Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Gus Yahya Sebut Konflik PBNU Selesai! Struktur Pengurus Tidak Berubah, Muktamar Menunggu Keputusan Rais Aam

Selasa, 30 Des 2025 | 15:00 WIB
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf keluar dari kediaman Rais Aam KH Miftachul Akhyar usai menggelar islah kemarin (28/12). FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf keluar dari kediaman Rais Aam KH Miftachul Akhyar usai menggelar islah kemarin (28/12). FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS

JawaPos.com - Struktur PBNU tidak berubah. Jajaran kepengurusan di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf tidak mengalami perubahan.


Penegasan itu diungkapkan Gus Yahya, sapaan Yahya Cholil Staquf, setelah bertemu dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di di pondok pesantren Miftachus Sunnah, Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur, kemarin (28/12).

"Semua yang kemarin menjadi persoalan, kami anggap sudah lewat. Dan saat ini PBNU kembali bersama seperti semula. Dengan struktur pengurus yang sama," ujar Gus Yahya.

Pertemuan Gus Yahya dengan Kiai Miftach --sapaan KH Miftachul Akhyar-- berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul 11.30 hingga 15.30. Sejumlah tokoh NU turut hadir. Antara lain, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ulil Abshar Abdalla, M. Nuh, dan KH Zulfa Mustofa. Ada juga KH Anwar Mansyur dan KH Idris Hamid.

Gus Yahya menjelaskan, silaturahmi di Pesantren Miftachus Sunnah merupakan momentum atas kesepakatan yang sebelumnya dirumuskan dalam pertemuan di Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (25/12).

Tidak banyak masalah teknis yang dibicarakan. Menurut dia, fokus utama pertemuan adalah memulihkan rasa kebersamaan. Salawat dilantunkan bersama, lalu saling berjabat tangan, berbincang, dan menyampaikan itikad baik untuk melangkah kembali dalam satu barisan.

"Dulu kita berangkat bersama-sama. Maka kita akan terus berjalan bersama-sama sampai akhir," kata Gus Yahya. Dia menyebut pertemuan di Lirboyo merupakan titik balik. Di sanalah mandat dan kesepakatan dirumuskan. Termasuk cara menyikapi persoalan yang sebelumnya mengemuka. Silaturahmi di pondok pesantren Miftachus Sunnah sebagai penutup permasalahan dan sekaligus pembuka lembaran baru.

Sementara itu, Gus Ipul menegaskan, para pengurus sepakat untuk menjaga suasana rukun dan kebersamaan. Sejumlah hal strategis terkait langkah organisasi ke depan belum diputuskan. Hal itu akan dibahas lebih lanjut dalam forum lanjutan.

"Untuk ke depannya seperti apa, akan dibicarakan pada waktu yang tepat. Hari ini yang terpenting kami sudah berkumpul, bisa duduk bersama, rukun, dan guyub," kata Gus Ipul.
Mengenai pelaksanaan muktamar, menurut Gus Ipul, akan menunggu penjelasan resmi dari Rais Aam.

"Semua akan disampaikan pada saatnya. Sekarang masih menunggu kesiapan dan penjelasan dari Rais Aam PBNU, " ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, pihaknya berharap kebersamaan yang terbangun dapat menjadi landasan dalam menentukan arah dan langkah organisasi pada masa mendatang. (ian/oni)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Bagikan:

Artikel Terkait

Mantan Wasekjen PBNU Klarifikasi Pernyataan Yahya Cholil Staquf di Podcast Akbar Faizal, Sebut Pertemuan dengan Jokowi Bersifat Kelembagaan

Mantan Wasekjen PBNU Klarifikasi Pernyataan Yahya Cholil Staquf di Podcast Akbar Faizal, Sebut Pertemuan dengan Jokowi Bersifat Kelembagaan

PBNU Klarifikasi Pernyataan Yahya Cholil Staquf di Podcast Akbar Faizal, Ulil Abshar Hadrawi: Pertemuan dengan Jokowi Bersifat Kelembagaan

Muktamar NU di Tambakberas Wujud Cita-Cita Gus Yahya, Pemilihan Ponpes Bahrul Ulum Dinilai Sarat Makna Historis

Muktamar NU di Tambakberas Wujud Cita-Cita Gus Yahya, Pemilihan Ponpes Bahrul Ulum Dinilai Sarat Makna Historis

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengaku lega karena cita-citanya menggelar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur,

Opini: Menyelamatkan NU, Merawat Rahim - Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026

Opini: Menyelamatkan NU, Merawat Rahim - Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026

Ketika Cak Imin, Nusron Wahid, dan Prof. Nasaruddin Umar berada dalam satu frekuensi, kita tahu ada sesuatu yang besar sedang dirajut. Tema besarnya jelas: Menyelamatkan NU.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia