JawaPos.com - Pastinya kita sudah tidak asing dengan istilah bakery dan pastry dalam dunia kuliner. Keduanya seringkali dijadikan makanan penutup di seluruh dunia. Bakery dan pastry seringkali dianggap sama, tetapi keduanya mempunyai perbedaan yang cukup signifikan.
Meskipun melalui proses pembuatan yang hampir sama, kedua makanan penutup ini mempunyai teknik pembuatan dan karakteristik tersendiri. Maka dari itu, pastry dan bakery mempunyai keunikan masing-masing yang menjadikannya istimewa.
Melansir dari hicookofficial.com, berikut ini merupakan perbedaan antara pastry dan bakery yang perlu anda ketahui agar tidak salah memilih makanan penutup.
Pastry
Pastry merupakan adonan yang dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai jenis makanan hidangan penutup. Adonan ini terbuat dari tepung terigu, air, garam, serta mentega atau margarin. Kemudian bahan-bahan tersebut diproses menjadi adonan yang elastis dan membuat berbagai jenis pastry, seperti croissant, choux, danish pastry, kue tart, dan sebagainya.
Bakery
Bakery mempunyai adonan yang kurang lebih memiliki bahan sama dengan pastry. Namun, bakery memiliki tambahan ragi agar kue yang dihasilkan dapat mengembang sempurna. Beberapa jenis bakery yang cukup terkenal adalah donat, sponge cake, bika ambon, dan sebagainya.
Baca Juga: Perbedaan Roti Tawar dan Roti Gandum, Mana yang Lebih Sehat? Yuk Simak Kandungan Nutrisinya di Sini
Perbedaan Pastry dan Bakery
Ternyata pastry dan bakery mempunyai tiga perbedaan yang terletak pada bahan-bahan, proses pembuatan, hingga tekstur yang dihasilkan.
Bahan-Bahan yang Digunakan
Meskipun pastry dan bakery memiliki bahan yang hampir sama. Akan tetapi, komposisi yang digunakan cukup mempunyai perbedaan. Pastry biasanya menggunakan tepung terigu dengan kandungan gluten yang rendah dibandingkan bakery. Dengan begitu, hasilnya akan lebih kering dan renyah.
Bahan-bahan pastry mengandung lemak yang lebih tinggi agar memperoleh hasil yang kering dan renyah layaknya mentega, shortening, minyak, dan margarin.
Tentunya fungsi lemak pada pastry dan bakery juga berbeda. Lemak pada pastry membantu proses pengeringan menjadi lebih cantik dan mengilap. Sementara itu, lemak berfungsi sebagai peningkat rasa pada bakery.
Proses Pembuatan
Pastry mempunyai proses pembuatan yang jauh lebih sulit dibandingkan dengan bakery karena melewati beberapa tahapan proses pencampuran adonan, penggilingan, pelapisan, dan pemanggangan. Adapun itu, membuat pastry juga memerlukan kreativitas yang tinggi agar hasil lebih menarik.
Proses pembuatan yang cukup signifikan antara pastry dan bakery adalah proses fermentasi. Bakery membutuhkan ragi untuk berfermentasi. Pada prosesnya, adonan akan dibiarkan dalam suhu tertentu sehingga ragi atau bakteri mampu berkembang biak dan menciptakan gas karbon dioksida. Selain itu, menghasilkan banyak senyawa yang memberikan aroma dan rasa yang khas, meningkatkan keawetan, serta menjadikan produk lebih lembut dan empuk.
Tekstur yang Dihasilkan
Pastry mempunyai tekstur yang kering dan lembut pada bagian luarnya, serta mempunyai beberapa lapisan. Tekstur tersebut berasal dari kandungan lemak yang tinggi agar hasil pastry lebih renyah setelah dipanggang.
Di sisi lain, bakery memiliki tekstur yang lebih halus dan lembut karena melewati proses pengembangan yang sempurna. Selain itu, kandungan lemak yang berada di dalamnya berfungsi untuk mengikat tepung dan meningkatkan rasa pada hasil produk bakery.
Editor : Candra Mega Sari