JawaPos.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menegaskan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam seluruh penugasan strategis Pemprov DKI. Komitmen tersebut disampaikan seiring progres sejumlah proyek infrastruktur dan pengelolaan aset kota sepanjang 2025.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin menuturkan, penerapan GCG menjadi dasar dalam pelaksanaan proyek strategis agar berjalan profesional dan akuntabel.
“Setiap penugasan strategis kami jalankan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Pada 2024, Jakpro menjalani penilaian tata kelola oleh BPKP Perwakilan DKI Jakarta dan memperoleh nilai 94,04 dari skala 100 dengan predikat “Berubah”. Penilaian tersebut mencakup aspek transparansi, akuntabilitas, hingga sistem pengendalian internal perusahaan.
Di sektor transportasi, Jakpro mencatat progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B melampaui target. Hingga 31 Desember 2025, deviasi progres mencapai 89,22 persen. Proyek ini merupakan bagian dari penguatan transportasi publik perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik disebut berkontribusi dalam penurunan emisi karbon. Secara kolektif, pengoperasian LRT Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 2,9 juta ton CO₂e, dengan target jumlah penumpang mencapai 18 juta orang pada 2028.
Selain transportasi, Jakpro mengelola Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas resmi Persija Jakarta.
Pengelolaan kawasan dilakukan secara terintegrasi dengan transportasi publik. Jakpro juga menyelesaikan proses relokasi warga eks Kampung Bayam ke Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) di kawasan JIS.
“Di sektor ruang publik, Velodrome Jakarta dimanfaatkan sebagai multipurpose venue untuk berbagai kegiatan olahraga, hiburan, dan komunitas sepanjang 2025. Pemanfaatan tersebut dinilai mendukung aktivitas ekonomi kreatif dan interaksi sosial masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Taman Ismail Marzuki (TIM) terus dioptimalkan sebagai pusat seni dan budaya. Selama libur akhir tahun 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, kawasan TIM mencatat 67.198 pengunjung, dengan Planetarium Jakarta menjadi salah satu destinasi utama.
Jakpro menyatakan berbagai penugasan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi Jakarta menuju kota global melalui penguatan infrastruktur, transportasi publik, dan ruang publik kota.
“Dengan penerapan CGC, kami menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata serta mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Iwan.
Baca Juga: Geger! Tangsel Kirim 200 Ton Sampah ke Cileungsi, Wali Kota Benyamin Davnie Belum Menyerah
Editor : Hendra