Cek Mata! Simak Penjelasan Mengenai Penyakit Mata dan Cara Mencegahnya Dengan Tepat
Ibnu Baihaqi• Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:00 WIB
Ilustrasi cek kesehatan mata. (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Semakin berkembangnya teknologi menuntut sebagian dari kita untuk menatap layar dalam jangka waktu yang lama. Kebutuhan akan mata yang sehat menjadi semakin krusial. Hampir semua jenis pekerjaan maupun hiburan berhubungan dengan mata. Gangguan pada mata akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas.
Contoh mudahnya adalah rabun jauh. Orang yang mengidap rabun jauh akan memiliki penglihatan yang buram, itulah kenapa kacamata atau lensa kontak dibutuhkan untuk mengatasinya.
Selain rabun jauh, terdapat beberapa penyakit mata lainnya yang disebabkan oleh berbagai jenis faktor. JawaPos.com telah merangkum beberapa penyakit mata beserta penyebabnya, sehingga lebih mudah untuk dicegah.
1. Katarak
Penyakit katarak menyebabkan timbulnya noda putih seperti awan di lensa mata. Ada beragam faktor penyebab katarak, seperti paparan sinar matahari dalam waktu lama, penuaan, diabetes, atau infeksi saat masa kehamilan.
Katarak menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Selain itu penderitanya juga menjadi peka terhadap cahaya, serta kesulitan membedakan warna. Operasi mata dapat menyembuhkan penyakit ini, namun metode ini cukup berisiko jika dilakukan kepada penderita diabetes.
Penyakit pengikisan saraf optik ini disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari usia, diabetes, hingga keturunan.
Perusakan saraf optik bisa terjadi karena penimbunan cairan di mata yang meningkatkan tekanan pada bola mata. Penyakit ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur hingga buta permanen. Meskipun tidak bisa diobati sepenuhnya, namun bisa ditekan dengan obat, terapi laser, maupun operasi.
3. Masalah Refraksi Mata
Penyakit yang lebih tepat disebut kelainan ini menyebabkan cahaya tidak jatuh tepat ke retina. Penderita refraksi mata memiliki kemungkinan kebutaan sebesar 9,5 persen di Indonesia.
Kelainan refraksi mata terbagi menjadi beberapa jenis, contohnya adalah rabun jauh dan rabun dekat. Penyebabnya mulai dari screentime yang terlalu lama, kurang terkena sinar matahari, faktor usia, hingga faktor genetik. Metode yang biasanya digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan kacamata, lensa kontak, atau operasi lasik.
4. Mata Merah (Konjungtivitis)
Warna merah pada bagian putih mata (sklera), disebabkan oleh peradangan pada pembuluh darah selaput transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata. Penyakit ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada mata, dan mengganggu penglihatan.
Infeksi atau peradangan bisa disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun alergi. Biasanya penyembuhan dilakukan melalui obat tetes mata.
5. Pterygium
Pterygium disebabkan oleh lendir yang menutupi bagian putih mata. Penyakit ini sering disebabkan oleh paparan radiasi matahari yang terjadi berkepanjangan.
Lendir ini menyebabkan mata terasa seperti kelilipan benda asing. Gejalanya adalah mata merah, terasa gatal dan panas, hingga pandangan kabur. Cara mengobati pterygium bisa melalui penggunaan obat tetes mata hingga pembedahan.
6. Buta Warna
Kondisi buta warna terjadi ketika seseorang tidak bisa melihat, atau membedakan warna-warna tertentu. Kondisi terparah akan membuat seseorang hanya bisa melihat dalam bayangan abu-abu. Kondisi ini biasanya terjadi sejak lahir. Buta warna tidak bisa disembuhkan, namun bisa diatasi menggunakan lensa kontak khusus.
7. Mata Kering
Penyakit ini terjadi ketika mata tidak bisa memproduksi air mata yang cukup dan berkualitas. Gejala penyakit ini terasa seperti kelilipan dan panas.
Dalam kasus yang langka dan ekstrem, penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Mata kering bisa disebabkan oleh penuaan, kondisi lingkungan yang tidak sehat, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Metode penyembuhan yang paling sering digunakan adalah melalui obat tetes mata.