JawaPos.com - Jamur sering kali ditemukan pada makanan, terutama jika telah disimpan terlalu lama atau tidak dalam kondisi yang sesuai. Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan.
Jamur adalah organisme mikroskopis yang dapat tumbuh pada makanan dalam kondisi lembab dan hangat. Struktur jamur mencakup akar seperti benang yang dapat menyebar hingga ke dalam makanan.
Memahami dampak jamur pada makanan penting untuk mencegah risiko kesehatan. Racun yang dihasilkan jamur dapat menyebabkan gangguan serius jika tidak ditangani dengan benar.
Berikut adalah 7 cara efektif mencegah dan mengatasi jamur pada makanan untuk kesehatan lebih terjaga, dilansir dari laman Usda, Sabtu (11/1).
1. Jenis Jamur pada Makanan
Jamur seperti Aspergillus dan Penicillium adalah jenis yang sering muncul pada makanan. Aspergillus dapat menghasilkan mikotoksin, termasuk aflatoksin, yang berdampak buruk pada kesehatan.
Jamur ini sering ditemukan pada produk seperti biji-bijian, kacang, dan buah-buahan. Penicillium biasanya ditemukan pada roti, keju, atau produk susu yang disimpan terlalu lama.
Jamur dapat muncul sebagai bintik hijau, putih, atau abu-abu di permukaan makanan. Jenis dan karakteristik jamur sangat penting diketahui untuk tindakan pencegahan.
2. Dampak Mikotoksin pada Kesehatan
Mikotoksin adalah zat beracun yang dihasilkan oleh jamur tertentu. Senyawa ini dapat mempengaruhi fungsi organ vital seperti hati dan ginjal.
Dalam beberapa kasus, mikotoksin juga berisiko menyebabkan kanker jika terpapar dalam waktu lama. Organisasi kesehatan internasional menganggap mikotoksin sebagai salah satu ancaman serius dalam makanan.
Paparan zat ini sering kali terjadi melalui konsumsi makanan yang tidak disimpan dengan baik. Mencegah pertumbuhan jamur adalah langkah utama untuk melindungi kesehatan.
3. Jamur dan Bakteri pada Makanan
Jamur sering tumbuh bersama bakteri pada makanan yang terkontaminasi. Kolaborasi ini memperparah risiko kesehatan akibat makanan yang tidak layak konsumsi.
Jamur dan bakteri menghasilkan senyawa yang mempercepat kerusakan makanan. Kehadiran keduanya dapat menyebabkan keracunan makanan yang gejalanya meliputi mual, muntah, dan diare.
Makanan yang terlihat berjamur sebaiknya langsung dibuang, bukan hanya dipotong bagian yang terkontaminasi. Kesadaran akan bahaya ini penting untuk pencegahan.
Pastikan kelembaban dalam rumah tidak melebihi 40 persen agar jamur sulit berkembang. Hindari menyimpan makanan terlalu lama, terutama di tempat dengan suhu tinggi.
Gunakan pembungkus plastik atau wadah kedap udara untuk menjaga makanan tetap kering. Langkah-langkah ini membantu mencegah pertumbuhan jamur secara signifikan.
6. Manfaat Jamur dalam Produksi
Makanan Jamur juga memiliki peran penting dalam pembuatan beberapa jenis makanan. Keju seperti Roquefort, Gorgonzola, dan Camembert menggunakan jamur tertentu dalam proses pembuatannya.
Jamur pada keju ini aman dikonsumsi karena tumbuh dalam lingkungan yang terkendali. Proses fermentasi yang melibatkan jamur memberikan rasa dan tekstur unik pada produk.
Penggunaan jamur pada makanan telah diawasi dengan standar ketat untuk menjamin keamanannya. Jamur yang bermanfaat ini berbeda dengan jamur liar yang tumbuh tanpa kontrol.
7. Kesadaran dalam Membeli Makanan
Perhatikan kondisi makanan saat berbelanja, terutama produk segar seperti buah dan sayur. Hindari membeli makanan yang terlihat memar atau sudah ada tanda jamur di permukaannya.
Periksa juga kondisi makanan dalam kemasan, terutama pada produk yang diawetkan. Pastikan untuk membeli makanan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan agar tidak disimpan terlalu lama.
Laporkan ke pihak toko jika menemukan produk yang sudah berjamur di rak. Langkah ini membantu menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi.
Jamur pada makanan bisa menjadi sumber risiko kesehatan jika tidak ditangani dengan baik. Menjaga kebersihan dan menyimpan makanan dengan benar membantu menghindari dampak buruk jamur.