JawaPos.com - Jerawat dapat muncul di tempat yang tidak terduga. Jerawat bukan hanya muncul di wajah, tetapi juga bisa di hidung bagian dalam. Kehadirannya di area ini tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas.
Umumnya, penyebab muncul jerawat di hidung hampir sama dengan jerawat yang lain, yaitu adanya penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit. Selain itu, bakteri juga dapat masuk dan menimbulkan infeksi bakteri.
Jerawat di hidung biasanya diawali dengan benjolan merah yang terkadang memiliki nanah pada bagian tengah. Meskipun seringkali tidak terlihat dari luar, jerawat yang berada di dalam hidung wajib ditangani dengan tepat agar tidak menjadi infeksi.
Dikutip dari laman resmi alodokter.com, berikut ini beberapa penyebab terjadinya jerawat dan benjolan dalam hidung serta cara mengatasinya.
Penyebab Terjadinya Jerawat Dalam Hidung
Tidak hanya penumpukan sel kulit mati atau infeksi bakteri, terdapat kondisi lainnya yang dapat menimbulkan jerawat dalam hidung.
1. Rambut Hidung yang Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair)
Rambut hidung yang tumbuh ke dalam atau ingrown hair dapat terjadi karena mencabut bulu hidung dengan cara yang tidak benar. Kondisi ini tentunya mengakibatkan peradangan pada folikel rambut dalam hidung dan menimbulkan benjolan menyerupai jerawat.
Baca Juga: Hempaskan Jerawat! Berikut Tujuh Cara Mudah Mengatasi Jerawat Pada Punggung
2. Folikulitis Hidung
Kondisi ini merupakan peradangan yang disebabkan oleh folikel rambut di dalam hidung. Biasanya terjadi karena infeksi bakteri staphylococcus. Namun, terdapat beberapa hal lainnya yang juga dapat menyebabkan folikulitis hidung, seperti mengeluarkan ingus dengan keras, mengorek atau mengupil hidung dengan tangan yang kurang bersih, menindik hidung, dan mencabut bulu hidung.
Folikulitis hidung dapat menimbulkan benjolan berisi nanah yang terlihat seperti jerawat di tepi lubang hidup. Terasa perih ketika disentuh disertai dengan rasa gatal kemerahan yang terjadi sekitar benjolan.
3. Bisul
Bisul atau nasal furuncles adalah kondisi infeksi yang lebih parah dari folikulitis hidung. Benjolan yang dihasilkan juga lebih besar. Meskipun awalnya gejala penyakit ini muncul layaknya jerawat. Bila tidak ditangani, akan mengakibatkan seseorang dengan daya tubuh yang lemah atau penderita diabetes melitus mengalami selulitis.
Cara Mengatasi Jerawat dalam Hidung
Umumnya, jerawat dapat hilang dan pulih dengan sendirinya. Akan tetapi, rasa tidak nyaman sekaligus perih yang menyertai dapat membuat kesulitan bernapas. Sebagai upaya pemulihan agar lebih cepat, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan.
1. Menggunakan Minyak Esensial
Minyak esensial membantu mengurangi rasa nyeri pada jerawat. Selain itu, melegakan saluran pernapasan karena bersifat aroma terapi. Pastikan sebelum menggunakannya, anda tidak alergi terhadap jenis minyak yang digunakan.
Perlu diingat bahwa minyak esensial tidak boleh dipakai pada area dalam hidung. Gunakan minyak tersebut jika letak jerawat dalam hidung berada dekat dengan lubang hidung dan bisa dilihat bentuknya. Cara penggunaanya dengan melarutkan minyak esensial ke dalam carrier oil lalu oleskan pada ujung lubang hidung atau pada jerawat. Jenis minyak esensial yang bisa digunakan adalah tea tree oil, rosemary, thyme, minyak kelapa, dan minyak zaitun.
2. Mengompres dengan Air Hangat
Mengompres dengan air hangat dapat menjadi cara yang mudah untuk dilakukan dalam mengatasi jerawat dalam hidung. Air hangat dapat mengurangi rasa nyeri atau sakit karena bersifat menenangkan sistem saraf. Selain itu, membantu mengeluarkan isi jerawat.
Anda bisa mengompres dengan handuk bersih setiap hari sebanyak tiga kali. Lakukan pada bagian hidung yang berjerawat selama 10 – 15 menit.
3. Mengonsumsi Pereda Nyeri
Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dapat ditemukan di apotek terdekat, seperti paracetamol dan ibuprofen, konsumsi sesuai dosis yang berada di label kemasan. Cara ini hanya dapat dilakukan bila kondisi tetap tidak membaik setelah menggunakan minyak esensial dan mengompres.
4. Mengonsumsi Antibiotik
Biasanya jerawat pada hidung diakibatkan oleh infeksi bakteri. Maka dari itu, mengonsumsi antibiotik dapat membantu mengatasinya. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik berbentuk salep, yakni bacitracin atau mupirocin dan dioleskan ke dalam hidung. Tak jarang, dokter juga memberikan antibiotik minum, yaitu azithromycin. Pemberian obat tergantung dengan tingkat keparahan jerawat yang dialami.
5. Tidak Menyentuh Jerawat
Meskipun jerawat terasa nyeri dan sakit, jangan pernah menyentuh atau memencet jerawat dalam hidung karena mampu mempercepat penyebaran infeksi yang membuatnya semakin parah. Dengan tidak menyentuh, dapat membantu proses penyembuhan menjadi cepat.
Editor : Hendra