Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

7 Makanan Bergizi yang Harus Dihindari saat Batuk dan Pilek Menurut Medis

Rabbany Wanadriani • Minggu, 17 Mei 2026 | 19:46 WIB
Ilustrasi orang yang sakit batuk pilek (Magnific)
Ilustrasi orang yang sakit batuk pilek (Magnific)

JawaPos.com - Ketika terserang batuk, pilek, atau dada terasa sesak, reaksi pertama kita biasanya adalah langsung mengonsumsi makanan sehat agar cepat sembuh.

Buah-buahan, produk susu, makanan laut, rempah-rempah, hingga makanan fermentasi sering kali menjadi pilihan utama karena dikenal ampuh mendongkrak daya tahan tubuh.

Namun, tahukah Anda? Penelitian medis justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Beberapa makanan bergizi ini secara paradoks bisa membuat gejala gangguan pernapasan jadi makin parah.

Dilansir dari NDTV, berikut adalah 7 makanan kaya nutrisi yang sebaiknya dihindari karena berpotensi memperburuk batuk, pilek, atau hidung tersumbat pada sebagian orang.

Baca Juga: Kaya Melanin! Konsumsi 7 Makanan Ini untuk Rambut Hitam Berkilau Tanpa Uban

1. Produk Susu

Produk susu kaya akan protein berkualitas tinggi, kalsium, vitamin B12, dan probiotik sehingga bernilai gizi tinggi.

Namun, produk susu sering dikaitkan dengan memburuknya batuk dan hidung tersumbat selama infeksi saluran pernapasan.

Selain itu, individu dengan intoleransi laktosa atau sensitivitas protein susu mungkin mengalami peningkatan peradangan, kembung, dan refluks, yang semuanya dapat memperburuk batuk.

2. Makanan Pedas

Makanan pedas mengandung capsaicin, senyawa bioaktif dengan manfaat antioksidan dan metabolik.

Meskipun capsaicin dapat membersihkan saluran hidung untuk sementara waktu, ia juga dapat mengiritasi saraf tenggorokan dan saluran napas yang sensitif.

Saat pilek, lapisan tenggorokan sudah meradang. Stimulasi capsaicin dapat menyebabkan sensasi terbakar, iritasi tenggorokan, batuk refleks, dan memperburuk kekeringan.

3. Kerang-kerangan

Kerang menyediakan seng, selenium, yodium, dan asam lemak omega-3, yang semuanya penting untuk kesehatan kekebalan tubuh.

Namun, kerang juga termasuk salah satu allergen makanan paling umum di seluruh dunia, sekaligus dapat memicu pelepasan histamin, bahkan pada individu tanpa alergi parah.

Histamin meningkatkan sekresi hidung, pembengkakan tenggorokan, gatal, dan sensasi lendir, yang dapat memperburuk hidung tersumbat dan batuk.

Selama pilek, ketika kadar histamin sudah tinggi karena aktivitas imun, kerang dapat memperparah gejala.

4. Buah Citrus

Buah citrus seperti jeruk dan lemon merupakan sumber vitamin C dan antioksidan, tetapi keasamannya dapat mengiritasi tenggorokan yang radang.

Pada orang dengan sakit tenggorokan atau refluks asam, yang umum terjadi saat pilek, jus jeruk dapat memperburuk sensasi terbakar, suara serak, dan sensitivitas refleks batuk.

5. Telur

Telur adalah makanan bergizi, kaya akan protein berkualitas tinggi, vitamin D, vitamin B12, selenium, dan kolin, yang mendukung kekebalan tubuh.

Namun, saat batuk atau pilek, telur dapat memperburuk hidung tersumbat atau ketidaknyamanan tenggorokan pada individu tertentu. 

Selain itu, telur yang digoreng dapat memperburuk refluks asam, yang merupakan penyebab batuk terus-menerus.

6. Makanan Fermentasi

Makanan fermentasi mendukung kesehatan usus dan kekebalan tubuh melalui probiotik.

Namun, makanan ini juga tinggi histamin yang dapat memperburuk hidung tersumbat dan sekresi lendir pada individu yang sensitif.

Histamin dari makanan dapat memperparah hidung berair, tekanan sinus, dan iritasi tenggorokan, serta memperburuk batuk.

7. Makanan dan Minuman Dingin

Smoothie, es krim, dan minuman dingin memang menghidrasi, namun dapat memicu pengencangan otot tenggorokan dan sensitivitas saraf. 

Selain itu, paparan dingin dapat memperburuk iritasi tenggorokan dan sensitivitas refleks batuk pada saluran napas yang meradang.

Baca Juga: 6 Jenis Makanan Tinggi Natrium yang Sering Terabaikan, Bukan Cuma Garam Dapur!

Editor : Candra Mega Sari
#makanan #batuk #pilek