JawaPos.com - Pernahkah anda mengalami keputihan encer yang membuatmu merasa tidak nyaman? Kondisi ini memang umum dialami oleh banyak perempuan dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
Yuk, kita bahas lebih dalam tentang penyebab keputihan encer dan cara mengatasinya agar anda bisa merasa lebih nyaman dan percaya diri.
Keputihan encer merupakan cairan bening atau putih yang keluar dari vagina sebagai bagian dari proses alami tubuh. Sifatnya yang cair membantu menjaga kelembaban dan kebersihan area kewanitaan. Namun, jika disertai gejala lain seperti gatal, nyeri, atau bau yang tidak sedap, sebaiknya anda waspada.
Dilansir dari laman Tuasaude.co, berikut tujuh penyebab keputihan encer, gejala dan cara mengatasinya.
1. Siklus Menstruasi
Keputihan encer yang muncul selama siklus menstruasi adalah respons tubuh terhadap perubahan hormon. Fluktuasi kadar estrogen dan progesteron menjadi penyebab utama keputihan ini, terutama pada periode setelah haid dan menjelang ovulasi.
Biasanya cairan ini berwarna bening dan tidak menimbulkan bau, tanda bahwa tubuh bekerja normal. Namun jika keputihan encer terus berlanjut, berubah warna, atau berbau, pemeriksaan kesehatan disarankan untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi.
2. Aktivitas Fisik atau Olahraga
Saat berolahraga produksi keputihan encer sering kali meningkat, terutama pada aktivitas fisik intens seperti lari atau angkat beban. Keringat di sekitar area kewanitaan dapat menambah kelembaban yang berkontribusi pada keputihan ini.
Memakai pakaian yang menyerap keringat dan mandi setelah berolahraga efektif menjaga kebersihan area tersebut. Dengan perawatan yang tepat, risiko infeksi akibat kelembaban tinggi saat olahraga dapat diminimalisir.
3. Gairah Seksual
Gairah seksual secara alami memicu keluarnya keputihan encer yang berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan. Pelumas ini melindungi area kewanitaan agar tetap nyaman dan mengurangi risiko iritasi selama berhubungan.
Keputihan yang muncul saat terangsang biasanya bening dan tidak menimbulkan bau, menandakan bahwa tubuh mempersiapkan diri secara alami. Apabila terdapat masalah seperti kekeringan, pelumas berbahan dasar air bisa menjadi solusi untuk menjaga kenyamanan.
4. Kehamilan
Kehamilan dapat memicu peningkatan keputihan encer yang disebabkan oleh hormon estrogen yang lebih tinggi. Keputihan ini berfungsi menjaga kebersihan area kewanitaan dan melindungi dari infeksi yang mungkin membahayakan ibu dan bayi.
Keputihan yang muncul biasanya bening atau putih dan tidak disertai bau tak sedap. Jika terjadi perubahan warna atau bau pada keputihan, pemeriksaan lebih lanjut sangat disarankan untuk mencegah infeksi.
5. Perubahan Hormonal Menopause
Menopause dapat menyebabkan dinding vagina menjadi lebih tipis dan rapuh, yang menyebabkan keputihan encer sebagai respons tubuh. Penurunan kadar estrogen menjadi faktor utama kondisi ini dan dapat diiringi rasa gatal atau perih di area kewanitaan.
Meski ini normal, konsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan solusi untuk meredakan gejalanya. Terapi hormonal atau perawatan khusus seringkali direkomendasikan untuk menjaga kenyamanan selama masa menopause.
6. Infeksi Bakteri atau Vaginosis Bakterialis
Vaginosis bakterialis adalah infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di dalam vagina. Kondisi ini biasanya ditandai dengan keluarnya cairan encer berwarna kuning atau abu-abu dan berbau tidak sedap, mirip dengan bau ikan.
Untuk mengatasi infeksi ini, biasanya diperlukan pengobatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Menjaga kebersihan dengan tidak menggunakan produk beraroma kuat di area kewanitaan dapat membantu mengurangi risiko infeksi ini.
7. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa jenis infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, atau trikomoniasis, dapat menyebabkan keputihan encer dengan disertai gejala lain. Cairan yang keluar mungkin berwarna kuning atau kehijauan dengan bau yang tidak sedap dan dapat menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil.
Penanganan medis segera sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut yang dapat membahayakan kesehatan. Pengobatan yang melibatkan pasangan juga penting untuk menghentikan infeksi ini dan mengurangi risiko penularan kembali.
Keputihan encer merupakan hal umum dan memiliki beragam penyebab yang bisa diatasi sesuai dengan kondisinya. Memahami dan mengenali tanda-tandanya membantu menjaga kesehatan area kewanitaan dan menghindari potensi masalah kesehatan lebih lanjut.
Pahami berbagai penyebab keputihan encer yang umum terjadi. Kenali tanda-tanda yang mungkin memerlukan penanganan medis agar kesehatan area kewanitaan tetap terjaga.
Baca Juga: Pesan Semesta untuk Para Perintis Usaha Menggunakan Kartu Tarot: Kita Diberi Dua Pilihan
Editor : Candra Mega Sari