Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pemkot Tangsel Mulai Angkut Sampah Fly Over Ciputat, Kerahkan Satgas Khusus dan 15 Armada Truk

Syahrul Yunizar • Kamis, 18 Desember 2025 | 07:49 WIB

 

Aktifitas warga di sekitar tumpukan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (16/12/2025). Sampah yang menumpuk di pinggir jalan tersebut disebabkan adanya penataan gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sehingg
Aktifitas warga di sekitar tumpukan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (16/12/2025). Sampah yang menumpuk di pinggir jalan tersebut disebabkan adanya penataan gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sehingg

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan sudah mulai mengangkut tumpukan sampah dari beberapa titik yang sempat viral di media sosial (medsos). Termasuk sampah di sekitar Fly Over Ciputat.

Langkah itu merupakan respons cepat atas persoalan sampah yang belakangan disorot publik. Pemkot Tangsel juga sudah menyiapkan solusi jangka panjang berupa Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Tb. Asep Nurdin menyampaikan bahwa sesuai dengan instruksi dari Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Pemkot Tangsel sudah mengerahkan armada pengangkut sampah tambahan dan membentuk satuan tugas (satgas) khusus.

Semua itu dikerahkan untuk mengangkut tumpukan sampah dari beberapa titik secara bertahap. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga Tangsel.

”Bapak wali kota menyadari dan merasakan betul betapa tidak nyamannya kondisi ini bagi warga. Tumpukan sampah yang tinggi, bau menyengat, hingga ancaman kesehatan dari air lindi adalah masalah serius. Beliau menegaskan bahwa kenyamanan dan kesehatan lingkungan warga adalah prioritas utama,” ungkap Asep dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Rabu (17/12). 

Dalam keterangan itu, Asep juga membeberkan kondisi faktual dalam urusan pengelolaan sampah di Tangsel. Dia mengungkapkan bahwa saat ini produksi sampah harian di Tangsel berada pada angka 1.200-1.300 ton. Angka itu lebih besar bila dibandingkan dengan kapasitas penanganan sampah eksisting yang berada pada angka 1.050 ton. 

Menurut Asep, defisit harian sampah yang mencapai ratusan ton terus terakumulasi hingga menyebabkan terjadinya penumpukan di fasilitas publik. Sebagai langkah cepat, Pemkot Tangsel sudah mengambil tindakan. Diantaranya dengan memulai pengerahan satuan tugas khusus dan menambah 15 armada truk angkut untuk memastikan penumpukan sampah di beberapa titik berkurang.

”Kemudian sterilisasi lingkungan yaitu area yang telah dibersihkan langsung disemprot dengan bio-desinfektan untuk menetralkan air lindi yang berbahaya dan menghilangkan bau,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga menempatkan personel gabungan di lokasi rawan. Itu dilakukan untuk mencegah pembuangan sampah secara liar di fasilitas publik. Untuk solusi jangka panjang, lanjut Asep, instansinya terus mengupayakan investasi pada pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik  atau PSEL sebagai solusi permanen dari persoalan sampah di Tangsel.

”Untuk mengubah limbah menjadi energi bersih. Kami menargetkan groundbreaking pada Kuartal III tahun depan agar ketergantungan pada TPA konvensional berkurang,” ungkap Asep. 

Berkaitan dengan kritik atas kondisi TPA Cipeucang, Asep menyampaikan, Pemkot Tangsel tidak mencari pembelaan dalam masalah penumpukan sampah. Dia menyebut, pihaknya justru mengambil langkah korektif setelah dikritik. Diantaranya dengan meningkatkan frekuensi penyemprotan deodorizer dan percepatan pembangunan Lindi Treatment Plant (LTP).

Lebih lanjut, Asep menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah melakukan evaluasi menyeluruh di internal maupun eksternal, termasuk memperbaiki pola komunikasi pemerintah kota dengan warga Cipeucang.  Program Gerakan 1.000 Bank Sampah Sekolah dan RT sudah diluncurkan untuk mereduksi sampah sebanyak 25 persen dalam 2 tahun.  

Editor : Hendra
#tangerang selatan #sampah #tangsel