JawaPos.com - Mencari kuliner menarik dan viral bisa jadi pilihan kegiatan terbaik untuk menghabiskan waktu akhir pekan, salah satunya dengan mengunjungi wisata kuliner Pasar Lama Tangerang.
Pasar Lama Tangerang bukan hanya sekadar pasar tradisional biasa. Pasar ini memiliki suasana khas yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, dan telah menjadi daya tarik bagi pecinta makanan dari berbagai penjuru.
Pasar yang terletak di Jalan Kisamaun, Sukasari, Tangerang ini memiliki lokasi yang sangat strategis, yaitu sangat dekat dengan Stasiun Tangerang dan berada di pusat kota.
Bagi anda warga Tangerang Selatan (Tangsel) yang tertarik untuk mengunjungi wisata kuliner Pasar Lama Tangerang, berikut sejarah singkat, keunggulan, hingga transportasi yang bisa jadi pilihan anda.
Sejarah Singkat Pasar Lama Tangerang
Pasar Lama Tangerang telah menjadi pusat perdagangan utama sejak zaman kolonial Belanda. Dibangun pada tahun 1810 oleh pemerintah Hindia Belanda, pasar ini awalnya hanya menjual sayuran dan ikan.
Seiring berjalannya waktu, Pasar Lama berkembang menjadi pasar yang ramai dengan beragam barang, mulai dari bahan makanan hingga pakaian. Bangunan pasar ini juga masih mempertahankan gaya arsitektur klasik Belanda abad ke 19, dengan dinding bata merah, atap genteng, serta pintu dan jendela bergaya kolonial.
Pada 1970-an dan 1990-an telah dilakukan renovasi untuk meningkatkan fasilitasnya tanpa menghilangkan karakter asli pasar ini. Meskipun kini banyak pasar modern, Pasar Lama tetap populer di kalangan warga lokal dan wisatawan, sekaligus menjadi destinasi sejarah berkat nuansa klasik dan tradisionalnya.
Keunggulan dan Keunikan Pasar Lama Tangerang
Selain memiliki keunikan sejarah, Pasar Lama Tangerang merupakan tempat yang tepat untuk menikmati berbagai kuliner tradisional Banten maupun Indonesia. Tersedia pula berbagai makanan hingga minuman viral yang selalu jadi daya tarik wisatawan.
Dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Tangerang, berikut beberapa kuliner yang terkenal di Pasar Lama Tangerang, mulai dari ayam kepak madu mael, kue japanese souffle, es podeng nenek, bola ubi, hingga Sate H. Ishak.
Terdapat pula kuliner viral atau street food, seperti telur gulung, dimsum mentai, bakso goreng dan bakar, cimol cirambay, jagung bakar, takoyaki, mango dessert, mochi, dan masih banyak lagi makanan berat, snack, dan minuman unik lainnya.
Perlu diingat bahwa kuliner Pasar Lama Tangerang beroperasi mulai dari sore hingga malam hari, tepatnya pada pukul 17.00-24.00 WIB.
Rute KRL menuju Pasar Lama dari Tangerang Selatan
Bagi anda warga Tangsel yang ingin mengunjungi Pasar Lama Tangerang selain menggunakan kendaraan pribadi, anda juga bisa memilih transportasi umum Kereta Rel Listrik (KRL).
Naiklah dari salah satu stasiun terdekat di kawasan Tangsel, seperti Stasiun Serpong, Sudimara, atau Pondok Ranji, lalu transit menuju Stasiun Tanah Abang. Lanjutkan perjalanan menuju Stasiun Duri untuk berpindah peron menuju Stasiun Tangerang.
Perjalanan rute Stasiun Duri–Tangerang memakan waktu selama 30 menit dan turunlah di pemberhentian terakhir yaitu Stasiun Tangerang. Setelah sampai, anda bisa berjalan kaki sejauh 300 meter ke arah kiri hingga persimpangan dekat Masjid Raya Al-Ijtihad.
Setelah belok kiri di persimpangan, lanjutkan berjalan sekitar 300 meter untuk mencapai gerbang Pasar Lama Tangerang. Kawasan kuliner malamnya terletak di jalur kiri setelah melewati gerbang.
Editor : Candra Mega Sari