JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah cepat menyikapi penghentian sementara pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong oleh Pemerintah Kota Serang.
Untuk mencegah penumpukan, Pemkot Tangsel mengalihkan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi sebanyak 200 ton per hari selama dua pekan.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, layanan kebersihan kepada masyarakat tetap berjalan normal meski terjadi kendala di daerah mitra. Menurutnya, Pemkot Tangsel tidak akan membiarkan persoalan teknis di luar daerah mengganggu pengelolaan sampah di wilayahnya.
"Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," kata Benyamin.
Mulai Rabu (7/1), Pemkot Tangsel resmi mengalihkan pengiriman sampah ke Cileungsi sebagai solusi jangka pendek. Sedikitnya 200 ton sampah setiap hari akan dikirim selama 14 hari ke depan, sembari menunggu normalisasi kerja sama dengan TPAS Cilowong.
Langkah ini ditempuh untuk memastikan tidak terjadi penumpukan sampah, baik di kawasan permukiman maupun ruang publik. Seluruh perangkat daerah terkait diminta bekerja lebih intensif, termasuk dalam pengaturan ritase armada dan penanganan titik-titik prioritas.
"Saya sudah instruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Pengaturan ritase armada dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus kami lakukan," tegas Benyamin.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Benyamin memastikan persoalan sampah menjadi tanggung jawab penuh pemerintah dan tidak akan dibebankan kepada warga.
Lebih jauh, Benyamin menilai kondisi ini sebagai momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Tangsel. Dia berharap ke depan daerahnya tidak lagi bergantung pada skema kerja sama darurat antarwilayah.
"Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah," pungkas Benyamin.
Editor : Hendra