JawaPos.com - Siapa pun tentu pernah mengalami rasa kurang percaya diri akibat bau ketiak. Baik pria maupun wanita, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, terutama ketika berada di tengah keramaian. Aroma tidak sedap yang berasal dari ketiak sering membuat orang sekitar merasa terganggu, sekaligus membuat kita merasa minder.
Dilansir dari laman puskesmaskutaselatan.badungkab.go.id, bau badan umumnya muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Sebenarnya, keringat itu sendiri tidak berbau. Namun, ketika bercampur dengan bakteri, barulah muncul aroma yang tidak sedap.
Tubuh memiliki dua jenis kelenjar penghasil keringat, yaitu kelenjar ekrin yang tersebar di seluruh tubuh, dan kelenjar apokrin yang dominan berada di area ketiak. Kelenjar apokrin inilah yang biasanya menjadi sumber utama bau ketiak.
Bau badan juga dipengaruhi berbagai faktor yang berbeda pada setiap individu, mulai dari jenis makanan, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga perubahan hormon. Menurut penjelasan di Alodokter, peningkatan hormon androgen yang biasanya terjadi saat pubertas membuat bau badan menjadi lebih menyengat. Inilah alasan mengapa masalah ini sering dialami remaja.
Selain itu, kondisi medis seperti diabetes, asam urat, gangguan tiroid, maupun masalah ginjal dapat membuat bau badan semakin kuat. Jika aroma tidak sedap tetap muncul meskipun sudah menjaga kebersihan tubuh, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Banyak orang mengandalkan deodoran sebagai cara cepat mengatasi bau ketiak. Namun, selain itu, ada pula metode alami yang lebih aman dan dapat dilakukan sendiri di rumah.
Berikut beberapa cara alami yang bisa dicoba untuk menghilangkan bau ketiak.
1. Minyak Kelapa
Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa mampu membasmi bakteri di kulit. Cukup oleskan minyak kelapa pada area yang sering berkeringat seperti ketiak, lalu bilas menggunakan air yang telah dicampur bubuk asam sitrat (1 sendok teh asam sitrat + 1 cangkir air). Keringkan dengan handuk, kemudian oleskan lagi minyak kelapa. Lakukan setiap hari untuk hasil maksimal.
2. Minyak Pohon Teh
Bersifat antibakteri dan antijamur, minyak pohon teh dapat mencegah bau tak sedap. Campurkan dua sendok teh minyak pohon teh dengan dua sendok makan air, lalu oleskan ke ketiak atau area lain yang lembap. Gunakan setiap hari agar hasil lebih efektif.
3. Minyak Lavender
Minyak esensial lavender dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Campurkan 10 tetes minyak lavender dengan tiga sendok teh tepung maizena dan dua sendok teh soda kue untuk membuat deodoran alami. Simpan dalam wadah tertutup dan gunakan sesuai kebutuhan.
4. Minyak Peppermint
Minyak peppermint memiliki sifat antibakteri. Oleskan langsung beberapa tetes di ketiak atau buat deodoran alami dengan mencampurkan 10 tetes minyak peppermint, empat sendok makan tepung maizena, empat sendok makan soda kue, dan empat sendok makan minyak kelapa. Simpan dalam wadah tertutup dan pakai setiap hari.
5. Cuka Sari Apel
Bisa membunuh dan mencegah pertumbuhan bakteri, cuka sari apel dapat digunakan langsung dengan kapas atau dibuat semprotan alami dengan mencampurkan setengah cangkir cuka sari apel dan satu cangkir air. Gunakan secara rutin untuk mengurangi bau badan.
6. Garam Epsom
Mengandung antioksidan yang membantu relaksasi tubuh sekaligus mengurangi keringat. Campurkan 2–3 cangkir garam Epsom ke dalam bak mandi berisi air hangat, lalu berendam selama 20 menit. Lakukan tiga kali seminggu.
7. Teh Hijau
Kaya antioksidan dan asam tanat, teh hijau membantu melawan bau badan dari dalam maupun luar. Minum teh hijau setiap hari untuk membantu detoksifikasi, atau oleskan ampas teh hijau dingin pada area berbau untuk mengendalikan bakteri. Hindari pemakaian setiap hari pada kulit agar tidak kering.
8. Air Lemon
Keasaman air lemon dapat menurunkan pH kulit sehingga bakteri sulit berkembang. Gosokkan setengah buah lemon langsung ke ketiak, diamkan hingga kering, lalu bilas dengan air hangat. Untuk kulit sensitif, encerkan dengan sedikit air terlebih dahulu.
9. Tomat
Asam pada tomat mampu membunuh bakteri, sementara sifat astringennya membantu mengecilkan pori-pori. Tambahkan sekitar 450 ml jus tomat ke dalam bak mandi berisi air hangat, lalu berendam 20–30 menit. Lakukan tiga hingga empat kali seminggu.
10. Air Mawar
Memiliki sifat astringen yang mengecilkan pori-pori dan mengurangi keringat. Campurkan tiga sendok makan air mawar dengan satu sendok makan cuka sari apel, simpan dalam botol semprot, dan gunakan kapan pun diperlukan untuk menyegarkan area ketiak maupun bagian tubuh lainnya. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah