14/11) waktu setempat atau kemarin (15/11) pagi waktu Indonesia. Yakni, preliminary competition dan peragaan national costume.
Acara dimulai dengan sesi national costume. Sebanyak 125 kontestan –terbanyak sepanjang sejarah Miss Universe– tampil dengan kostum yang melambangkan budaya, alam, atau identitas negara masing-masing. Salah satunya perwakilan Indonesia Clara Shafira Krebs. Miss Universe Indonesia 2024 itu tampil gagah dan anggun dalam kostum bertajuk Guardian Angel of Nusantara.
Saat nama negaranya dipanggil oleh host Miss Universe 2022 R’Bonney Gabriel, Clara langsung membuka tangan sambil melambaikan tongkat dengan miniatur garuda. Dia lantas berjalan dengan percaya diri sembari Gabriel menyebutnya ’’dewi emas” dan pahlawan Nusantara.
Kostum Guardian Angel of Nusantara menyimbolkan pahlawan perempuan pelindung Indonesia. Kostum tersebut merupakan karya desainer Bali Lenny Hartono dan timnya dengan desainer Hengki Kawilarang sebagai creative director. Kostum tersebut kali pertama ditampilkan Clara dalam jumpa pers sebelum keberangkatan ke Miss Universe 2024 di Gedung Kesenian Jakarta pada 26 Oktober lalu.
Partner Lenny, Aldian Dwi Alfarizi, mengungkapkan bahwa kostum tersebut dibuat dua minggu sebelum jumpa pers. ’’Sebelumnya, tim Miss Universe Indonesia menghubungi kami dan memberikan mood board. Desain kami rancang selama dua jam dan langsung disetujui mereka,” papar Aldian saat dihubungi Jawa Pos Kamis (14/11).
Aldian menyadari bahwa waktu pembuatan dan persiapan sangat singkat. Begitu desain sudah disetujui, tim desainer kostum nasional langsung bergerak cepat. Bagian sayap dan mahkota dibuat dari logam dan plastik bekas yang didaur dan dilebur menjadi lempengan. Aldian kemudian mengukirnya hingga sesuai bentuk yang diinginkan. ’’Harus diukir manual. Kalau dipotong pakai mesin, nggak sesuai bentuk desain,” jelas perajin kostum asal Jember itu.
Guardian Angel of Nusantara bisa dibilang lahir dari ’’keajaiban”. Sebab, selain dibuat dalam waktu singkat, tim yang terlibat tersebar di tiga provinsi. Tim Miss Universe Indonesia, Clara, dan Hengki di Jakarta, Aldian di Jember, serta Lenny di Bali. Koordinasi dilakukan secara daring dengan intens. Hingga akhirnya, kostum rampung sehari menjelang jumpa pers dan dikirim ke Jakarta.
Aldian menambahkan, miniatur garuda juga lahir secara ajaib. ’’Pas itu ada sisa bahan dari logam dan plastik sisa. Ternyata bisa, lho, saya bikin patung garuda. Ajaib,” katanya. Awalnya, garuda dibuat bertengger di lengan bawah Clara. Namun, agar dia lebih leluasa, garuda tersebut diletakkan di ujung tongkat. Bagian sepatu pun diberi sentuhan metalik emas agar senada dengan kostum.
Baca Juga: Sophie Kirana Menuju Miss International 2024 di Jepang, Sakit Tak Halangi Persiapan Berkompetisi
Setelah tampil dengan kostum nasional, Clara dan 124 kontestan lain tampil di preliminary show dengan dua pakaian. Yakni, swimsuit dan gaun malam. Untuk swimsuit, Clara mengenakan one piece swimsuit dengan aksen cut-out dan kain tafeta emas sebagai cape. Sementara itu, di sesi gaun malam, Clara mengenakan gaun sky blue bertajuk Cakrawala karya Hengki.
Besok (17/11) pagi waktu Indonesia, para kontestan akan bersaing pada malam puncak yang juga berlangsung di Arena CDMX. Di akhir acara, Miss Universe 2023 Sheynnis Palacios akan memahkotai Miss Universe 2024 dengan mahkota baru Light of Infinity. (c6/len)
Editor : Hendra