Penyakit eksim ini dapat memiliki dampak buruk terhadap kesehatan kulit. Diketahui sebanyak 18 juta orang menderita penyakit eksim. Gejala eczema akan muncul dalam jangka waktu yang panjang atau bahkan seumur hidup. Tak hanya ruam dan gatal, eksim atau dermatitis atopik ini menimbulkan berbagai masalah kulit seperti kulit kering, kasar, terasa tebal, dan bersisik.
Penyebab eczema hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, berbagai studi menunjukan bahwa ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab munculnya eksim atau dermatitis atopik, dilansir dari laman alodokter.com.
Baca Juga: Legakan Tenggorokan yang Gatal! Ketahui Delapan Cara Mengatasi Batuk dengan Efektif dan Mudah
1. Kelainan Genetik
Salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyakit eksim adalah mutasi genetik, yakni pada gen CARD11. Mutasi pada gen ini bisa membuat sel imun tubuh yang disebut limfosit T tidak berfungsi dengan baik, sehingga sistem kekebalan tubuh bisa terganggu.
Selain itu, penyebab eksim juga dikaitkan dengan adanya mutasi gen FLG yang menghasilkan filaggrin. Filaggrin adalah protein yang penting untuk melindungi dan melembapkan lapisan kulit teratas (epidermis). Tanpa filaggrin yang cukup, kulit akan menjadi kering hingga akhirnya rentan mengalami eksim.
2. Riwayat Penyakit dalam Keluarga
Riwayat penyakit dalam keluarga juga berperan. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan asma, rhinitis alergi, atau eksim, ia lebih mungkin terkena eksim.
3. Gangguan Sistem Imun Tubuh
Gangguan sistem imun yang terlalu aktif terhadap alergen dapat memicu peradangan kulit, meningkatkan risiko eksim.
Selain beberapa penyebab di atas, ada juga faktor lain yang dipercaya dapat memicu terjadinya eksim atau bahkan memperburuk gejalanya, yaitu:
- Perubahan hormon
- Alergi makanan, misalnya alergi terhadap susu sapi, telur, kacang, kedelai, seafood, atau gandum
- Paparan alergen dari lingkungan, seperti suhu dingin atau panas, udara kering, bulu hewan, debu, asap rokok, atau serbuk sari tanaman
- Penggunaan sabun dan pembersih dengan kandungan zat kimia keras dan iritatif bagi kulit, misalnya deterjen dan pewangi
- Bahan pakaian yang tidak nyaman dan dapat menimbulkan iritasi, seperti wol atau kain sintetis
Pengobatan eczema bertujuan untuk mengurangi munculnya rasa gatal yang menimbulkan terjadinya infeksi pada kulit tubuh. Melansir dari laman ciputrahospital.com, berikut langkah pengobatan atau upaya preventif penyakit eczema yang dapat dilakukan:
1. Penggunaan Pelembap Kulit
Penggunaan pelembab kulit memiliki banyak manfaat, seperti mencegah kulit kering dan gatal, serta mengurangi rasa terbakar. Gunakan pelembab beberapa kali sehari, terutama setelah mandi atau mencuci tangan.
2. Relaksasi
Stress berhubungan dengan kesehatan kulit, dan metode seperti self-hypnosis, meditasi, dan terapi biofeedback dapat membantu. Jika tidak paham relaksasi, menemui terapis profesional adalah pilihan yang baik.
3. Obat-obatan
Obat-obatan, seperti krim kulit dan fototerapi, juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit kulit eksim, tetapi konsultasikan dengan Dokter sebelum penggunaan, terutama jika akan dioleskan pada anak-anak
Penyakit eksim akan berbahaya dan mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak segera ditangani. Penanganan yang tepat dengan metode yang tepat akan membantu meringankan dan menyembuhkan penyakit eksim. Meminta bantuan dari dokter atau ahli profesional akan menjadi pilihan yang teat untuk membantu menangani dan memberi penanganan yang tepat untuk penderita penyakit eczema.
Baca Juga: Stop Menggaruk Kulit! Ketahui 10 Cara untuk Mengatasi Gatal dengan Bahan-Bahan Alami di Rumah
Editor : Candra Mega Sari