Selasa, 28 Juli 2026
Logo

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Desak Israel Hentikan Kekerasan di Tepi Barat

Selasa, 28 Jul 2026 | 13:49 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Israel menghentikan kekerasan di Tepi Barat dan meminta dunia menekan Tel Aviv mengakhiri operasi militer. (Antara)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Israel menghentikan kekerasan di Tepi Barat dan meminta dunia menekan Tel Aviv mengakhiri operasi militer. (Antara)

JawaPos.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Israel segera menghentikan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Abbas juga meminta komunitas internasional meningkatkan tekanan kepada pemerintah Israel untuk mengakhiri operasi militer dan serangan para pemukim Israel yang terus meningkat.

Desakan tersebut disampaikan Abbas melalui surat kepada para pemimpin negara-negara Arab, negara sahabat, Uni Eropa, Sekretaris Jenderal Liga Arab, serta Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (27/7).

Dalam surat yang dikutip Arab News, Abbas menyatakan wilayah Palestina tengah menghadapi eskalasi yang berbahaya akibat operasi militer Israel dan serangan kelompok pemukim bersenjata.

"Ratusan warga sipil telah tewas, sementara rumah, tempat ibadah, pepohonan, dan lahan pertanian rusak atau dibakar dalam berbagai serangan di desa-desa Palestina," ujar Abbas.

Menurut Abbas, tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan sistematis untuk memperluas permukiman Israel di wilayah pendudukan. Kebijakan itu, lanjutnya, mengancam peluang terwujudnya solusi dua negara yang selama ini didukung masyarakat internasional.

Karena itu, Abbas meminta dunia memenuhi tanggung jawab hukum dan moral dengan memberikan tekanan kepada Israel agar menghentikan kekerasan di Tepi Barat.

Ia juga mendesak agar pelaku serangan diadili, seluruh aktivitas pembangunan permukiman dihentikan, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2334 yang menyatakan permukiman Israel di wilayah pendudukan tidak memiliki dasar hukum segera dijalankan. 

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

 9 WNI Diculik Israel, Indonesia Minta Bantuan Jordania dan Turki Karena Tak Punya Hubungan Diplomatik

9 WNI Diculik Israel, Indonesia Minta Bantuan Jordania dan Turki Karena Tak Punya Hubungan Diplomatik

Karena tak punya hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia meminta bantuan Jordania dan Turki terkait sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang dicegat dan diculik Israel. Jakarta meminta Amman dan Ankara

Selat Hormuz Ditutup Lagi usai Gencatan Senjata AS dan Iran, Eskalasi Israel-Lebanon Picu Ketegangan Global

Selat Hormuz Ditutup Lagi usai Gencatan Senjata AS dan Iran, Eskalasi Israel-Lebanon Picu Ketegangan Global

Selat Hormuz Ditutup Lagi Beberapa Saat usai Gencatan Senjata AS dan Iran, Eskalasi Israel-Lebanon Picu Ketegangan Global

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia