Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah, Inovasi Tempe Biji Trembesi Karya SMA di Tangsel Borong Medali ISPO

Hendra • Senin, 9 Maret 2026 | 15:10 WIB
Wini Naura Inarsih (kiri) dan Queena Belva Ayra Maulana menjelaskan soal inovasi tempe dari biji trembesi di SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe (8/3) malam. (Dok. SMA Kharisma Bangsa)
Wini Naura Inarsih (kiri) dan Queena Belva Ayra Maulana menjelaskan soal inovasi tempe dari biji trembesi di SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe (8/3) malam. (Dok. SMA Kharisma Bangsa)

JawaPos.com - Delegasi SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel) borong 20 medali di ajang ISPO (Indonesian Science Project Olympiad) 2026. Diantaranya lewat inovasi tempe dari biji trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr). Inovasi ini sudah diuji ke mencit, hasilnya mampu mengurangi kadar gula darah.

Tempe dari biji trembesi inovasi dari Wini Naura Inarsih dan Queena Belva Ayra Maulana itu, berhasil diganjar medali emas ISPO 2026. Queena mengatakan inovasi tersebut berangkat dari neneknya yang suka makan tempe.

"Tetapi karena sakit diabetes, harus dibatasi makanan yang boleh dikonsumsi," kata Queena di SMA Kharisma Bangsa (8/3) malam.

Setelah itu dia bersama Wini melakukan riset literatur. Sampai akhirnya mendapatkan informasi bahwa biji trembesi mempunyai senyawa aktif yang bisa mengurangi kadar gula darah. Senyawa aktif tersebut bernama Antihiperglikemik.

"Biji trembesi ini banyak kita temukan. Di dekat rumah saya banyak berdiri biji trembesi," katanya. Dia lantas melakukan pengujian laboratorium di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Untuk pengujian, Wina dan Queena menggunakan mencit atau tikus kecil.

Dia bersyukur hasil dari pengujian tersebut, tempe dari biji trembesi bisa mengurangi kadar gula dalam darah. Proses pembuatannya sama dengan produksi tempe dari biji kedelai. Pertama-tama biji trembesi direbus. Kemudian dikupas. Perlu proses cukup lama, karena kulit biji trembesi sedikit keras.

Baca Juga: Bapenda Tangsel Luncurkan Smart Card PBB, Permudah Warga Bayar Pajak Bumi dan Bangunan

"Ragi yang kami gunakan, sama dengan ragi untuk tempe. Saya pesan online," jelas Queena. Dia mengatakan untuk saat ini, tempe biji trembesi itu belum untuk konsumsi manusia. Karena perlu pengujian lebih lanjut.

Termasuk pengujian keamanan pangan atau konsumsi. Saat mengikuti gelaran ISPO 2026 lalu, dia menghadirkan wujud tempe biji trembesi dan berhasil memukau dewan juri.

Kepala SMA Kharisma Bangsa Muhamad Budiawan mereka sejak awal sudah melakukan penelusuran minat dan bakat. Termasuk anak-anak yang mempunyai minat di bidang inovasi dan riset. "Kemudian guru diberi tugas tambahan sebagai konselor," jelasnya.

Siswa yang minat di bidang riset dan inovasi, diajak memetakan tiga masalah utama di masyarakat. Kemudian mencari solusi yang paling mudah, murah, dan masuk akal untuk diwujudkan. Dia mencontohkan inovasi tempe dari biji trembesi itu sangat aplikatif. Karena bahan bakunya mudah didapat.

Sementara itu khasiatnya juga sudah teruji secara laboratorium, meskipun baru untuk mencit. 

Editor : Hendra
#tangsel #pondok cabe #SMA Kharisma Bangsa