Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Hati-Hati! 5 Jenis Infeksi Jamur Ini Mengintai saat Musim Hujan, Begini Cara Mengatasinya

Jumat, 16 Jan 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi infeksi jamur yang sering muncul di musim hujan (Dok. Freepik)
Ilustrasi infeksi jamur yang sering muncul di musim hujan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Saat musim hujan tiba, kita perlu lebih waspada terhadap infeksi jamur. Udara yang lembap dan kondisi yang basah adalah tempat favorit bagi jamur untuk tumbuh subur dan menular dengan cepat. Masalah ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.


Biasanya, jamur suka muncul di area lipatan atau bagian tubuh yang sering lembap, seperti selangkangan, sela paha, ketiak, kaki, bokong, hingga wajah dan kulit kepala. Gejalanya cukup khas seperti kulit jadi kemerahan, terasa sangat gatal, bengkak, melepuh, atau warnanya berubah menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi).

Melansir dari Healthshots, berikut adalah lima jenis infeksi jamur yang sering muncul di musim hujan beserta tips praktis untuk mengatasinya.

1. Tinea pedis

Tinea pedis atau kutu air menjadi infeksi jamur yang menyerang kaki, terutama di sela-sela jari kaki.

Kelembapan selama musim hujan menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur.

Untuk mencegah kutu air, jaga agar kaki Anda tetap bersih dan kering serta hindari mengenakan sepatu ketat yang tidak menyerap keringat.

2. Onkomikosis

Onkomikosis atau jamur kuku lebih umum terjadi selama musim hujan. 

Kotoran yang terperangkap di bawah kuku selama musim hujan menarik kuman yang menyebabkan infeksi kuku. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kuku tetap bersih dan rapi.

3. Tinea corporis

Tinea corporis atau infeksi jamur yang biasanya menyerang kulit badan, lengan, kaki, leher, dan ketiak. Mengenakan pakaian basah dalam waktu lama dapat menjadi faktor penyebabnya.

Untuk mencegah kurap, sebaiknya kenakan pakaian longgar dan nyaman yang memungkinkan sirkulasi udara.

4. Tinea capitis

Tinea capitis merupakan kondisi infeksi jamur yang menyerang kulit kepala, jenggot, alis, dan bulu mata.

Tidak seperti infeksi jamur lainnya, tinea capitis dapat menyebar melalui kontak orang ke orang atau berbagi perlengkapan seperti sisir, handuk, topi, dan bantal.

5. Dermatitis seboroik

Pada musim hujan, eczema atau eksim dapat bertambah parah. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, serta kondisi dan kulit yang lembap.

Jika memiliki riwayat eksim seboroik atau dermatitis seboroik, sebaiknya hindari terkena air hujan.

Tips Menghindari Infeksi Jamur di Musim Hujan

Menjaga kebersihan pribadi, menjaga tubuh tetap kering, mengenakan pakaian yang menyerap keringat, dan melakukan perawatan kaki merupakan langkah penting dalam mencegah infeksi jamur.

Jika semakin parah, kunjungi dokter untuk memastikan penanganan yang berkelanjutan dan tepat waktu.

Editor : Candra Mega Sari
Bagikan:

Artikel Terkait

5 Cara Membuat Deodoran Alami dari Bahan Dapur, Lebih Aman untuk Kulit Sensitif!

5 Cara Membuat Deodoran Alami dari Bahan Dapur, Lebih Aman untuk Kulit Sensitif!

Ingin bebas bau badan saat musim hujan tanpa iritasi? Temukan 5 cara praktis membuat deodoran alami dari bahan dapur seperti soda kue hingga lidah buaya yang aman untuk kulit sensitif di sini!

Siap-siap! BPBD DKI Jakarta Ungkap Puncak Musim Hujan Jakarta Diprediksi Maret 2026

Siap-siap! BPBD DKI Jakarta Ungkap Puncak Musim Hujan Jakarta Diprediksi Maret 2026

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta memprediksi puncak musim hujan 2026 terjadi pada bulan Maret.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia