Canola: Pertanda Musim Semi dan Pembawa Keceriaan
Bernama ilmiah Brassica napus dan lebih dikenal sebagai nanohana (菜の花) di Jepang, yang secara literal berarti 'bunga yang bisa dimakan', bunga berwarna kuning cerah ini disebut-sebut membawa hanakotoba yang bermakna keceriaan dan kecerahan; sedangkan dalam floriografi Barat, bunga yang juga disebut rapeseed dan field mustard ini menjadi lambang dari kesuburan, daya tahan, serta energi tak terbatas.
Rumpun bunga kecil ini biasanya mekar dari bulan Februari hingga Maret (dan kadang bisa sampai akhir Mei), sehingga canola juga disebut-sebut sebagai pertanda dari datangnya musim semi.
Makna-makna tersebut sesuai dengan perkembangan karakter Hatori Chise yang pada saat itu mulai bersemi atau 'lahir lagi' setelah 'mati' pada musim dingin dan membawa keceriaan untuk Elias serta orang-orang di lingkungannya yang baru; pun, arti bunga ini dalam floriografi juga sejalan dengan peran si gadis sebagai Sleigh Beggy yang memiliki energi sihir tak terbatas meski tubuhnya rapuh dan fana.
Hellebore: Lambang Kecemasan dan Kedamaian
Bunga yang umum disebut sebagai eliabar, atau mawar natal (kurisumasu rōzu; クリスマスローズ) di Jepang, ini miliki banyak warna, mulai dari merah, merah muda, ungu, kuning, dan putih. Dan, eliabar yang ditemui oleh Chise di Negeri para Naga adalah yang berwarna putih, yang mana bisa jadi merupakan spesies Helleborus niger.
Dalam hanakotoba, bunga ini melambangkan kenangan dan sering kali jadi bentuk ungkapan agar si penerima tidak melupakan atau memperhatikan kesengsaraan si pemberi; sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga yang sebenarnya beracun ini membawa simbol yang kontradiktif, yaitu melambangkan kedamaian sekaligus kecemasan; sementara, pada Abad Pertengahan, bunga ini biasa dianggap sebagai jimat penolak bala.
Bunga eliabar memanglah bunga yang miliki pesona misteriusnya sendiri. Meski disebut 'mawar natal', tapi bunga ini bukan tergolong famili Rosacea, malah termasuk golongan Ranunculaceae.
Terlihat layaknya bunga biasa, tetapi bunga ini selalu diabaikan oleh hewan-hewan sebab seluruh bagian bunga ini cukup beracun; daunnya mengandung alkaloid, akarnya mengandung glikosida jantung, getahnya mengandung ranunculin protoanemonin. Pun, nama bunga ini, helleborus, berasal dari bahasa Yunani Kuno heleîn, yang berarti "melukai", dan borá, yang berarti "makanan".
Kehadiran bunga ini, selain menggambarkan kondisi mental Chise, yang pada saat itu masihlah cemas dengan makna eksistensi dirinya serta bagaimana orang-orang melihatnya, juga dengan berbagai hal yang asing dan baru baginya di dunia sihir; pun, selain cemas, si Sleigh Beggy juga berharap agar ada orang yang mau memahami diri serta kesengsaraan yang selama ini dialaminya. Dan, semua cemas dan gundahnya terjawab saat ia mengunjungi Negerinya para Naga bersama Elias dan Lindel.
Tulip: Simbol Harapan dan Senyuman yang Bawa Keceriaan
Bunga berikutnya adalah tulip (Tulipa sp.), atau disebut sebagai chūrippu (チューリップ) di Jepang ini, secara umum, miliki hanakotoba yang bermakna kasih sayang, kemurah-hatian, dan kepercayaan.
Sementara, dalam floriografi Barat, bunga ini berarti ketenaran, pasangan yang sempurna, cinta yang mendalam, serta kelahiran kembali. Pun, pada era Victoria, bunga ini sering menjadi simbol dari amal kebajikan dengan sifatnya yang ceria dan menandai musim serta awal yang baru.
Seperti mawar dan beberapa bunga yang maknanya bisa berubah tergantung warnanya, tulip pun demikian. Dan, tulip yang dijumpai oleh Chise di Negerinya para Naga adalah berwarna kuning, yang miliki makna yang cukup kontradiktif. Dalam hanakotoba bermakna cinta yang tanpa harapan serta ketenaran; dalam floriografi Barat berarti cinta tak berbalas, harapan, dan keceriaan; pada era Victoria, tulip kuning menjadi ungkapan bahwa si penerima memiliki senyum yang menggemaskan dan secerah mentari; pun, ada kepercayaan kalau menanam bunga ini akan memberi anda keberuntungan dan kemakmuran.
Arti kemunculan bunga ini bagi Chise bisa dimaknai banyak hal, mulai dari cinta yang tak berbalas atau tanpa harapan, sebab saat itu ia dan Elias sama-sama belum memahami apa yang dimaksud dengan cinta; ketenaran, dengan mana orang-orang dan bahkan makhluk-makhluk di dunia sihir mengenal Chise sebagai Sleigh Beggy dan Elias sebagai Thorn Mage, bahkan tanpa perlu bertemu dengan mereka; harapan, dengan mana perjalanan keduanya ke Negeri para Naga ini memberi Chise percikan asa yang baru; dan, bahwa senyum si Gadis Berambut Merah ini memanglah secerah mentari yang membawa keceriaan bagi orang-orang di sekitarnya.
Cosmos: Simbol Harmoni dan Cinta yang Abadi
Bunga yang disebut sebagai autumn cherry blossom atau akizakura (秋 桜) ini, secara umum, dalam hanakotoba melambangkan harmoni, kerendahan hati, kejujuran hati seorang gadis, cinta, dan kepolosan; sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga ini bermakna harmoni, keteraturan, kedamaian, ketenangan, kesederhanaan, kegembiraan, cinta, serta ketahanan dan kemandirian; sementara, pada era Victoria, cosmos menyimbolkan kebahagiaan atau kegembiraan dalam cinta dan kehidupan.
Bunga dari famili Asteraceae ini mendapatkan namanya dari bahasa Yunani kosmos yang berarti "dunia", "keteraturan" atau "susunan yang harmonis" dikarenakan kelopaknya tersusun sangat rapi, seolah-olah mencerminkan keteraturan dan harmoni alam semesta, sehingga ketika seseorang memberi seikat bunga cosmos, maka sama artinya dengan mereka memberi alam semesta kepada si penerima.
Sama dengan tulip, yang maknanya bisa berubah berdasarkan warna kelopaknya, cosmos pun miliki makna yang beragam. Dan, bunga cosmos yang ditemui Chise di Negeri para Naga adalah berwarna keunguan, yang melambangkan kekuatan, misteri, kewibawaan, kebanggaan, serta cinta yang abadi.
Bahasa bunga di atas sejalan dengan makna kehadiran Chise sebagai Sleigh Beggy yang penuh misteri serta menjadi kebanggaan bagi Elias dan (harusnya) dirinya sendiri. Pun juga bunga ini menjadi harapan agar cinta di antara mereka abadi meskipun eksistensi si gadis ialah fana.
Linden: Simbol Pusat Komunitas dan Keterhubungan
Selanjutnya adalah bunga dari pohon linde (Tilia sp.), atau dikenal sebagai lime tree di kepulauan Britaina dan shinanoki (シナノキ) di Jepang.
Dalam hanakotoba, bunga dari pohon ini bermakna pernikahan serta cinta yang mengiringinya; sedangkan, dalam floriografi Barat melambangkan rumah tangga serta cinta di antara suami-istri.
Sementara, makna pohon (dan bunga) linden dalam berbagai folklor adalah lekat kaitannya dengan pusat komunitas, dengan mana tanaman yang jadi pohon suci bagi bangsa Seltik dan Skandinavia ini merupakan tempat di mana orang-orang biasa berkumpul di bawahnya. Selain itu, pohon yang juga disebut sebagai namdar ini menyimbolkan keterhubungan, awal yang baru, serta kedamaian.
Tak hanya itu, bunga dari pohon ini juga menjadi ungkapan untuk melepaskan segala kebencian serta perasaan yang kompleks seperti merasa bebas untuk memiliki hati yang penuh cinta bagi jiwa-jiwa yang hilang dan orang-orang terkasih; tanpa rasa sakit, kehilangan, kesedihan, kekosongan atau kesepian.
Makna-makna di atas, selain secara sempurna menjelaskan hubungan di antara Chise dengan Elias sebagai sepasang suami-istri, juga sejalan dengan perkembangan plot dan karakter si gadis ke depannya yang terlihat melalui usahanya untuk memulai awal yang baru dengan melepaskan segala kebenciannya terhadap dunia serta dirinya sendiri dan mulai mencoba untuk terhubung dengan lingkungan serta orang-orang di sekitarnya. Pun, ungkapan perasaan kompeks di atas juga sesuai dengan apa yang dirasakan oleh si Sleigh Beggy saat ia membersamai Nevin, sang Naga, menjelang akhir hayatnya.
Evening Primrose: Simbol Cinta dalam Diam dan Keindahan yang Fana
Bunga terakhir yang dijumpai oleh Chise di Negeri para Naga adalah bunga yang hanya mekar saat malam hari, yaitu evening primrose (Oenothera speciosa) atau sembulau malam, yang disebut sebagai matsuyoigusa (マツヨイグサ) di Jepang.
Dalam hanakotoba bunga ini melambangkan cinta dalam diam dan ketidak-stabilan; sedangkan, menurut floriografi Barat, bunga ini bermakna pengabdian bisu serta inkonsistensi; sementara, secara umum, bunga ini menyimbolkan kebaruan serta awal yang baru.
Menurut beberapa kepercayaan, seperti dalam folklor di Amerika, bunga ini dipercaya sebagai bukti ketahanan, keindahan abadi; dalam mitologi Irlandia, bunga ini disebut-sebut merupakan kesukaan para peri dengan mana sembulau malam adalah gerbang menuju dunia mereka; sementara, secara spiritual, matsuyoigusa dianggap melambangkan sifat fana dalam kehidupan dengan mana bunga ini menceritakan keindahan yang cepat berlalu dan mengundang refleksi pada momen-momen tertentu yang mendefinisikan eksistensi seseorang di dunia.
Makna di atas sesuai dengan perasaan yang dialami oleh Chise pada saat Lindel mengajaknya untuk menari bersama para elf (atau peri) saat malam bulan purnama di Negeri para Naga, dengan mana saat itu si Sleigh Beggy, diam-diam mulai dirayapi oleh perasaan cinta serta kerinduan kepada Elias; selain itu juga, bunga ini menandai awal yang baru baginya dengan mana ia mulai semakin tertarik dengan dunia sihir dan pada saat itu ia juga menengok ke belakang untuk mencari definisi dari eksistensinya.
Editor : Candra Mega Sari