JawaPos.com - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat langkah pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga pangan. Kenaikan permintaan yang lazim terjadi di akhir tahun dinilai berpotensi memicu gejolak harga apabila stok dan distribusi tidak disiapkan secara matang.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengambil langkah cepat dan terukur. "Saat ini, Pemkot Tangsel terus berupaya memberikan beberapa bantuan terkait jaminan sosial di masyarakat, lalu juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya untuk menggenjot daya beli masyarakat," kata Pilar, (10/12).
Pilar menjelaskan, pengendalian inflasi di Tangsel dijalankan berdasarkan empat strategi utama. Pertama, memastikan keterjangkauan harga melalui pemantauan intensif di pasar, serta kesiapan operasi pasar dan gelar pangan murah yang digelar tepat sasaran.
Kedua, menjaga ketersediaan pasokan pangan strategis hingga akhir Januari 2026, termasuk memperkuat program RW Mantap guna meningkatkan kemandirian pangan masyarakat. Pemkot juga menjalin koordinasi antar-daerah untuk memastikan pasokan tidak tersendat.
Ketiga, mengamankan kelancaran distribusi logistik, terutama pada masa libur panjang akhir tahun yang rawan kemacetan. Pilar mengingatkan bahwa Tangsel sangat bergantung pada suplai dari daerah lain seperti Pandeglang, Serang, dan Jakarta. "Jalur distribusi harus tetap terjaga," tegasnya.
Keempat, memperkuat komunikasi publik yang efektif. Pemerintah perlu memberikan informasi akurat mengenai stok dan harga untuk meredam ekspektasi inflasi yang kerap dipicu isu atau rumor di media sosial.
Pilar menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan kerja bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan lembaga statistik diperlukan agar kebijakan berjalan efektif.
Dia berharap rangkaian upaya tersebut mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat dalam menyambut perayaan akhir tahun.
"Mari kita buktikan bahwa pemerintah kota mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, baik dari sisi keamanan maupun stabilitas harga, sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan khidmat, gembira, dan sejahtera," pungkasnya.