JawaPos.com - Biji kurma mulai mendapatkan perhatian peneliti dan pelaku bisnis. Sebab, biji kurma mengandung serat, protein, karbohidrat, zat bioaktif fenol, mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, fosfor, natrium, dan zat besi. Zat-zat tersebut sudah diketahui peran biologisnya. Termasuk sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus, dan pengaturan sistem imun. Temuan ini memberikan peluang pengembangan pemanfaatannya sebagai nutrasetikal.
Konsumsi buah kurma meningkat cukup signifikan dari tahun ke tahun. Mesir, Saudi Arabia, dan Iran termasuk tiga negara besar produsen kurma. Tunisia adalah eksportir dunia terbesar pada beberapa tahun lalu. Peningkatan itu diikuti pula dengan berbagai variasi produknya.
Selain kurma kering, ada berbagai inovasi makanan berbahan buah kurma. Misalnya, puding kurma, biskuit kurma, permen cokelat kurma, jeli, selai, hingga sirup kurma. Pembuatan produk-produk itu hanya membutuhkan daging buah. Sedangkan biji yang beratnya mencapai 10–15% dari berat buah kurma segar itu dibuang begitu saja.
Kondisi itu secara langsung menimbulkan masalah peningkatan volume biji kurma yang harus dibuang. Muncul ide pemanfaatan biji sebagai bagian dari strategi ”zero waste”.
Minyak Biji Kurma
Ada kandungan minyak pada biji kurma. Seperti minyak biji umumnya, terdapat kandungan asam lemak jenuh dan tidak jenuh dengan variasi perbandingannya yang bergantung pada daerah asal buah. Ada asam oleat, linoleat, palmitat, miristat, dan laurat. Ada vitamin E, yaitu tokoferol dan tokotrienol, yang sudah dikenal aktivitasnya sebagai antioksidan alami. Ada kandungan sterol, antara lain β-sitosterol, campesterol, kolesterol, stigmasterol dalam jumlah sedikit. Kandungan lain yang perlu diperhitungkan adalah senyawa golongan fenol, seperti gallic acid dan caffeic acid.
Komposisi kandungan dan karakteristik minyak biji kurma ini memberikan indikasi pemakaiannya dalam dunia kuliner. Adanya asam lemak jenuh dan zat antioksidan menyebabkan minyak tidak mudah tengik dan tahan temperatur tinggi. Minyak biji kurma dapat dipakai untuk memasak. Termasuk menggoreng, memanggang, atau sekadar ditambahkan sebagai penambah rasa spesifik.
Untuk kosmetik, minyak biji kurma mulai menjadi pilihan. Mengoleskan minyak ini pada kulit kepala dengan pijatan membantu mengendalikan kerontokan rambut, memacu pertumbuhan, dan memperbaiki tekstur rambut. Ini berkaitan erat dengan kandungan zat besi. Juga dapat menjaga kelembapan kulit, utamanya karena adanya kandungan vitamin B, A, zat besi, disertai aktivitas antioksidan dan antimikroba yang baik untuk kesehatan kulit.
Baca Juga: Minuman Penghangat di Kala Musim Hujan, Ramuan Turun-temurun Berbahan Jahe Warisan Sunan Kudus
Suplemen Biji Kurma
Latihan fisik dengan intensitas tinggi (high-intensity interval training) adalah salah satu cara yang efisien untuk memperbaiki fungsi peredaran darah, penggunaan oksigen secara maksimal, dan efisiensi kapasitas jaringan otot sebagai penghasil energi. Agar mampu melakukannya, orang biasanya mengonsumsi berbagai jenis suplemen dengan harapan mendapatkan energi yang cukup.
Namun, latihan fisik dengan intensitas tinggi seperti itu berpeluang menimbulkan masalah. Misalnya, stres berlebih pada sistem oksidatit tubuh akibat peningkatan kebutuhan oksigen. Artinya, terjadilah peningkatan radikal bebas dan stres oksidatif. Keadaan ini memicu nyeri dan bahkan kerusakan otot sehingga performa latihan menurun.
