Deretan Masalah Jaecoo J5 EV, dari Baterai Rp195 Juta hingga SPKLU Roboh

Nanda Prayoga • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Jaecoo J5 EV menjadi sorotan setelah sejumlah kasus muncul, mulai dari keluhan baterai, mati total, suara misterius hingga SPKLU roboh. (Dok. Jaecoo)
Jaecoo J5 EV menjadi sorotan setelah sejumlah kasus muncul, mulai dari keluhan baterai, mati total, suara misterius hingga SPKLU roboh. (Dok. Jaecoo)

JawaPos.com - Jaecoo J5 EV masih menjadi salah satu mobil listrik yang paling banyak diminati di Indonesia. Namun, di tengah tingginya penjualan, sejumlah keluhan dan insiden yang melibatkan SUV listrik tersebut juga ramai diperbincangkan.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah laporan mengenai masalah baterai dengan biaya penggantian yang disebut mencapai Rp195,5 juta. Angka tersebut menjadi sorotan karena nilainya lebih dari separuh harga J5 EV Standard yang saat ini tercantum Rp279,9 juta di situs resmi Jaecoo. Varian Premium dibanderol Rp319,9 juta OTR Jakarta.

Berdasarkan data retail sales Januari-Juli 2026, Jaecoo J5 EV mencatat penjualan 20.186 unit. Pada Juli saja, penjualannya mencapai 3.200 unit sehingga model tersebut tetap berada di jajaran teratas pasar mobil listrik Indonesia.

Di tengah popularitas tersebut, beberapa kasus terkait Jaecoo J5 EV sempat muncul dan menjadi perhatian. Berikut deretannya.

  1. Masalah baterai dan biaya penggantian Rp195,5 juta

Laporan mengenai masalah baterai Jaecoo J5 EV mencuat setelah diunggah akun Instagram @tjcarsmedia. Pemilik kendaraan bernama Theodorus mengaku baru menggunakan mobil tersebut sekitar tiga minggu sebelum mengalami gangguan.

Saat berkendara menuju Semarang, Theodorus mengaku mendengar suara "pletak". Tidak lama kemudian, muncul indikator berbentuk kura-kura hijau yang membuat kecepatan kendaraan dibatasi hingga sekitar 30 kilometer per jam.

Ia kemudian mematikan mobil selama sekitar 40 menit. Setelah dinyalakan kembali, kendaraan disebut kembali normal. Namun, indikator tersebut muncul lagi pada hari berikutnya.

Theodorus kemudian membawa mobilnya ke bengkel Jaecoo di Semarang. Dari pemeriksaan tersebut, ia mengaku mendapat informasi bahwa baterai mengalami kerusakan dan harus diganti dengan biaya hampir Rp195,5 juta.

Pemilik juga menghubungi layanan pelanggan Jaecoo melalui email. Setelah mengisi data yang diminta, ia mengaku belum mendapatkan tindak lanjut dan berharap ada perlindungan tambahan pada bagian bawah kendaraan.

Sementara itu, pihak Jaecoo Semarang menjelaskan bahwa kerusakan diduga terjadi setelah kendaraan terkena batu atau puing yang terlempar ke bagian bawah mobil.

Benturan tersebut disebut mengenai cover pelindung dan cooling pipe battery pack hingga menyebabkan kebocoran cairan pendingin. Kondisi itu kemudian membuat sistem kendaraan membatasi tenaga untuk mencegah baterai mengalami overheat.

Perlu dicatat, nilai Rp195,5 juta dalam kasus ini merupakan biaya yang dilaporkan pemilik dan belum dapat diverifikasi secara independen dari sumber yang tersedia.

  1. Muncul suara misterius saat melewati tanjakan dan tikungan

Keluhan lain datang dari Vindo Constantine melalui akun TikTok Alvindo. Ia membagikan video ketika mengendarai Jaecoo J5 EV di jalur dengan kontur tanjakan dan turunan.

Dalam video tersebut, kecepatan kendaraan terlihat berada di kisaran 28-30 kilometer per jam berdasarkan informasi pada layar MID. Suara tertentu juga terdengar dari dalam kabin ketika kendaraan melewati sejumlah tikungan.

Vindo kemudian mengungkapkan keluhannya melalui caption video dengan menulis, "Bunyinya mengganggu banget."

Dalam materi yang tersedia, Jaecoo Indonesia belum memberikan keterangan mengenai sumber suara tersebut. Karena itu, penyebabnya belum dapat dipastikan sebagai gesekan antarkomponen atau gangguan teknis tertentu.

  1. Jaecoo J5 EV sempat mati total

Pada Maret 2026, pemilik Jaecoo J5 EV juga melaporkan kendaraannya tiba-tiba mati total dan tidak memberikan respons. Keluhan tersebut diunggah ke grup Facebook Jaecoo J5 EV Indonesia pada 23 Maret 2026.

Pemilik mengaku pintu kendaraan masih dapat dibuka menggunakan kunci manual. Namun, sistem elektronik mobil tidak berfungsi sehingga kendaraan tidak dapat dioperasikan.

Dalam pemberitaan mengenai kasus tersebut, kendaraan akhirnya dapat menyala setelah dilakukan jumper. Namun, muncul persoalan lain, termasuk kunci yang tidak terdeteksi dan transmisi yang tidak dapat dipindahkan ke posisi D maupun R.

Jaecoo Indonesia kemudian memberikan penjelasan mengenai kasus tersebut. Perusahaan menyebut aki 12V memiliki peran penting dalam mengaktifkan sistem kelistrikan utama kendaraan.

Menurut Jaecoo, aki 12V dapat mengalami penurunan daya apabila kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama tanpa pengisian atau perawatan yang memadai. Perusahaan juga menyebut adanya kemungkinan sistem kelistrikan tetap mengonsumsi daya setelah pengemudi meninggalkan kendaraan.

  1. Jaecoo J5 EV menyeret tiang SPKLU hingga roboh

Insiden lain terjadi di SPKLU Center PLN UID Yogyakarta pada 15 Mei 2026. Sebuah Jaecoo J5 EV dilaporkan menyeret tiang pengisi daya hingga roboh setelah kabel charger tersangkut pada aksesori tambahan kendaraan.

Kejadian bermula ketika pengemudi melakukan pengisian daya menggunakan unit Ultra Fast Charging berkapasitas 200 kW. Posisi kendaraan kemudian hendak dipindahkan karena kabel charger dinilai tidak cukup menjangkau port pengisian.

Saat kendaraan bergerak, kabel charger yang masih menjuntai tersangkut pada aksesori bumper tambahan di bagian belakang mobil. Tarikan tersebut membuat tiang SPKLU ikut tertarik hingga roboh.

PLN kemudian memutus aliran listrik pada perangkat terdampak dan mengamankan area sekitar. Unit charger juga dinonaktifkan sementara untuk proses assessment teknis dan investigasi lebih lanjut. PLN menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berbagai kasus tersebut menjadi sorotan karena Jaecoo J5 EV sendiri memiliki penjualan yang tinggi di pasar Indonesia. Data retail sales GAIKINDO yang diberitakan pada Agustus 2026 menunjukkan penjualan J5 EV mencapai 20.186 unit sepanjang Januari-Juli 2026.

Namun, sejumlah laporan tersebut berasal dari kasus individual dan keluhan pengguna dengan penyebab yang berbeda-beda. Karena itu, rangkaian kejadian tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh unit Jaecoo J5 EV memiliki masalah yang sama.

Editor : Hendra
Sumber : jawapos.com
Jaecoo J5 EV Jaecoo Indonesia spklu mobil listrik otomotif