Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mau Bikin Kue atau Roti? Kenali 6 Jenis Tepung dan Kegunaannya untuk Hasil Masakan yang Sempurna

Alberta Dionny Natanuel • Rabu, 15 Januari 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi tepung
Ilustrasi tepung

JawaPos.com - Pemilihan tepung yang tepat sangat berpengaruh pada hasil akhir pembuatan kue atau roti. Beberapa jenis tepung mungkin sulit ditemukan dan lebih sering digunakan oleh pembuat roti profesional, sementara ada pula tepung-tepung dasar yang wajib tersedia di setiap dapur rumah tangga.

Setiap jenis tepung memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang khusus untuk membuat roti biasa, ada pula yang lebih cocok untuk kue basah, dan beberapa hanya ideal untuk kue kering.

Menurut The Pioneer Woman, tepung yang mengandung protein gandum tinggi menghasilkan gluten yang kuat, menjadikannya lebih cocok untuk roti dan produk lain yang membutuhkan struktur lebih padat. Sementara itu, tepung dengan kandungan protein rendah lebih disarankan untuk membuat kue yang lebih lembut dan ringan, seperti kue dan biskuit.

Dari berbagai jenis tepung yang ada, penting untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pembuatan makanan Anda. Dihimpun oleh JawaPos.com, berikut adalah beberapa jenis tepung beserta kegunaannya:

1. Tepung Serba Guna atau All Purpose

Tepung all purpose atau tepung serba guna adalah tepung paling mudah digunakan. Dilansir dari Kitchen Aid, hampir semua resep yang memerlukan tepung bisa menggunakan tepung ini sebagai bahan utama.

Tepung all purpose terbuat dari campuran tepung gandum keras dan lembut, yang menghasilkan kandungan protein sedang, sekitar 9-13 persen.

Meskipun tepung ini tidak diputihkan, seiring waktu tepung yang tidak diputihkan akan mengalami pemutihan alami. Namun, tepung jenis ini cenderung lebih padat dibandingkan dengan tepung yang sudah diputihkan.

Karena serbaguna, tepung all purpose sangat cocok digunakan untuk berbagai macam produk makanan, mulai dari kue kering, kue basah, pastry, hingga untuk menggoreng.

2. Tepung Self Rising

Tepung self raising, sesuai dengan namanya, memiliki kemampuan mengembang sendiri karena sudah mengandung baking soda dan garam.

Dengan kandungan protein sekitar 8-9 persen, tepung ini mampu mengembang dengan baik untuk membuat roti. Namun, tepung ini tidak cocok digunakan untuk membuat roti yang memerlukan ragi atau pengganti tepung lainnya.

Baca Juga: Waspada Mobil Rentan Karat di Musim Hujan! Kenali Penyebab dan Begini Solusi untuk Mencegahnya

Tepung self raising sangat ideal untuk membuat kue kering, kue dadar, scone, hingga untuk membuat roti dengan cara yang cepat dan praktis.

3. Tepung Gandum Utuh

Saat gandum digiling, hasilnya terbagi menjadi tiga bagian yakni endosperm, benih, dan sekamnya. Tepung putih biasa dihasilkan dari gilingan endosperm, sementara tepung gandum utuh mencakup ketiga bagian tersebut.

Tepung gandum utuh memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sekitar 13-14 persen, serta mengandung serat, vitamin, dan mineral. Karena teksturnya yang agak berat, sering kali tepung ini dicampur dengan tepung yang mengandung protein lebih rendah untuk mendapatkan hasil yang lebih ringan.

Selain memiliki rasa khas seperti kacang, tepung gandum utuh juga kaya akan nutrisi. Namun, tepung ini lebih mudah rusak dibandingkan dengan tepung lainnya karena kandungan minyak alami yang ada pada benih gandum.

Tepung gandum utuh sangat cocok digunakan untuk membuat berbagai jenis roti, kue, pizza, pasta, dan berbagai hidangan lainnya.

4. Tepung Roti

Tepung roti memiliki kandungan protein yang tinggi, sekitar 14-15 persen, yang membuatnya ideal untuk membuat roti beragi.

Sering disebut sebagai "tepung tukang roti" dalam buku resep tradisional, tepung ini merupakan pilihan utama para pembuat roti karena kemampuannya menghasilkan roti dengan tekstur yang tepat.

Dengan kandungan proteinnya yang tinggi, tepung roti sangat cocok digunakan untuk membuat berbagai jenis roti, seperti sourdough, baguette, bagel, dan banyak lagi.

5. Tepung Kue

Tepung kue memiliki kandungan protein rendah, sekitar 6-8 persen, yang menjadikannya pilihan ideal untuk membuat kue yang lembut.

Tepung kue juga memiliki kandungan pati yang lebih tinggi dibandingkan tepung biasa. Hal tersebut memungkinnya menyerap lebih banyak cairan, lemak, dan gula. Hasilnya, tepung ini menghasilkan kue yang lembut dan tetap lembab.

Baca Juga: Puskesmas Ciputat Timur Tangsel: Informasi Jadwal Pelayanan, Alur Pelayanan, hingga Konsultasi Kesehatan Online

Biasanya diputihkan dan digiling lebih halus dibandingkan tepung biasa, tepung kue memberikan tekstur yang lebih ringan pada kue. Jika tepung lain digunakan untuk membuat kue, teksturnya akan cenderung keras.

Tepung ini sangat cocok untuk membuat berbagai jenis kue basah, kue manis, brownies, dan kue dadar.

6. Tepung Semolina

Tepung Semolia dibuat dari gandum durum dan memiliki protein yang tinggi, sekitar 13 persen. Tepung ini didapatkan dari endosperm gandum durum yang digiling dengan kasar dan sering digunakan sebagai pasta.

Tepung semolina memiliki kemampuan unik, di mana protein dan gluten di dalamnya dapat diregangkan dengan luas tanpa robek atau menyusut kembali, menjadikannya pilihan yang tepat untuk membuat pasta.

Tepung ini memiliki rasa yang mirip kacang, dengan tekstur yang empuk dan warna kuning seperti mentega, memberikan hasil yang kaya dan beraroma pada produk olahan.

Meskipun sering digunakan untuk pasta, tepung semolina juga sangat cocok digunakan untuk membuat pizza, serta berbagai jenis kue, baik kue basah maupun kue kering.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#kue #roti #Kegunaan #tepung #jenis