Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 2 Januari 2025, Penerima Adalah Ibu Hamil-Menyusui, Balita, dan Siswa Se-Indonesia

Hilmi Setiawan • Kamis, 24 Oktober 2024 | 16:35 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto bersama Wapres RI Gibran Rakabumi Raka bersalaman dengan para menteri sebelum digelarnya sidang kabinet paripurna perdana Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Presiden Prabowo Subianto bersama Wapres RI Gibran Rakabumi Raka bersalaman dengan para menteri sebelum digelarnya sidang kabinet paripurna perdana Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/10/2024).

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar sidang kabinet pertama dengan menteri-menterinya(23/10). Rapat perdana itu digelar cukup panjang dengan berbagai arahan dari Prabowo. Salah satunya menyinggung soal program makan bergizi gratis (MBG) dan transformasi kesehatan.

’’Janganlah kita bangga menjadi anggota G20 kalau rakyat kita masih banyak yang miskin. Masih banyak yang lapar,” kata Prabowo dalam pengantar rapat. Dia ingin semua pembantunya segera bergerak. Program makan bergizi gratis juga harus segera dilaksanakan. Sebab, Badan Gizi Nasional dan anggarannya sudah dibentuk sejak akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo. Prabowo juga telah melantik Mayor Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung untuk membantu Dadan Hindayana. 

’’Kepala Badan Gizi Nasional dan semua program K/L untuk siapkan. Segera kita mulai,” katanya kepada seluruh menteri dan kepala lembaga. Prabowo ingin program tersebut tepat sasaran. Dia menyadari ada beberapa orang yang meragukan program makan bergizi gratis itu. ’’Saya tidak katakan itu bisa selesai dalam satu minggu atau tiga bulan. Tidak ada,” ujar Prabowo. Dia ingin mengajak kabinetnya untuk menjawab keraguan tersebut. ’’Kita bisa alokasi dana, kita bisa kerahkan sumber daya,” lanjutnya. Prabowo begitu yakin program andalannya saat kampanye itu akan berjalan. ”Yang tidak mendukung hal ini, silakan keluar dari pemerintahan yang saya pimpin,” tegasnya.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana seusai rapat menyebut, program makan bergizi gratis harus berjalan. Targetnya 2 Januari tahun depan. ”TNI itu salah satu mitra yang bisa membantu kesuksesan program makan bergizi. Mitra yang lain banyak,” ungkapnya. Dadan menyatakan, penyusunan organisasi lembaganya sudah selesai. Ada empat deputi yang akan membantunya. Itu menambah optimismenya.

Penerima makan bergizi gratis itu adalah ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan seluruh anak sekolah se-Indonesia. Anggaran Rp 15 ribu/porsi sudah dialokasikan dalam APBN.

Baca Juga: Mengintip Gaji Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Usai Dilantik Jadi Presiden - Wakil Presiden Republik Indonesia

Untuk diketahui, program MBG rencananya disalurkan bertahap. Skenarionya, pada tiga bulan pertama, MBG diberikan sebanyak 3 juta porsi. Jumlah itu akan naik dua kali sehingga pada April meningkat sebanyak 6 juta porsi. Setidaknya ada sekitar 82,9 juta jiwa yang akan mendapat program tersebut. Mulai ibu hamil, ibu menyusui, balita, siswa SD hingga SMA. Harapannya, pemenuhan gizi anak-anak Indonesia lebih terjamin. Sehingga dapat mendukung upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Kesejahteraan Guru

Setelah dipanggil Prabowo dan rapat bersama pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan dua Wamennya, Atip Latipulhayat dan Fajar Riza Ul Haq, menetapkan arah kebijakan ke depan. Guru jadi salah satu fokus kebijakannya. Banyak kebijakan terkait tenaga pendidik yang disampaikan Mu’ti. Mulai peningkatan kualitas guru, penambahan jumlah guru, hingga kenaikan gaji.

Mengenai penambahan guru, Sekjen PP Muhammadiyah itu mengaku masih berhitung. Sebab, jumlah guru sangat terkait dengan jumlah murid. Sedangkan peningkatan kualitas akan dilakukan secara menyeluruh pada semua guru. Namun, ada tiga bidang khusus yang ditugaskan Prabowo untuk ditingkatkan penuh. Yakni, guru matematika, IPA, dan bimbingan konseling (BK).

Mu’ti menjelaskan, peningkatan guru di tiga bidang itu mendesak dilakukan. Sebab, masih banyak kasus bullying atau kekerasan di satuan pendidikan. Mirisnya, sebagian besar pelakunya adalah siswa dan sebagian lainnya guru.

”Selama ini kami melihat banyaknya persoalan yang berkaitan dengan kekerasan karena kurangnya konseling yang dilakukan oleh guru. Dan juga keterbatasan guru pembimbing  konseling,” paparnya.

Mu’ti bahkan menyebut akan ada peningkatan gaji dan kesejahteraan guru. ”Nah, saya belum bisa menyebut angkanya, tetapi sudah ada anggarannya di tahun 2025,” ungkapnya. Menurut dia, hal itu akan jadi bagian dari quick wind Prabowo. Sebab, isu kesejahteraan guru masih menjadi persoalan serius. ”Kita ingin peningkatan kesejahteraan ini berkorelasi dengan peningkatan kualitas, yang harapannya tentu kalau gurunya berkualitas, maka proses pembelajarannya juga akan berkualitas,” tuturnya. (lyn/mia/wan/c6/oni)

Editor : Hendra
#presiden #rapat kabinet #Prabowo Subianto