JawaPos.com - Tahun baru merupakan momen yang paling dinantikan di seluruh belahan dunia. Pada momen ini, semua orang memupuk harapan-harapan baik untuk tahun selanjutnya. Tahun baru juga dirayakan dengan tradisi kuliner yang penuh dengan makna simbolis dan dipercaya dapat membawa keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan.
Tentunya setiap negara merayakan tahun baru dengan menggelar tradisi kuliner masing-masing. Tradisi ini menjadi cerminan dari budaya dan masyarakat setempat. Mulai dari menu hidangan, bahan pembuatan, cara penyajian, hingga waktu yang tepat untuk mengonsumsi makanan tersebut.
Sampai saat ini, tradisi kuliner juga masih tetap dirayakan untuk menghormati budaya dan sebagai pengharapan untuk masa depan yang lebih baik.
Melansir Traveloka, berikut ini adalah sembilan tradisi kuliner dari berbagai negara di seluruh dunia.
1. Spanyol : Anggur
Masyarakat Spanyol akan berkumpul di sebuah alun-alun dan berdiri di depan menara jam untuk menunggu pergantian tahun. Tidak hanya itu, mengonsumsi buah anggur sesuai dengan hitungan mundur jam, yaitu 12 buah. Awalnya tradisi ini dimulai sejak abad ke-20 dan menjadi tren di antara negara-negara lainnya yang berbahasa Spanyol.
2. Jepang : Mie Soba
Pada pergantian tahun, masyarakat Jepang terbiasa untuk mengonsumsi mie soba atau toshikoshi bersama dengan keluarga mereka. Mie soba mempunyai arti sebagai sebuah keinginan untuk berumur panjang dan mendapatkan keberuntungan di masa depan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad ke-17 dan menjadi sebuah agenda penting dalam merayakan tahun baru.
3. Amerika Selatan : Hoppin John
Hoppin John merupakan sebuah hidangan yang terbuat dari beras dan kacang hitam. Biasanya dikonsumsi bersama dengan sayuran hijau dan roti gandum. Hidangan ini menyimbolkan kemakmuran di tahun baru dan dipercaya dapat membawa keberuntungan.
4. Polandia & Skandinavia : Ikan Herring
Ikan hering sering dijadikan sebagai hidangan utama di negara Polandia dan Skandinavia. Hidangan ini dianggap dapat membawa keberuntungan di masa depan. Biasanya di Polandia, ikan hering akan diolah menjadi sledzie marynowane dengan direndam sebalama 24 jam bersama bawang, gula, cuka putih, dan allspice. Sementara itu, di Skandinavia ikan herring terbiasa untuk dicampur dengan acar, pate, ikan asap, dan bakso.
5. Denmark & Norwegia : Kransekage
Kransekage merupakan sebuah kue lapis almond yang biasa disajikan di negara Denmark dan Norwegia. Kue ini melambangkan sebuah persatuan, kekuatan, dan harapan di tahun yang baru. Kransekage memiliki bentuk seperti cincin dan berlapis-lapis layaknya kerucut. Bagian luarnya juga bisa dikreasikan menjadi pohon Natal berwarna-warni.
6. Belanda : Oliebeollen
Makanan satu ini memiliki kemiripan dengan donat dan sangat populer pada setiap malam perayaan atau tahun baru. Donat ini dibuat dengan menggoreng adonan yang sudah diberikan kismis. Ketika matang, makanan ini akan ditaburkan gula bubuk halus di atasnya.
Oliebollen merupakan jenis makanan yang terbiasa dijadikan sebagai cemilan wajib saat perayaan tahun baru di Belanda.
7. Meksiko : Tamale
Tamale adalah sebuah hidangan jagung yang dibungkus dengan daun pisang. Hidangan ini melambangkaan sebuah kebahagiaaan. Biasanya disajikan saat perayaan tahun baru bersama menudo atau sup babat jagung.
8. Austria & Jerman : Marzipanschwein atau Glucksschwein
Di kedua negara ini, mengonsumsi marzipanschwein atau glucksschwein dipercaya dapat membawa harapan dan keberuntungan di tahun yang baru. Marzipanschwein memiliki arti sebagai babi marzipan, sedangkan glucksschwein yang berarti babi keberuntungan.
Selain mengonsumsi kedua makanan tersebut, masyarakat Austria dan Jerman juga sering melibatkan minuman anggur merah, kayu manis, dan rempah-rempah dalam tradisi mereka.
9. Italia : Cotechino Con Lenticchie
Cotechino con lenticchie merupakan hidangan Italia yang menyajikan sosis babi dan kacang polong. Pada malam perayaan tahun baru di Italia, masyarakat mulai mengonsumsi makanan ini bersama sosis & sup kacang. Dengan mengonsumsi cotechino con lenticchie, diyakini dapat membawa kekayaan dan keberuntungan di tahun yang baru.
Editor : Hendra