JawaPos.com - Membagikan momen workout di media sosial bukan sekadar soal pamer aktivitas fisik. Menurut psikologi, kebiasaan ini mencerminkan aspek tertentu dari kepribadian seseorang.
Orang yang rutin mengunggah latihan olahraganya di media sosial bisa memiliki motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Selain itu, ada faktor psikologi yang lebih dalam di balik kebiasaan ini, yang mencerminkan kepribadian tertentu.
Dilansir dari laman Geediting pada Jumat (31/7), terdapat sembilan ciri kepribadian orang yang suka unggah konten workout di media sosial menurut psikologi.
Baca Juga: 9 Kebiasaan Digital yang Tanpa Sadar Merusak Kesehatan Mental Menurut Psikologi
1. Mencari Validasi
Perilaku mencari validasi tampak jelas pada orang-orang yang rutin memposting aktivitas olahraga mereka di media sosial. Kebiasaan ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara bertahap hingga menjadi pola yang dapat diamati.
Mereka seringkali membagikan rutinitas fitness, foto perkembangan, hingga rencana makanan mereka secara online untuk mendapatkan likes, komentar, dan shares sebagai bentuk pengesahan atas usaha mereka.
Meski hal ini tidak selalu negatif dan bahkan bisa menjadi motivasi, penting untuk memahami bahwa kebutuhan akan validasi eksternal ini dapat mempengaruhi harga diri mereka seiring berjalannya waktu.
2. Memiliki Kedisiplinan Tinggi
Orang yang sering membagikan aktivitas workout mereka di media sosial umumnya memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Hal ini terlihat dari konsistensi mereka dalam mengunggah konten dan menjalankan rutinitas, mulai dari bangun pagi untuk lari hingga mengikuti pola makan yang ketat.
Kedisiplinan mereka bukan hanya tentang latihan fisik, tetapi juga mencakup komitmen untuk terus memberi informasi kepada pengikut tentang perjalanan fitness mereka. Meski sifat disiplin ini patut diacungi jempol dan bisa menginspirasi orang lain, penting untuk tetap menjaga keseimbangan agar tidak berujung pada kelelahan atau obsesi yang tidak sehat.
3. Cenderung Introvert
Berbeda dengan anggapan umum, banyak dari mereka yang aktif membagikan kegiatan olahraga di media sosial justru adalah introvert. Platform digital menjadi sarana mereka untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan interaksi langsung, dan mereka lebih suka melakukan aktivitas sendiri seperti angkat beban atau lari ketimbang olahraga tim.
Menariknya, postingan mereka justru mampu menarik komunitas yang memiliki minat sama, menciptakan ruang aman untuk berinteraksi secara virtual. Media sosial menjadi jembatan bagi para introvert ini untuk memenuhi kebutuhan sosial mereka dengan cara yang lebih nyaman.
Baca Juga: 8 Ciri Kepribadian Pria yang Jarang Tersenyum saat Difoto Menurut Psikologi
4. Kurang Percaya Diri
Di balik tampilan sempurna dan tubuh yang terolah, seringkali tersembunyi masalah kepercayaan diri. Postingan workout di media sosial bisa menjadi topeng yang menutupi ketidakamanan mereka, menciptakan ilusi kehidupan yang aktif dan sehat.
Meski terlihat percaya diri dan yakin dari luar, mereka mungkin sedang berjuang dengan perasaan tidak mampu atau keraguan diri di dalam. Validasi yang mereka dapatkan dari postingan seringkali menjadi penawar sementara untuk masalah yang lebih dalam.
5. Membangun Komunitas
Para pengguna media sosial yang rajin membagikan aktivitas workout mereka sebenarnya adalah pembangun komunitas yang handal. Mereka tidak hanya fokus pada pencapaian pribadi, tetapi juga menciptakan ruang bagi orang lain untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan keberhasilan.
Kolom komentar di postingan mereka sering menjadi tempat berkumpulnya energi positif dan dukungan mutual. Mereka mendengarkan, memberi semangat, dan menginspirasi orang lain dalam perjalanan kebugaran masing-masing.
6. Manusia Biasa
Mereka yang membagikan kegiatan workout di media sosial tetaplah manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Mereka juga mengalami hari-hari buruk, terkadang bangun kesiangan dan melewatkan jadwal olahraga, atau tergoda untuk makan makanan yang tidak sehat.
Studi menunjukkan bahwa influencer fitness berusaha menampilkan keaslian di media sosial dengan mengakui ketidaksempurnaan mereka untuk membangun kepercayaan dengan audiens. Dibalik setiap foto atau video, ada manusia yang sedang menjalani hidup seperti kebanyakan orang.
7. Memiliki Selera Humor
Di tengah keringat dan latihan yang berat, mereka yang rutin memposting kegiatan fitness online seringkali memiliki selera humor yang bagus. Postingan mereka tidak selalu serius atau intens, terkadang mereka membuat lelucon tentang perjuangan bangun pagi atau membagikan video lucu dari sesi latihan mereka.
Pendekatan ringan ini menjadi penyegar di dunia yang sering terobsesi dengan kesempurnaan. Humor mereka mengingatkan bahwa tidak perlu selalu serius dalam menjalani program kebugaran.
8. Terlalu Kompetitif
Orang-orang yang secara rutin memposting kegiatan workout mereka terkadang memiliki sifat kompetitif yang berlebihan. Mereka terus-menerus berusaha melampaui diri sendiri atau orang lain, bahkan ketika hal tersebut mungkin tidak baik untuk kesehatan mereka.
Kompetisi yang sehat memang bisa memotivasi, tetapi ketika berlebihan bisa menjadi pedang bermata dua yang mendorong mereka untuk memaksakan diri atau mengembangkan obsesi yang tidak sehat untuk mengalahkan orang lain.
9. Perjalanan Personal
Setiap postingan workout di media sosial merupakan bagian dari cerita kebugaran personal mereka. Setiap foto berkeringat, setiap pencapaian yang dibagikan mencerminkan dedikasi, perjuangan, kemenangan, dan perjalanan mereka menuju perbaikan diri.
Penelitian dalam BMC Psychology mengungkapkan bahwa individu sering mengalami tekanan sosial dan terlibat dalam perbandingan ketika melihat postingan terkait olahraga di media sosial.
Penting untuk menggunakan postingan mereka sebagai inspirasi, bukan perbandingan, karena setiap orang memiliki jalur, tujuan, dan kecepatan yang berbeda dalam mencapai target kebugaran mereka.
Baca Juga: 7 Perilaku Orang yang Tetap Bahagia meski Tak Kaya Menurut Psikologi
Editor : Candra Mega Sari