JawaPos.com - Setelah hampir tujuh tahun hiatus dari dunia musik, Maudy Ayunda kembali dengan karya baru. Tidak hanya single, namun album bertajuk Pada Suatu Hari yang berisi sepuluh lagu.
Album keempat itu terasa personal untuk penyanyi dan penulis lagu 29 tahun tersebut. Dari sepuluh lagu, sembilan di antaranya ditulis sendiri oleh Maudy. Kolaborasi dengan musisi senior Iwan Fals di salah satu lagu memberikan nuansa yang kian puitis.
Baca Juga: The Panturas Rilis Minialbum Galura Tropikalia, Berselancar Arungi Bumi Pasundan
Dalam peluncuran album di Plaza Indonesia, Jakarta, kemarin (3/12), diperdengarkan lima lagu. Salah satunya Bulan, Bawa Aku Pulang. Lagu pertama itu memiliki melodi indah dan menghadirkan mood ”introver”. Mendengarkannya cocok saat sendirian hingga bisa merenungkan kehidupan seperti petikan liriknya, ”Bulan bawa aku, bawa aku pulang. Sungguh aku butuh ruang. Aku hanya ingin bisa sunyi sendiri”.
Maudy menuturkan, lagu itu begitu personal karena ditulis berdasar apa yang dia rasakan. ”Ada saat di mana butuh kesendirian. Namun, lagunya dibalut dalam bentuk perbincangan dengan bulan,” paparnya.
Lagu itu menjadi salah satu track favoritnya. Dia berharap lagu tersebut menjadi teman bagi setiap orang yang membutuhkan kesendirian. ”Bukan karena menjauh, bukan karena tidak peduli. Tapi, memang kadang kita butuh sendiri dulu,” ujarnya sembari curhat.
Dia juga menceritakan kolaborasinya dengan Iwan Fals dalam lagu Puisi Kota yang dirilis sepekan lalu (25/11). Buat Maudy, bekerja sama dengan Iwan Fals merupakan mimpinya. ”Saya melihat Om Iwan Fals sebagai role model. Beliau berani jujur dalam berkarya, mengkritik, membawa tema sosial dalam karya,” papar istri Jesse Choi itu.
Penyanyi yang juga pemeran film itu menceritakan betapa terkesannya dirinya saat membawa lagu tersebut kepada Iwan Fals dan langsung diterima. Tanpa diubah sedikit pun. ”Padahal, aku sudah bilang boleh diubah seperti apa pun. Mau bagaimana. Tapi langsung diterima, sebegitu low profile-nya Om Iwan ini,” ungkap Maudy.
Selain dua lagu di atas, delapan lainnya Hari Itu; Pada Suatu Hari (seperti judul albumnya), Melihat, Mendengar, Mengerti; Dipeluk Jeda; Rompi Biru, Layar, Cahaya, dan Satu Langkah.
Lewat sepuluh lagunya dalam album Pada Suatu Hari, Maudy seakan bercerita kepada para pendengarnya. Menyampaikan refleksi diri dan eksplorasinya akan dinamika kehidupan. Dalam album tersebut, Maudy juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi kenamaan, antara lain, Mikha Angelo, Lafa Pratomo, dan Barsena Bestandhi. (idr/c6/nor)
Editor : Hendra