Peneliti Iran mencoba meriset penggunaan bubuk biji kurma sebagai suplemen pada jenis latihan itu. Sebuah artikel pada jurnal terbitan 2022 membahas hasil riset efek biji kurma pada terjadinya stres oksidatif, profil aerobik, dan anaerobik pada latihan dengan intensitas tinggi. Yang menjadi relawan adalah pria dan wanita yang aktif secara fisik dengan batasan usia sesuai protokol uji yang valid. Juga ditetapkan takaran dan lama pemberian bubuk biji kurma. Pengukuran dilakukan terhadap profil kapasitas antioksidan, indeks stres oksidatif, dan status oksidan.
Hasil yang didapat mengindikasikan terjadinya perbaikan indeks kelelahan dan puncak kekuatan otot tubuh pada kelompok yang diberi biji kurma dibandingkan kelompok kontrol. Jadi, memberikan biji kurma sebagai suplemen ternyata bisa mengatasi stres oksidatif dan memperbaiki berbagai parameter performa. Artinya, stres oksidatif terkendali dan penampilan saat latihan pun membaik. Dalam hal ini, kandungan zat golongan polifenol, termasuk flavonoid, ditengarai berperan melalui berbagai mekanisme. Jadi, secara teoretis, suplementasi antioksidan akan meningkatkan sistem antioksidan tubuh untuk menurunkan kerusakan akibat stres oksidatif dan dengan sendirinya performa latihan membaik.
Juga ditemukan data yang mengindikasikan berkurangnya kelelahan. Performa aerobik dan anaerobik pada latihan fisik bisa menurun, antara lain, karena kerusakan serat otot, gangguan kondisi dinding sel yang mengelilingi serat otot, terjadinya radang, yang memicu edema bengkak akibat cairan tubuh yang tertumpuk) dan nyeri. Perbaikan stres oksidatif dan radang pada pemberian biji kurma bisa mengendalikan nyeri dan memperbaiki performa latihan itu.
Baca Juga: Tujuh Jenis Teh untuk Penderita Diabetes Menurut Penelitian: Dari Teh Biasa hingga Teh Herbal
Kopi Biji Kurma
Menarik sekali mempelajari pemakaian serbuk kurma sebagai minuman kopi. Praktik itu sudah berlangsung sejak akhir abad ke-19 di Benua Eropa. Dan kini ditawarkan sebagai alternatif dari minuman kopi yang tidak mengandung kafein.
Lalu, apa keunggulan kopi biji kurma? Dalam artikel hasil studi (2024), peneliti Jerman memberikan gambaran prospeknya. Yang pasti adalah terdapatnya kandungan yang kaya, termasuk karbohidrat, protein, lemak, disertai rendahnya kadar gula. Mineral, antara lain, natrium, kalium, magnesium, nikel, zinc, dan vitamin E. Ada flavonoid dan senyawa fenolik.
Cara penyiapan mudah dan tidak jauh berbeda dari biji kopi. Yaitu, dicuci, dikeringkan, dan roasting (panggang) biji kurma. Suhu roasting berperan dalam mendapatkan rasa yang bisa diterima konsumen.
Beberapa uji sudah dilakukan, termasuk uji pada hewan coba yang memberikan informasi khasiatnya untuk mencegah penyakit Alzheimer. Uji toksisitas menunjukkan keamanan, sementara studi masih berlanjut, termasuk pemakaiannya pada wanita hamil dan menyusui. (*)
Membuat Kopi Biji Kurma
- • Cuci biji dan angin-anginkan sebentar.
- • Keringkan dalam oven maksimum 40 menit.
- • Hancurkan dengan bantuan blender. Lalu, ayak serbuk.
- • Serbuk siap dipakai, misalnya untuk membuat teh atau kopi.
- • Cobalah dicampur rempah sesuai kesukaan.
Perhatian:
20 biji kurma kering bisa untuk membuat 4 cangkir minuman.
Pastikan serbuk selalu dalam keadaan kering untuk mencegah timbulnya jamur.
*Prof Dr Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi - Fakultas Farmasi Universitas Airlangga