Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

9 Alasan Mengapa Orang dengan ADHD Cenderung Jatuh Cinta Terlalu Cepat Menurut Psikologi

Mohammad Maulana Iqbal • Senin, 27 Juli 2026 | 07:20 WIB
Ilustrasi orang cepat jatuh cinta (Magnific)
Ilustrasi orang cepat jatuh cinta (Magnific)

 

JawaPos.comPsikologi menjelaskan bahwa orang dengan ADHD memiliki kecenderungan kuat untuk jatuh cinta terlalu cepat dibanding kebanyakan orang pada umumnya.

Otak mereka cenderung mengarah pada limerence, perasaan cinta yang intens, yang membuat hubungan stabil terasa kurang menarik dibanding gejolak emosional.

Studi tahun 2025 menemukan bahwa pasangan dengan ADHD melaporkan tingkat kepuasan hubungan yang lebih rendah dibandingkan pasangan pada umumnya.

Dilansir dari laman YourTango pada Senin (27/7), inilah sembilan alasan mengapa orang dengan ADHD jatuh cinta terlalu cepat berdasarkan sudut pandang psikologi yang perlu dipahami.

Baca Juga: Menurut Psikologi, 5 Kata Lemah Lembut Ini Bisa Menghancurkan Orang Lain jika Diucapkan di Waktu yang Salah

1. Mencari Sensasi Dopamin dari Rasa Suka yang Baru

Fase awal hubungan atau masa bulan madu menawarkan lonjakan dopamin instan yang sangat didambakan oleh otak orang dengan ADHD.

Koneksi dan kisah cinta singkat ini bisa memicu dopamin yang terasa seperti hadiah, meski hubungan tersebut tidak selalu sehat.

Sama seperti kecenderungan lainnya, orang dengan ADHD bisa berkembang menjadi sangat bergantung pada sensasi ini demi kepuasan dan validasi.

2. Cepat Menjadi Terobsesi dengan Seseorang

Limerence, perasaan cinta yang intens dan berputar pada obsesi, bisa menjadi bentuk hiperfokus baru bagi orang dengan ADHD.

Mereka merasa sedang jatuh cinta, namun sebenarnya hanya terobsesi pada satu orang, yang sering memicu dinamika hubungan yang tidak sehat.

Mengejar atau berada di sekitar orang yang menjadi obsesi mereka menjadi sumber dopamin baru, meski caranya tidak sehat.

3. Tidak Benar-Benar Memahami Orang yang Mereka Cintai

Sangat mudah mengidealkan seseorang yang belum dikenal sepenuhnya, sehingga potensi yang dibayangkan menggantikan kenyataan tentang siapa orang tersebut.

Sebuah studi dalam Qualitative Research in Health menjelaskan bahwa sifat impulsif membuat orang dengan ADHD cepat terjun ke dalam hubungan baru.

Mereka jarang melihat tanda bahaya karena terlalu cepat melompat ke dalam perasaan jatuh cinta tanpa benar-benar mengenal orang tersebut.

4. Mengejar Orang yang Sulit Dijangkau secara Emosional

Otak ADHD mendambakan stimulasi, biasanya dalam bentuk kepuasan atau hadiah, sehingga mereka tertarik pada orang yang tidak konsisten atau sulit dijangkau.

Semakin orang tersebut menjauh, semakin besar pula keinginan untuk mengejarnya, menciptakan siklus tarik-menarik yang sulit dihentikan.

Kita semua memahami pola tarik ulur ini, namun otak ADHD bisa lebih terjebak dalam siklus mengejar yang tidak sehat ini.

Baca Juga: 8 Tanda Bahaya Salah Pilih Pasangan Menurut Psikologi yang Sering Diabaikan

5. Merasakan Ketertarikan dalam Intensitas yang Sangat Tinggi

American Psychological Association menjelaskan bahwa disregulasi emosi adalah gejala umum ADHD yang membuat perasaan dirasakan jauh lebih intens dari biasanya.

Tanpa kemampuan regulasi emosi yang cukup untuk menenangkan diri, mereka cenderung jatuh cinta dengan sangat cepat dan dalam pada orang yang belum benar-benar dikenal.

Fase awal hubungan sering didefinisikan oleh emosi yang sangat intens dan menyeluruh, kondisi yang sebenarnya sulit dikelola oleh siapapun.

6. Merasa Berharga ketika Dipilih oleh Seseorang

Sebuah studi dalam Journal of Attention Disorders menemukan bahwa banyak gejala ADHD berkaitan dengan rasa percaya diri yang rendah.

Mereka merasa menjadi versi terbaik dari diri sendiri saat menerima kekaguman dan validasi positif dari orang lain di awal hubungan.

Validasi instan ini terasa seperti solusi cepat untuk rasa tidak berharga, meski sebenarnya sangat tidak konsisten dalam jangka panjang.

7. Hanya Pernah Mengenal Satu Cara dalam Mendekati Cinta

Pola perilaku dalam hal cinta dan romansa sering mengikuti siklus yang sama dengan pola burnout yang umum dialami orang dengan ADHD.

Terutama jika belum terdiagnosis atau belum mendapat dukungan yang tepat, mengejar dopamin menjadi alasan utama mereka jatuh cinta begitu cepat.

Mereka hanya pernah mendekati cinta dengan cara ini, sehingga pola tersebut sudah terasa seperti naluri alami bagi mereka.

8. Melihat Orang Lain sebagai Cerminan dari Diri Sendiri

Orang dengan ADHD seringkali mendominasi percakapan dan berbicara lebih banyak dari rata-rata orang, terutama di kencan pertama dan awal hubungan.

Bagi mereka, orang yang mereka cintai sebenarnya hanyalah cermin yang memantulkan bagian-bagian dari diri mereka sendiri yang mereka sukai.

Mereka jatuh cinta dengan cepat karena merasa selaras dengan seseorang yang sebenarnya hanya merefleksikan kesenangan yang mereka rasakan tentang diri sendiri.

9. Mendambakan Dukungan Emosional yang Lebih Besar

Sebuah studi dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa banyak orang dengan ADHD merasa "dirugikan" dalam hubungan mereka.

Ada kesenjangan besar antara dukungan emosional yang mereka dambakan dan apa yang sebenarnya mereka terima dari pasangan mereka.

Sama seperti tertarik pada orang yang sulit dijangkau, mereka jatuh cinta cepat karena terus mengejar sesuatu yang belum mereka miliki.

Baca Juga: 7 Tanda Orang Bersikap Baik Hanya karena Ada Maunya Menurut Psikologi

Editor : Candra Mega Sari
ADHD jatuh cinta psikologi