Sepanjang 2025, Tercatat 66 Kasus Campak di Tangerang! Pemkot Selidiki Door to Door

JawaPos.com - Penyakit campak menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang. Sepanjang 2025, sudah ada 66 kasus campak yang ditemukan di berbagai wilayahnya.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Deni Koswara mengatakan, saat ini seluruh elemen terkait telah bergerak mencegah kasus campak.
Sepanjang 2025 tercatat sebanyak 66 kasus campak telah ditemukan di berbagai wilayah di Kota Tangerang.
"Angka ini, bisa terus meningkat seiring penyelidikan epidemiologi kasus campak yang dilakukan 39 puskesmas di Kota Tangerang secara door to door," kata Deni, kemarin (12/9).
Menurutnya, sinergi antarinstansi serta dukungan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan penanganan penyakit campak.
"Penyakit seperti campak itu kalau dicari secara serius, pasti ketemu. Ini artinya sistem deteksi kita berjalan dengan baik. Hal inilah yang memang tengah masif kita lakukan melalui seluruh elemen, untuk mendeteksi, mencegah dan menangani sedini mungkin," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggraeni menyampaikan, pihaknya terus mengintensifkan upaya pencegahan penyakit menular, salah satunya melalui program imunisasi campak gratis bagi masyarakat. Program ini bisa dimanfaatkan secara gratis di 39 puskesmas dan 1.097 posyandu yang tersebar di Kota Tangerang.
Dia menjelaskan, imunisasi campak menjadi langkah penting untuk melindungi anak-anak dari risiko komplikasi serius, termasuk radang paru, infeksi telinga, hingga gangguan otak. "Campak bukan sekadar penyakit biasa. Jika tidak dicegah sejak dini, dampaknya bisa sangat berbahaya," jelasnya.
Maka dari itu, pihaknya mengajak masyarakat segera membawa anak-anaknya, memanfaatkan layanan imunisasi dasar gratis di seluruh puskesmas dan Posyandu di Kota Tangerang. Layanan imunisasi itu dilaksanakan setiap hari kerja dengan prosedur yang mudah, yakni hanya membawa identitas diri serta buku KIA atau catatan imunisasi anak.
"Semakin banyak anak yang diimunisasi, semakin kuat perlindungan kita secara bersama dari penyebaran campak," pungkasnya.





