JawaPos.com - Protein memegang peranan vital dalam membangun dan memperbaiki jaringan, menjaga massa otot, serta memperkuat sistem imun. Zat ini tersusun atas asam amino yang menjadi fondasi bagi kesehatan kulit, rambut, dan organ tubuh.
Idealnya, orang dewasa memerlukan asupan minimal 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap harinya, meski angka ini bisa bergeser sesuai usia dan kondisi fisik. Perlu diingat bahwa konsumsi protein yang melampaui batas kebutuhan tubuh dapat memicu dampak negatif.
Mengutip dari laman NDTV, berikut adalah lima risiko kesehatan akibat konsumsi protein berlebih.
Baca Juga: Jangan Dibuang! Ini 5 Manfaat Kulit Pisang untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya
1. Beban pada Ginjal
Tubuh Anda memecah protein menjadi komponen yang lebih kecil, termasuk nitrogen dan produk limbah lainnya.
Limbah ini menuju ginjal, tempat limbah tersebut disaring dan dikeluarkan melalui urin.
Ketika Anda mengonsumsi banyak protein, ginjal harus memproses lebih banyak produk sampingan ini, yang berarti ginjal bekerja lebih keras dari biasanya.
Beban tambahan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
2. Risiko Dehidrasi
Memproses protein ekstra membutuhkan lebih banyak air.
Saat ginjal menyaring nitrogen dan urea dari pemecahan protein, ginjal butuh banyak cairan untuk mengeluarkan limbah ini dari tubuh.
Ini berarti Anda mungkin buang air kecil lebih banyak dari biasanya, yang dapat menguras cadangan air tubuh.
Jika Anda tidak minum cukup untuk mengimbanginya, Anda bisa dehidrasi meskipun tidak merasa sangat haus.
3. Kenaikan Berat Badan
Protein bukanlah makanan bebas kalori.
Ketika Anda mengonsumsi protein lebih banyak, kalori ekstra tersebut tetap dihitung.
Jika total asupan kalori harian Anda lebih tinggi daripada yang Anda bakar, tubuh akan menyimpan kelebihan tersebut sebagai lemak.
Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan.
4. Ketidaknyamanan Pencernaan dan Masalah Usus
Diet tinggi protein yang rendah serat dapat memengaruhi pencernaan normal.
Tanpa cukup serat dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, atau kacang-kacangan, usus Anda mungkin kesulitan untuk menggerakkan makanan dengan lancar.
Hal ini dapat menyebabkan kembung, gas, sembelit, atau terkadang bahkan diare.
5. Efek Samping Lainnya
Kelebihan protein, terutama jika dikombinasikan dengan asupan karbohidrat yang sangat rendah, dapat mendorong tubuh ke kondisi yang disebut ketosis.
Pergeseran metabolisme ini dapat menyebabkan efek samping seperti bau mulut, kelelahan, mudah marah, dan kesulitan konsentrasi.
Baca Juga: Bukan Cuma Buahnya, Ini 6 Manfaat Biji Delima untuk Kesehatan yang Luar Biasa
Editor : Candra Mega Sari