JawaPos.com – Memberikan obat pada kucing sering terasa sulit, tetapi dengan teknik yang tepat proses ini bisa dilakukan lebih mudah dan aman. Perawatan ini penting karena memastikan kucing tetap mendapatkan terapi yang dibutuhkan tanpa menimbulkan stres berlebihan.
Memberikan obat pada kucing adalah tindakan memberikan pil, cairan, atau obat topikal sesuai resep dokter hewan untuk mendukung proses penyembuhan.
Menurut Nick Roman, DVM, MPH, dari Klinik Kucing College Station, teknik pemberian obat yang benar membantu menjaga efektivitas pengobatan sekaligus mengurangi risiko trauma pada kucing.
Memahami cara memberikan obat penting karena kucing yang tidak mengkonsumsi dosis dengan benar dapat mengalami perburukan penyakit.
Berikut 7 cara efektif memberikan obat pada kucing agar lebih mudah dan aman di rumah dilansir dari laman Msd Vet Manual, Minggu (31/8):
1. Pegang Kepala dengan Tepat
Pegangan kepala menentukan keberhasilan pemberian obat. Posisi yang benar adalah mengarahkan hidung kucing ke atas hingga menatap langit-langit.
Hal ini memudahkan membuka mulut tanpa melukai rahang. Ketika posisi stabil, kucing lebih mudah menerima obat.
Gunakan tangan yang lembut namun mantap agar kucing tidak memberontak. Pastikan dilakukan di tempat tenang untuk mengurangi stres.
2. Gunakan Teknik Pemberian Pil
Letakkan pil menggunakan ujung jari ke bagian belakang lidah kucing. Posisi ini mencegah kucing memuntahkan kembali obat yang diberikan.
Pil bisa ditempatkan dengan cepat agar tidak ada kesempatan menolaknya. Setelah itu, mulut dapat ditutup perlahan agar kucing menelan obat.
Berikan sedikit air menggunakan alat suntik khusus agar pil lebih mudah ditelan. Usap lembut tenggorokan kucing untuk merangsang refleks menelan.
3. Manfaatkan Alat Pet Piller
Pet piller adalah alat berbentuk tabung kecil dengan ujung karet untuk membantu meletakkan pil di belakang lidah. Alat ini membuat jarak tangan dengan mulut kucing lebih aman.
Penggunaan pet piller juga mengurangi resiko tergigit saat mencoba memasukkan obat. Efektivitasnya tinggi untuk kucing yang sulit diberi pil secara manual.
Pilih pet piller dengan ukuran sesuai mulut kucing agar lebih nyaman. Bersihkan alat setelah digunakan supaya tetap higienis.
4. Pemberian Obat Cair
Obat cair biasanya lebih mudah diberikan dibanding pil, tetapi tetap memerlukan teknik khusus. Kepala kucing sedikit dimiringkan ke atas untuk memudahkan aliran cairan.
Ujung suntikan ditempatkan di sisi mulut dekat gigi belakang. Cairan kemudian ditekan perlahan agar langsung masuk ke bagian belakang mulut.
Gunakan suntikan tanpa jarum agar aman. Berikan jeda sebentar bila dosis cukup banyak agar kucing bisa menelan secara bertahap.
5. Oleskan Obat Spot-On dengan Benar
Produk spot-on berbentuk cairan khusus yang dioles langsung pada kulit. Obat ini biasanya digunakan untuk pencegahan kutu atau cacing.
Bagian bulu dipisahkan hingga kulit terlihat jelas sebelum obat diteteskan. Lokasi paling aman biasanya di tengkuk agar kucing tidak bisa menjilatnya.
Pastikan kulit dalam keadaan kering sebelum pemberian. Hindari memandikan kucing beberapa hari setelah penggunaan agar obat bekerja maksimal.
6. Berikan Obat Mata atau Telinga dengan Hati-Hati
Obat tetes mata dan telinga membutuhkan ketelitian lebih. Kepala kucing harus ditahan lembut agar tidak bergerak tiba-tiba.
Teteskan obat sesuai anjuran tanpa menyentuh ujung botol ke permukaan kulit. Setelah itu, biarkan kucing berkedip atau goyangkan kepala untuk menyebarkan cairan.
Mintalah dokter hewan memperagakan teknik yang benar sebelum mencoba di rumah. Hal ini mengurangi risiko kesalahan dosis atau cedera.
7. Buat Pengalaman Lebih Nyaman
Memberikan obat sebaiknya dikaitkan dengan pengalaman positif. Setelah obat diberikan, berikan pujian atau camilan kecil agar kucing merasa tenang.
Teknik ini membantu membangun asosiasi baik terhadap proses pengobatan. Dengan begitu, kucing tidak terlalu stres ketika obat perlu diberikan lagi di lain waktu.
Gunakan suara lembut dan gerakan perlahan agar kucing tetap merasa aman. Sediakan selimut atau handuk untuk membantu menahan tubuh bila kucing terlalu aktif.
Memberikan obat dengan teknik yang tepat membantu menjaga efektivitas pengobatan sekaligus membuat kucing lebih nyaman. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah