Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Dinkes Tangsel Pastikan Belum Ada Kasus Superflu, Begini Gejalanya!

Muhtamimah • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:19 WIB
Ilustrasi seorang wanita yang sedang mengalami flu
Ilustrasi seorang wanita yang sedang mengalami flu

JawaPos.com - Isu merebaknya superflu belakangan ramai diperbincangkan publik dan memicu kekhawatiran masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan hingga kini belum ada laporan kasus yang mengarah pada wabah superflu di wilayahnya.

Varian yang disebut superflu ini termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 yang sudah dikenal dan dipantau oleh sistem surveilans global seperti WHO.

Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Tangsel terus melakukan pemantauan secara rutin.

"Sampai saat ini belum ada laporan dari faskes terkait temuan kasus yang mengarah pada superflu," kata Allin saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).

Allin menjelaskan, Dinkes Tangsel secara berkelanjutan melakukan deteksi dini melalui program surveilans Influenza Like Illness (ILI). Pemantauan dilakukan setiap pekan berdasarkan laporan seluruh fasyankes yang terintegrasi dengan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) hingga tingkat nasional.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah menunjuk UPTD Puskesmas Serpong 1 sebagai sentinel ILI. Setiap pasien yang datang dengan gejala influenza di puskesmas tersebut akan diambil spesimen untuk diperiksa di laboratorium Kemenkes.

"Hingga 9 Januari 2025, dari seluruh spesimen yang diperiksa belum ditemukan jenis influenza yang dikategorikan sebagai superflu," tegasnya.

Terkait perbedaan superflu dengan flu musiman, Allin menyebut secara klinis gejalanya relatif sama, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan situasi epidemiologi global, superflu tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibanding varian influenza lainnya.

"Superflu lebih berpotensi menimbulkan gelombang peningkatan kasus flu, tetapi belum mengarah pada pandemi," jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi penyebaran, Dinkes Tangsel telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada tenaga kesehatan, penyebarluasan informasi kepada masyarakat melalui media sosial, hingga penguatan sistem surveilans untuk investigasi dan pelacakan kontak. Masyarakat juga diminta aktif melapor ke puskesmas bila menemukan kasus influenza di lingkungannya.

Dari sisi kesiapan layanan, Allin memastikan fasilitas kesehatan di Tangsel dalam kondisi siap. Saat ini, Kota Tangsel memiliki 31 rumah sakit, 35 UPTD puskesmas, serta berbagai fasyankes lain yang dinilai memadai untuk menangani pasien influenza.

Baca Juga: Fantastis! Pelebaran Jalan Raya Sawangan Telan Biaya Rp 100 Miliar, Wali Kota Supian Suri Buka Suara

Dinkes juga terus menggencarkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, serta tidak menyentuh wajah setelah kontak langsung dengan penderita flu.

Masyarakat yang mengalami gejala flu dianjurkan memakai masker, membatasi aktivitas di luar rumah, dan cukup beristirahat. Selain itu, vaksinasi influenza juga dianjurkan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, lansia di atas 65 tahun, serta penderita penyakit kronis seperti asma, diabetes, penyakit ginjal, dan gangguan sistem imun.

"Influenza sering dianggap ringan, tetapi bisa berdampak serius pada bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya. Karena itu, pemahaman tentang gejala, pencegahan, dan penanganan sangat penting," pungkas Allin.

Editor : Hendra
#influenza #tangsel #dinas kesehatan #superflu #Dinkes Tangsel