JawaPos.com – Tentara Nasional Indonesia atau TNI hari ini (05/10) merayakan bertambahnya usia. Sudah 79 tahun lamanya TNI mengabdi kepada Indonesia dan menjaga pertahanan Indonesia dari luar maupun dalam negara Indonesia.
Selama 79 tahun mengabdi, terdapat banyak sekali perkembangan dari TNI. Mulai dari cikal bakal TNI yang dibentuk pada 22 Agustus 1945 dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR) hingga menjadi TNI yang sekarang.
Muncul pertanyaan mengapa tanggal 5 Oktober dijadikan Hari Jadi TNI, sedangkan cikal bakal TNI yaitu BKR sudah berdiri sejak 22 Agustus 1945. Mengapa tanggal 5 Oktober yang dijadikan Hari Jadi TNI? untuk lebih memahami sejarah terbentuknya TNI dan perkembangan-perkembangan yang sudah terjadi pada TNI, simak informasi di bawah ini.
Kemerdekaan Indonesia dan Terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR)
Saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945 masih terbentuk sebuah badan yang mengatur persiapan kemerdekaan dan pemerintahan Indonesia ke depannya, yaitu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sebagai badan yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan dan kelanjutan pemerintahan Indonesia, PPKI juga mempersiapkan badan yang akan menjadi tentara bangsa Indonesia.
Namun, sebelum disahkannya pembentukan tentara bangsa Indonesia. Terjadi sebuah perubahan pada saat sidang PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945. Awalnya, Indonesia ingin membentuk badan militer sebagai sistem pertahanan. Namun melihat keadaan politik dan kondisi Indonesia yang saat itu masih terdapat tentara militer Jepang, pembentukan tentara militer berubah menjadi pembentukan badan pemelihara keamanan bersama.
Akhirnya setelah diputuskan perubahan pada pembentukan badan keamanan, pada tanggal 22 Agustus 1945 dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pada awal pembentukannya, BKR beranggotakan pemuda Indonesia yang sebelumnya merupakan bagian tentara Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL dan sebagainya.
Awal terbentuknya BKR ini menjadi cikal bakal dari TNI. Setelah terbentuk selama beberapa bulan, akhirnya didasarkan oleh Maklumat Pemerintah, BKR berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Itulah awal mengapa Hari Jadi TNI jatuh pada tanggal 5 Oktober.
Tentara Keamanan Rakyat (TKR) hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI)
TKR merupakan pasukan militer pertama yang dimiliki oleh Indonesia setelah kemerdekaan, dalam pelaksanaan peran dan tugas TKR sudah melewati banyak tantangan. Namun setelah kurang dari setahun dilakukan perubahan nama, TKR diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 23 Januari 1946. Perubahan ini dilakukan untuk menyusun ulang militer Indonesia agar sesuai dengan dasar militer internasional.
Semenjak diubah menjadi TRI walaupun sudah disusun sesuai dengan dasar militer internasional, Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya untuk menyempurnakan sistem pertahanan Indonesia. Sehingga pada perkembangan selanjutnya, untuk menggabungkan dua kekuatan bersenjata Indonesia yaitu TRI dan badan-badan perjuangan rakyat. Pada 3 Juni 1947, Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Tidak sampai situ saja, semenjak terbentuknya TNI ada banyak peristiwa-peristiwa yang menggoyahkan dan menjadi tantangan untuk TNI. Pada tahun 1947 hingga 1949, TNI menghadapi banyak tantangan dari dalam maupun luar negeri.
Dari dalam negeri, TNI harus menghadapi banyaknya gerakan bersenjata yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, belum lagi terjadinya pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Dari luar negeri, pergerakan militer dari Belanda masih terjadi di Indonesia atau yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda.
Tantangan yang dihadapi baik secara militer dan politik Indonesia, akhirnya harus menggoyahkan kemerdekaan Indonesia saat terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) pada akhir 1949. Saat pembentukan RIS, TNI juga mengalami perubahan menjadi Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan dari TNI dan Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda.
RIS tidak bertahan lama dan pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan. Dibubarkannya RIS menandakan kembalinya Indonesia sebagai Negara Kesatuan dan perubahan APRIS menjadi Angkatan Perang RI (APRI).
Baca Juga: Uang Rp10.000 Emisi Lama Sudah Tidak Berlaku, Masyarakat Diberi Waktu untuk Menukar Yang Baru
Perkembangan selanjutnya APRI juga menghadapi banyak tantangan. Pemberontakan masih terjadi di beberapa daerah, selain itu terjadi juga keretakan pada Angkatan Darat APRI. Hingga akhirnya sebagai upaya untuk menyatukan angkatan perang dan Kepolisian Negara Indonesia (POLRI), pada tahun 1962 TNI dan Polri bergabung menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Walaupun dengan penyatuan kekuatan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang baik. ABRI menghadapi beragam tantangan terutama dari PKI. Upaya PKI untuk menanamkan pengaruhnya dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia tentunya menjadi tantangan yang berat untuk ABRI. Puncak tantangan yang dihadapi oleh ABRI dan Indonesia adalah ketika peristiwa G30S/PKI terjadi.
Peristiwa kelam tersebut akan terus dikenang oleh bangsa Indonesia dan khususnya ABRI. Di tengah perjuangan untuk mempertahankan Indonesia, pada 1 April 1990 ABRI akhirnya kembali di pisah dan tentara kebangsaan Indonesia kembali menjadi TNI.
Di perkembangan selanjutnya dan tentunya ke depannya, akan ada lebih banyak tantangan berat dan hambatan yang harus dihadapi oleh TNI. Namun, tantangan dan hambatan tersebut tidak akan menghentikan TNI dalam mengupayakan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia. TNI akan terus berkomitmen dalam menjaga dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.
Editor : Hendra