5 Jenis Bau Mulut yang Bisa Ungkap Penyakit Serius, Bukan Sekadar Masalah Gigi

JawaPos.com – Bau mulut sering dianggap hal sepele dan hanya dikaitkan dengan kurangnya kebersihan gigi. Padahal, menurut para ahli, aroma napas tertentu bisa menjadi sinyal awal adanya masalah kesehatan yang lebih serius di dalam tubuh.
Bau mulut bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kebersihan gigi yang buruk, konsumsi makanan beraroma menyengat, merokok, efek samping obat-obatan, hingga diet ekstrem. Namun dalam beberapa kasus, ini bisa mengindikasikan gangguan medis yang lebih dalam.
Dilansir dari Daily Mail (26/7), teknolog gigi Allen Zhang menjelaskan bahwa napas seseorang dapat mencerminkan kondisi kesehatannya. Ia mengidentifikasi lima jenis bau napas yang kerap diabaikan, padahal berpotensi menjadi tanda awal penyakit sistemik.
1. Aroma Buah atau Bau Aseton
Jika napas tercium manis menyerupai buah atau penghapus kuteks, ini bisa menandakan diabetes yang tidak terkontrol. Hal ini disebabkan peningkatan kadar keton dalam darah, yang memberikan aroma khas seperti permen pear drop.
2. Bau Logam
Napas yang tercium seperti logam bisa mengindikasikan gangguan fungsi ginjal atau paparan logam berat. Bau ini muncul karena adanya amonia yang terbentuk saat tubuh gagal menyaring urea dengan baik. Paparan timbal atau merkuri juga bisa menyebabkan aroma serupa.
3. Bau Amis Seperti Ikan
Aroma amis menyengat bisa disebabkan oleh kondisi langka bernama trimetilaminuria, yaitu kelainan metabolik yang menghambat tubuh memecah zat berbau amis. Ini juga bisa menjadi tanda gangguan hati seperti fetor hepaticus.
4. Bau Telur Busuk
Napas yang beraroma belerang atau seperti telur busuk biasanya terkait dengan masalah saluran pencernaan bagian atas. Gas hidrogen sulfida yang dihasilkan bakteri saat memecah protein makanan bisa menjadi penyebabnya. Kondisi ini kerap ditemukan pada penderita gangguan pencernaan kronis, infeksi H. pylori, serta masalah hati dan empedu.
5. Bau Apek atau Berjamur
Jika napas Anda berbau seperti ruang lembap atau apek, ini bisa mengarah pada penumpukan racun dalam tubuh akibat disfungsi organ vital seperti ginjal atau hati. Dalam kasus gagal ginjal atau gagal hati, zat limbah yang seharusnya disaring malah menumpuk dan keluar melalui napas.
Zhang menambahkan, kini teknologi medis telah berkembang sehingga aroma napas dapat dianalisis sebagai biomarker penyakit, termasuk melalui senyawa seperti sulfur volatil dan keton.
Kesimpulannya, bau mulut bukan hanya soal kebersihan, tapi bisa menjadi sinyal penting untuk kesehatan Anda. Jika Anda mengalami bau napas yang aneh dan menetap, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa. (*)





