JawaPos.com - Sebagai negara yang memiliki sejarah perjuangan atas penjajahan yang terjadi, Indonesia memiliki tempat-tempat bersejarah di mana peristiwa-peristiwa penting terjadi. Kini, banyak tempat bersejarah tersebut dialih fungsikan sebagai sebuah bangunan museum atau monumen bersejarah.
Bangunan museum dan monumen bersejarah didirikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia dengan dasar agar perjuangan dan peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di Indonesia tidak dilupakan.
Sebagai salah satu kecamatan di Indonesia, kecamatan Serpong juga memiliki bangunan dan tempat bersejarah di mana perjuangan terjadi. Dari peristiwa tersebut terdapat beberapa bangunan museum dan monumen bersejarah yang didirikan, baik oleh pemerintah Indonesia atau individu yang tidak ingin masyarakat melupakan perjuangan yang telah dilakukan.
Tersebar di beberapa titik Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) berikut ini beberapa museum dan monumen bersejarah yang menyimpan banyak cerita di belakangnya.
- Museum Pustaka Peranakan Tionghoa
Didirikan oleh Azmi Abubakar, Museum Pustaka Peranakan Tionghoa memiliki koleksi literatur seperti buku-buku, majalah, koran, dan foto yang diproduksi oleh orang-orang Tionghoa sebelum dan sesudah kemerdekaan. Azmi mendirikan museum ini dikarenakan minimnya informasi dan stigma yang dimiliki oleh masyarakat terhadap etnis Tionghoa.
Selain itu, Azmi mendirikan museum ini dikarenakan peristiwa-peristiwa yang mengucilkan etnis Tionghoa selama masa Orde Baru. Walaupun berlatar belakang berbeda, Etnis Tionghoa juga merupakan pejuang tangguh yang menjadi bagian dari kemerdekaan Indonesia bersama dengan etnis-etnis lain yang berada di Indonesia.
Bagi anda penyuka sejarah atau ingin melihat koleksi-koleksi literatur yang dibuat oleh masyarakat Tionghoa, Museum Pustaka Peranakan Tionghoa berlokasi di Ruko Golden Road C28/25, Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.
- Museum Lengkong dan Monumen Palagan Lengkong
Didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang, Museum Lekong dan Monumen Palagan Lengkong menyimpan cerita tentang perjuangan dan pengorbanan yang terjadi saat Pertempuran Lengkong.
Rumah yang dijadikan sebagai museum Lengkong pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata milik tentara Jepang. Selain itu, di rumah tersebut terjadi peristiwa tragis di mana Mayor Daan Magot gugur.
Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa para pejuang yang gugur pada Pertempuran Lengkong, Pemerintah Kabupaten Tangerang mendirikan Monumen Palagan Lengking yang berisi nama-nama pejuang yang gugur saat membela kemerdekaan Indonesia.
Bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke Museum Lengkong dan Monumen Palagan Lengkong, anda dapat menuju lokasi di Jl. Bukit Golf Utara No. 2, Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten.
- Taman Makam Pahlawan Seribu
Walaupun bukan merupakan sebuah museum, Taman Makam Pahlawan Seribu merupakan tempat peristirahatan terakhir para pejuang yang gugur pada medan pertempuran. Walaupun pada 1945 Indonesia sudah merdeka, pada tahun 1946 di daerah Serpong masih terdapat tentara Nederlands Indies Civil Administration (NICA) yang menduduki wilayah Serpong.
Dipimpin oleh KH Ibrahim, pasukan yang beranggotakan 400 orang beserta beberapa pasukan lainnya melakukan perlawanan terhadap Belanda yang masih berada di wilayah Serpong. Namun, karena kualitas senjata yang berbeda dengan senjata yang dimiliki oleh Belanda, banyak pejuang yang gugur, satu di antaranya adalah KH Ibrahim.
Awalnya, pemakaman para pejuang dilakukan di titik lokasi pertempuran. Namun dikarenakan semakin sempitnya ruang akibat perluasan pemukiman dan perniagaan komersial, makam para pejuang dipindahkan di lokasi yang sekarang.
Walaupun memiliki kata ‘seribu’ pada pemakaman tersebut, Taman Makam Pahlawan Seribu hanya memiliki kurang lebih sebanyak 240 makam. Kata ‘seribu’ dipercaya berasal dari kata ‘serbu’ yang disuarakan oleh para pejuang, dan menandakan ‘seribu’ atau banyaknya pejuang dari Banten yang turut turun untuk melawan Belanda.
Taman Makam Pahlawan Seribu berlokasi di Jl. Raya Serpong Blok A No. 1, Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten.
- Tugu Perjuangan Rakyat Serpong
Tugu Perjuangan Rakyat Serpong didirikan sebagai sebuah simbol perlawanan yang dilakukan oleh penduduk Serpong terhadap pasukan tentara Belanda. Peristiwa perlawanan ini terjadi pada tahun 1948.
Selain itu, Tugu Perjuangan Rakyat Serpong juga didirikan untuk mengingat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Dahulu, tugu ini berada di lokasi yang cukup tidak terurus. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan perbaikan dan menata ulang Tugu Perjuangan Rakyat Serpong sehingga terlibat lebih rapi seperti sekarang.
Bagi anda yang ingin datang mengunjungi Tugu Perjuangan Rakyat Serpong, anda dapat mengunjungi Pertigaan Cisauk-Serpong, Cilenggang, Kecamatan Cisauk, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Editor : Hendra