Senin, 3 Agustus 2026
Logo

Presiden Singgung Keretakan Elit PBNU: Pemimpin Tak Rukun, Bangsa dan Organisasi Tak Akan Kuat

Selasa, 10 Feb 2026 | 15:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato bernada tegas dalam Mujahadah Kubro Nahdlatul Ulama di Malang.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato bernada tegas dalam Mujahadah Kubro Nahdlatul Ulama di Malang.

JawaPos.com — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato bernada tegas dalam Mujahadah Kubro Nahdlatul Ulama di Malang, Minggu (8/2/2026). Di hadapan ribuan jamaah dan ulama, Presiden menekankan bahwa persatuan elite merupakan syarat mutlak bagi kemajuan bangsa dan organisasi keumatan.


Pernyataan tersebut dibaca banyak pihak sebagai sindiran langsung terhadap dinamika kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang belakangan kerap diwarnai friksi.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan peran historis NU sebagai teladan persatuan nasional. Namun, penekanan itu dibarengi peringatan keras bahwa perpecahan pemimpin selalu berujung pada pelemahan institusi.

“NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk selalu menjaga persatuan, dan memang itulah pelajaran sejarah, tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang maju, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun, karena itu saya selalu mengajak semua unsur, mari kita bersatu,” ucap Prabowo. 

Presiden kemudian menguatkan pesannya dengan rujukan sejarah yang lebih lugas. Ia menyatakan bahwa stabilitas dan kemakmuran mustahil terwujud bila para pemimpin gagal menjaga kekompakan.

“Sejarah mengajarkan kepada kita, tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian, tidak mungkin ada perdamaian kalau pemimpin-pemimpinnya tidak bersatu, tidak rukun, tidak kompak," sambungnya.

Dua pernyataan tersebut memantik respons luas di kalangan warga NU. Sejumlah jamaah menilai pidato Presiden tidak sekadar nasihat kebangsaan, melainkan peringatan terbuka agar elite organisasi keagamaan menghentikan konflik internal dan kembali fokus pada agenda khidmah.

Mujahadah Kubro yang semestinya menjadi ruang spiritual pun berubah menjadi panggung evaluasi moral bagi para pemimpin.

Pengamat menilai, pesan Presiden menempatkan tanggung jawab persatuan secara tegas di pundak elite. Dengan menekankan rukun, kompak, dan bersatu, Presiden seolah menggarisbawahi bahwa kegaduhan internal—apa pun dalihnya—akan menggerus wibawa organisasi dan melemahkan peran strategis NU di tengah umat dan bangsa.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan persatuan para pemimpin. Namun, pesan yang tertinggal dari pidato Presiden di Malang jelas: tanpa kerukunan elite, tidak ada kekuatan institusi; tanpa persatuan pemimpin, tidak ada kemajuan yang berkelanjutan.

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

Opini: Menyelamatkan NU, Merawat Rahim - Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026

Opini: Menyelamatkan NU, Merawat Rahim - Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026

Ketika Cak Imin, Nusron Wahid, dan Prof. Nasaruddin Umar berada dalam satu frekuensi, kita tahu ada sesuatu yang besar sedang dirajut. Tema besarnya jelas: Menyelamatkan NU.

Kemendikdasmen Salurkan Perangkat Internet ke Nias Utara, Abdul Mu'ti Dititipi Surat dari Siswa SD

Kemendikdasmen Salurkan Perangkat Internet ke Nias Utara, Abdul Mu'ti Dititipi Surat dari Siswa SD

Keterbatasan jaringan internet yang menjadi salah satu kendala pembelajaran di daerah 3T sudah mendapatkan solusi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan layanan internet berbasis Starlink

KSPSI dan KBPSI Tegaskan Dukung Seluruh Program Presiden Prabowo

KSPSI dan KBPSI Tegaskan Dukung Seluruh Program Presiden Prabowo

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh program Presiden Prabowo Subianto. KSPSI yakin Kepala Negara berpihak pada serikat buruh.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia