Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Yuk Mengenal Pantun, Warisan Budaya yang Tidak Boleh Dilupakan. Simak Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Pantun

Sadrina Rizka Ghasani Hartono • Sabtu, 28 September 2024 | 09:10 WIB
Ilustrasi menulis (Dok: Freepik)
Ilustrasi menulis (Dok: Freepik)

JawaPos.com - “Jalan kaki sampai Senayan. Sambil membeli dukuh. Jakarta-Ku kota impian. Coldplay is here for all of you

Masih ingat dengan momen lucu yang sempat dilakukan oleh Chris Martin saat menggelar konser Coldplay di Gelora Bung Karno pada 2023? Ternyata, rangkaian kata yang disampaikan itu merupakan salah satu bagian warisan budaya yang dimiliki Indonesia (Melayu) loh. Rangkaian kata yang disampaikan oleh Chris Martin disebut dengan pantun.

Pantun merupakan puisi lama dan warisan karya sastra lisan Indonesia (Melayu) yang sejak dulu sering digunakan. Masyarakat zaman dahulu sering bertukar pantun ketika sedang berbincang, bercanda, atau menyampaikan pesan-pesan moral.

Namun seiring perkembangan zaman, pantun tidak lagi hanya disampaikan secara lisan saja. Sekarang sudah banyak yang bertukar pantun melalui tulisan.

Ternyata untuk menyampaikan dan menulis pantun terdapat beberapa peraturan. Peraturan-peraturan ini merupakan ciri khas yang membuat pantun menjadi unik. Lebih lanjut simak beberapa informasi di bawah ini mengenai ciri khas dan jenis-jenis pantun.

Ciri-ciri Pantun

  1. Pantun umumnya terdiri dari empat baris,
  2. Pantun memiliki rima yaitu a-b-a-b atau a-a-a-a. Rima ini maksudnya kata terakhir di setiap baris pantun memiliki akhiran huruf yang sama,
  3. Baris dalam pantun terbagi menjadi dua bagian, di dua bagian awal disebut dengan sampiran dan dua bagian terakhir merupakan isi,
  4. dan, setiap baris terdiri dari empat sampai enam kata.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pantun dibagi menjadi dua bagian. Pada baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran, kata-kata yang ada di baris ini disebut sebagai pembukaan untuk isi pantun dan biasanya sampiran dibuat dengan unik dan menarik. Selanjutnya di baris ketiga dan keempat terdapat isi, pada bagian ini disampaikan inti dari pantun.

Walaupun terbagi menjadi dua bagian, kedua bagian pada pantun harus memiliki pola rima yang sama. Jika pada sampiran berpola a-b, pada bagian isi juga harus berpola a-b. Begitu juga jika pada sampiran berpola a-a, pada bagian  isi juga harus berpola a-a.

Jenis-jenis Pantun

Pantun dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis pantun ini masing-masing memiliki keunikan, isi, dan makna yang berbeda-beda. Untuk memahami perbedaan dari masing-masing jenis pantun, simak informasi di bawah ini.

  1. Pantun jenaka, jenis pantun ini biasanya dibuat dengan tujuan untuk menghibur. Setiap baris disusun sedemikian rupa agar terdengar lucu.
  2. Pantun nasihat, kata-kata yang disusun pada jenis pantun ini memiliki pesan moral. Pantun dengan jenis ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan nasihat atau pelajaran berharga bagi para pembacanya.
  3. Pantun teka-teki, pantun ini disusun untuk memberikan pertanyaan atau teka-teki kepada pembacanya. Teka-teki atau pertanyaan biasanya ditulis pada bagian isi pantun.
  4. Pantun peribahasa, jenis pantun ini ditulis secara kiasan. Maksud dari kiasan adalah isi dari puisi ini terkadang tidak secara langsung menunjukkan maknanya, namun makna yang disusun dalam pantun peribahasa memiliki pesan moral dan nasihat.

Contoh Pantun

Setelah memahami ciri khas dan jenis-jenis pantun, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menyusun pantun. Jika masih bingung dan membutuhkan referensi, simak beberapa contoh pantun di bawah ini yang bisa anda digunakan.

  1. Pantun Peribahasa

Berakit-rakit ke hulu

Berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu

Bersenang-senang kemudian

 

  1. Pantun Nasihat

Pergi ke pantai siang bolong

Pakai motor punya si Parman

Janganlah kau suka berbohong

Jika tidak ingin dijauhi teman

Melihat dari contoh-contoh pantun di atas, dapat terlihat ciri khas dari pantun. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, umumnya pantun terdiri dari empat baris dan berima a-b-a-b. Melihat contoh di atas dapat lebih dipahami maksud dari rimaa-b-a-b pada akhir setiap baris, seperti hul(u), tepia(n) pada bagian sampiran dan dahul(u), kemudia(n) pada bagian isi.

Editor : Hendra
#sastra #peribahasa #pantun