Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Psikologi Ungkap 8 Kebiasaan Penting Gen Z dalam Menjaga Kesehatan Mental Mereka, Patut Ditiru!

Sharah Salsabila • Kamis, 31 Juli 2025 | 13:38 WIB
Ilustrasi pertemanan Gen Z (Dok. Freepik)
Ilustrasi pertemanan Gen Z (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, dikenal sangat peduli dengan kesehatan mental. Namun, mereka juga rentan mengalami masalah kesehatan mental, salah satunya karena sering terpapar media sosial yang penuh dengan pencapaian orang lain, yang bisa menimbulkan kecemasan tentang masa depan.

Penelitian dari American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa sekitar 91% Gen Z pernah merasakan setidaknya satu gejala fisik atau emosional akibat stres, seperti depresi, sedih, atau kehilangan minat dan semangat.

Meskipun begitu, Gen Z justru menjadi pelopor dalam cara menangani isu kesehatan mental. Berikut adalah delapan hal yang sering mereka lakukan untuk menjaga kesehatan mental, seperti yang dilansir dari Blog Herald:

1. Membuka Percakapan

Tidak seperti generasi sebelumnya yang mungkin menganggap kesehatan mental sebagai hal yang tabu, Gen Z berani membicarakannya secara terbuka, baik pribadi maupun di media sosial. Keterbukaan ini membantu mengurangi stigma dan membuat orang lebih mudah mencari bantuan. Menurut psikolog, ini adalah kemajuan besar untuk menjadikan kesehatan mental prioritas dan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.

2. Memprioritaskan Perawatan Diri

Bagi Gen Z, perawatan diri (self-care) bukan lagi kemewahan, melainkan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Psikolog setuju bahwa fokus pada perawatan diri adalah cara yang tepat untuk menjaga kesehatan mental.

3. Merangkul Terapi

Jika dulu terapi dianggap pilihan terakhir untuk masalah mental parah, Gen Z justru melihatnya sebagai alat untuk menjaga kesehatan mental secara keseluruhan. Mereka menganggap terapi sebagai langkah proaktif untuk memahami diri dan mengelola mental, bukan hanya solusi saat krisis.

4. Cerdas Digital

Sebagai generasi pertama yang tumbuh dengan teknologi, Gen Z memanfaatkan keahlian digital mereka untuk mencari informasi dan sumber daya kesehatan mental secara online. Mereka memakai aplikasi meditasi, ikut sesi terapi online, dan bergabung dengan grup dukungan digital. Platform ini menawarkan privasi, kemudahan akses, dan kenyamanan. Selain itu, mereka juga menggunakan media sosial untuk meningkatkan kesadaran, berbagi pengalaman, dan membangun komunitas seputar isu kesehatan mental.

5. Penuh Empati dan Pengertian

Gen Z tidak hanya bersimpati, tapi juga berempati. Mereka mau mendengarkan dan memahami bahwa masalah kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari pengalaman manusia. Mereka siap mendukung teman yang membutuhkan dan tidak ragu mencari bantuan saat diri sendiri kesulitan. Empati dan pengertian ini menciptakan budaya di mana tidak masalah untuk merasa tidak baik-baik saja.

6. Menyadari Pentingnya Pendidikan Kesehatan Mental

Gen Z mendorong agar pendidikan kesehatan mental masuk dalam kurikulum sekolah. Mereka paham bahwa pengetahuan itu kekuatan, dan dengan mendidik diri sendiri serta teman sebaya tentang kesehatan mental, mereka bisa lebih memahami dan mengelola emosi. Dorongan ini menunjukkan komitmen Gen Z untuk menciptakan perubahan jangka panjang dalam cara kita mendekati kesehatan mental.

7. Mengadvokasi Kesehatan Mental

Selain menjaga kesehatan mental mereka sendiri, Gen Z juga aktif mengadvokasi perubahan besar. Mereka menggunakan suara dan platform mereka untuk mendorong kebijakan dan sumber daya kesehatan mental yang lebih baik di sekolah, tempat kerja, dan komunitas. Mereka menuntut agar kesehatan mental dianggap sama pentingnya dengan kesehatan fisik, mendorong cakupan asuransi untuk layanan kesehatan mental, dan mengadvokasi pilihan terapi yang lebih mudah diakses dan terjangkau. Melalui advokasi ini, Gen Z mendorong perubahan sosial dan politik yang bermanfaat luas untuk perawatan kesehatan mental.

8. Menormalisasi Kerentanan

Mungkin perubahan paling mendalam yang dibawa Gen Z adalah menormalisasi kerentanan. Mereka memahami bahwa mengakui kesulitan atau mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan. Mereka tidak takut berbagi perjuangan dan kemenangan, meminta bantuan, atau mengakui saat mereka tidak baik-baik saja. Pendekatan terbuka dan jujur ini mengubah cara kita memandang kesehatan mental dan kerentanan. Pergeseran ini tidak hanya menguntungkan Gen Z, tetapi juga semua orang, membuka jalan bagi masa depan di mana masalah kesehatan mental disambut dengan pemahaman dan dukungan, bukan penilaian atau stigma.

Pada intinya, meskipun Gen Z dikenal rentan terhadap gangguan mental, merekalah yang justru membawa pemahaman dan pendekatan baru terhadap kesehatan mental.

Editor : Candra Mega Sari
#Gen Z #generasi z #kesehatan mental #psikologi